Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Menjadi Suami


__ADS_3

Amara pun mengatakan kepada adik nya untuk tidak memikirkan hal seperti itu lagi..


Tanara pun mengiyakan ucapan kakak nya, Amara mengajak Tanara untuk belajar bersama.


Amara ingin fokus belajar agar kelak ia menjadi anak yang pintar dan mendapatkan pekerjaan yang layak.


Ia ingin menyekolahkan adik nya sampai pendidikan tinggi.


Tanara selalu menuruti permintaan kakak-kakak nya tidak pernah sekalipun ia membangkang atau membantah.


******


Di sisi lain, Laras sedang bahagia. Bahagia karena orang yang ia suka mengungkapkan perasaan dan melamar nya.


Zidan mengatakan akan memperkenalkan Laras kepada ke dua orang tua nya dan mereka akan menyelenggarakan pernikahan secepat nya..


Laras tidak pernah membayangkan hal ini sebelum nya, ia tersenyum sendiri jika membayangkan kejadian kemarin di mana saat Zidan melamar nya.


Zidan pun menjadi sering ke cafe menemani Laras memantau cafe nya


.

__ADS_1


Padahal cabang cafe Zidan banyak dan cafe lain pun memerlukan pantauan dari Zidan.


Namun, nama nya lagi jatuh cinta pasti lebih mementingkan wanita nya terlebih dahulu.


Walau sudah menjadi kekasih Zidan, sifat Laras tidak berubah.


dia tidak sombong tetap menjadi Laras yang lembut hati.


Para karyawan lebih menghargai Laras sekarang, tidak ada yang berani membicarakan nya di belakang.


Sungguh beruntung Laras, awal nya ia hanya seorang waiters biasa. Dan sebentar lagi menjadi istri dari pemilik cafe.


"Sayang, mengapa kamu memanggil ku dengan sebutan bapak? Aku ini kan kekasih mu." Zidan merajuk seperti anak kecil.


Ia meminta maaf kepada kekasih nya itu, bukan nya ia tidak menghargai Zidan namun Laras hanya ingin bersikap profesional. Tidak mau mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaan.


"Maafkan aku, tapi ini masih jam bekerja. Dan aku masih bawahan mu, aku tidak mau karyawan lain berfikiran buruk. Di luar aku memang kekasih mu, namun di cafe ini aku bawahan mu dan kau bos di sini."


"Sebentar lagi ini juga menjadi milik mu." ucap Zidan. Laras menggeleng


"Tidak, ini tetap menjadi milik mu. Tolong tetap lah profesional, jangan campurkan urusan pribadi kita dengan hal pekerjaan. Jika kita saja memberikan contoh yang buruk untuk karyawan yang lain nya bagaimana bisa kita berharap mereka bisa bersikap profesional?"

__ADS_1


Zidan tersentuh dengan perkataan Laras, ia sangat bangga karena Laras tetap menjadi wanita yang rendah hati


Tidak salah ia melabuhkan hati nya kepada Laras, wanita cantik yang bukan kecantikan nya hanya di luar namun juga di dalam hati nya.


Zidan membantu Laras mengurus keuangan yang keluar dan masuk. Bahkan, membantu Laras menghadapi keluhan pada customer.


Zidan memandangi Laras saat Laras begitu sabar menghadapi keluhan customer yang masih wajar.


Ia tersenyum sendiri, Laras pun sadar jika Zidan memandangi nya..Wajah nya tampak memerah malu, bahkan terlihat ia salah tingkah.


Setelah selesai dengan keluhan pelanggan, Laras pun masuk ke ruang kerja nya.


Hari ini para karyawan gajian, ia harus menyiapkan keuangan untuk menggaji para karyawan.


Laras juga mengatakan kepada Zidan ia akan mengantarkan gaji Stella.


"Nanti, pulang kerja aku akan kerumah Stella, mengantarkan gaji nya."


"Aku ikut."


Laras mengangguk, namun terlihat di wajah nya masih malu-malu dengan kekasih nya yang sebentar lagi menjadi suami.

__ADS_1


__ADS_2