
Laras yang mendengar ucapan bos nya pun tersenyum lega.
Ia segera mematikan ponsel milik nya. Kini, Rini terdiam tak berkutik lagi.
"Laras, bu-bukan begitu maksud ku. Ta-tadi aku hanya."
"Sri, tolong kamu katakan padanya untuk segera beresin barang nya dan segera angkat kaki dari sini. Saya tidak ingin melihat wajah nya saat kembali nanti." Laras segera pergi meninggalkan para karyawan.
Sri yang sudah di ingatkan segera menyuruh Rini untuk pergi, ia ingin meminta maaf kepada Stella dan Laras. Namun, semua nya sudah terlambat.
Stella dan laras sudah terlebih dahulu pergi menaiki mobil ke pasar untuk berbelanja.
__ADS_1
"Seharusnya kau tidak melawan tadi pada nya. Dulu, dia memang sama seperti kita tapi sekarang jabatan nya lebih tinggi dari kita. Lihat lah, hasil dari ini semua. Kau justru tersingkirkan."
"Benar, kau tahu jika pak Zidan begitu sangat baik kepada Bu Stella. Mungkin dia juga memiliki rasa pada wanita itu atau hubungan yang serius. Dan Laras, ia pasti akan mencari muka pada Bu Stella."
Rini yang geram menggenggam tangan nya, ia tak menyangka jika Laras akan tega melakukan ini semua pada diri nya.
"Makanya, kalian sebagai wanita mempunyai mulut jangan terlalu lantam. Mulut mu, harimau mu. Sekarang, lihat lah, karena mulut kalian yang tajam itu kalian kehilangan pekerjaan. Dan benar yang Laras katakan, kita hanya lah pekerja. Tidak ada hak kita menghakimi perbuatan orang apalagi bos kita sendiri." ujar salah satu karyawan pria yang ada di situ.
"Ayo kembali bekerja."
Karyawan pun tak berani lagi berbicara sembarangan, nasib yang tidak baik berpihak kepada Rini.
__ADS_1
Rini segera menyusun barang-barang nya untuk pergi dari cafe tersebut. Karena hal ini, Rini begitu membenci Stella dan Laras. Ia bersumpah akan membalas mereka nanti.
Sri hanya diam, tak bisa berkutik. Walau Rini adalah teman dekat nya, karena ia juga tidak ingin kehilangan pekerjaan.
Rini marah kepada Sri yang begitu tidak setia, padahal awal yang membuka pembicaraan adalah Sri. Namun, ia seperti lempar batu sembunyi tangan.
"Maaf kan aku, Rini. Aku nggak bisa kehilangan pekerjaan ini, kau tahu. Aku harus membiayai hidup ku dan kuliah ku sendiri. Jika aku berhenti atau di pecat, aku tidak bisa membayar kuliah ku."
Rini tak menjawab ucapan Sri. Bagi nya, Sri adalah teman yang tidak setia.
Bagaimana bisa, Sri ikut mengusir Rini karena ancaman yang di berikan oleh Laras. Dulu, Rini, Sri dan Laras adalah ketiga sahabat. Memang di antara ketiga nya, hanya Sri yang bermuka dua dan selalu ingin mencari aman.
__ADS_1
Sedangkan Rini, dia begitu suka bicara asal dan menyakiti hati orang lain. Jauh berbeda dari Laras, ia wanita yang lemah lembut, namun juga begitu tegas. Laras juga orang yang sangat pemberani jika bicara tentang keadilan. Dia akan membela siapapun yang tidak bersalah.