Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Semakin Gila


__ADS_3

Mobil mewah Aska memasuki halaman rumah Stella, hujan masih sangat deras, ia mengetuk pintu rumah Stella. Namun, tidak ada yang membuka kan pintu.


^^^Mungkin mereka sudah tidur, aku akan kembali besok saja. ^^^


Saat Aska ingin kembali, ia mendengar suara pintu terbuka, yang membuka pintu adalah Amara.


"Kak Aska." panggil nya, Aska pun memberikan senyuman yang ramah kepada Amara, Amara membalas senyuman itu. "Ada apa kakak datang malam-malam?"


"Apakah kak Stella ada?" tanya nya, Amara mengatakan jika kakak nya baru saja kembali, ia pun menjelaskan keadaan kakak nya yang begitu berantakan.


"Bisakah kakak menemui nya?"


"Masuk lah kak. Kakak langsung ke kamar nya saja, tau kan di mana?" Aska mengangguk, ia pun segera menemui Stella di kamar nya.


Stella yang mendengar suara ketukan pun menghapus air mata nya, betapa terkejutnya dia melihat seseorang yang ada di balik pintu.


"K-kau." Stella mencoba menutup pintu kamar nya kembali, namun Aska menahan. Walau sekuat tenaga Stella mencegah namun tenaga lelaki lebih kuat.


Aska masuk ke dalam kamar Stella, Stella yang perlahan berjalan mundur, meminta Aska untuk pergi.

__ADS_1


"M-mau apa-apa kau? T-tolong jangan. Pergi." dengan suara yang berat dan terbata-bata Stella meminta Aska untuk meninggalkan kamar nya.


"Dengar kan aku dulu, tolong." Aska menutup pintu kamar Stella, hal itu membuat Stella semakin ketakutan.


"J-jangan sentuh aku lagi, aku mohon." air mata nya menetes, tangan nya bergetar dengan hebat. Bukan nya ia tak bisa teriak, namun jika dia berteriak akan membuat serumah menjadi panik. Apalagi ada Zeline, ia tak mau jika Zeline dan Aska kembali bertemu.


"Stella aku mohon, maaf kan aku. Aku tidak sengaja, semua yang terjadi itu bukan keinginan ku."


"To-tolong p-pergi lah, ak-aku mohon. Jangan lagi g-ganggu diri ku, Aska. Pergilah menjauh dari kehidupan ku." Stella semakin gemetar, terlihat wajah nya yang begitu ketakutan.


"Ak-aku kesini hanya untuk meminta maaf, aku. Aku tidak sengaja, maaf kan aku." ucap Aska yang merasa tak enak hati.


"Tolong, pergi." Stella tak mau membuat keributan di rumah nya, makanya ia memilih mengalah dan tidak mau berdebat dengan Aska.


Rasanya ia ingin mencaci pria brengsek yang ada di hadapan nya, namun ia menahan karena tak ingin anak dan adik-adik nya mendengar. Beberapa kali Stella memohon kepada Aska.


"Aku akan pergi, tapi sebelum aku pergi. Aku ingin memeluk mu untuk terakhir kali nya."


"Kau gila!" kini Stella tak bisa menahan amarah nya.

__ADS_1


"Jika kau tidak ingin, aku tidak akan pergi." Stella merasa frustasi, Jika Aska tidak pergi. Zeline pasti akan ke kamar nya untuk tidur bersama diri nya. Bagaimana Stella menjawab pertanyaan dari sang anak.


Dengan hati yang begitu berat, Stella mengangguk mensetujui ucapan Aska.


Aska mendekati Stella, Stella terlihat sangat takut namun ia tak ada pilihan. Aska memeluk Stella dengan erat, walau Stella merasakan kehangatan cinta dari Aska namun ia sangat membenci pria yang sudah menodai nya.


Aska mengambil kesempatan itu, ia memegang wajah Stella. lalu mengecup bibir Stella, Stella yang kaget melepaskan diri memukuli Aska berulang kali.


Aska tidak perduli, bahkan lebih memperdalam ciuman nya. Sesekali tangan nya bermain di dada Stella.


Stella sekuat hati melepaskan diri, namun tenaga Aska jauh lebih kuat dari diri nya. Kini, Stella hanya bisa menangis. Aska melepaskan ciuman nya.


Tenang lah sayang, nikmati saja. Apa kau ingin anak mu mendengar jeritan mu dan melihat keromantisan kita. ~bisik Aska kepada Stella.


Belum sempat Stella menjawab, Aska kembali mengulum bibir Stella dengan lembut. Ia membaringkan tubuh Stella ke atas tempat tidur.


Aska tidak bermaksud untuk menodai Stella, namun saat di dekat Stella ia tak bisa menahan nafsu nya. Baginya, seluruh tubuh Stella adalah candu bagi diri nya.


Kini, Aska semakin berani menciumi leher Stella, Stella berusaha meminta tolong kepada Aska untuk melepaskan diri nya. Namun, Aska tidak mendengarkan nya. Bahkan Aska menyuruh Stella untuk berteriak agar seluruh orang di rumah Stella tahu apa yang sedang mereka lakukan. Aska semakin menggila, ia melakukan hal yang dia suka kepada Stella tanpa memikirkan perasaan Stella.

__ADS_1


__ADS_2