
Stella masuk ke dalam kamar, memegang dahi nya yang terasa sangat pusing.
Baru saja ia baik dari sakit nya sudah ada saja kejadian, Stella tidak mau terus-terusan menyakiti banyak orang namun jika ia terus-terusan diam maka orang akan terus seenak nya kepada nya.
Perasaan Stella dilema, namun ia harus kuat untuk menjaga keluarga nya..
"Mama." Zeline mendekati Stella, Stella langsung memangku anak nya itu.
"Mama kenapa?" Stella tersenyum dan menggeleng, ia mengatakan jika diri nya baik-baik saja.
Zeline pun bertanya siapa yang datang membuat keributan, Stella mengatakan kepada anak nya untuk tidak memikirkan hal yang tidak perlu di pikirkan
"Sayang jangan memikirkan itu, kamu fokus ke sekolah kamu ya nak."
"Mama jangan sepelti itu, halus celita sama Zeline."
Stella pun mengatakan jika sesuatu terjadi kepada nya ia pasti akan cerita kepada anak nya.
__ADS_1
"Zeline tidur yuk sama mama?"
Zeline mengangguk, ia pun selalu menuruti permintaan mama nya.
Zeline besok harus sekolah ya nak. Zeline udah mengerjakan tugas sekolah?
Zeline mengangguk, mengatakan jika ia sudah mengerjakan semua tugas sekolah nya.
Rani masuk ke kamar Stella, ia memberikan surat panggilan kepada Stella.
"Surat apa ini Rani?" tanya Stella kepada Rani. Ia mengatakan jika guru memberikan surat itu untuk Stella.
Stella mengatakan kepada Rani untuk tidak bersedih, ia sudah berjanji akan menyekolah kan Rani kembali, Rani mengingat kan Stella apakah sudah membayar uang sekolah Amara dan juga Tanara.
Astaga, kakak hampir lupa! Untung kamu ingatkan
Stella pun mengatakan kepada Rani dan zeline akan ke kamar Amara dan Tanara.
__ADS_1
Stella berjalan ke kamar adik-adik nya. Mengetuk pintu dengan sopan, saat Tanara mempersilahkan Stella untuk masuk Stella baru akan masuk ke kamar adik-adik nya.
"Kak Stella, apa kakak memerlukan sesuatu?" tanya Tanara
Stella meminta kartu uang sekolah kepada ke dua adik nya.
"Kakak lupa membayar uang sekolah kalian, besok kakak akan membayar nya dan kakak membutuhkan kartu sekolah kalian."
Tanara dan juga Amara memberikan kartu uang sekolah nya kepada Stella.
"Maafkan kakak, kakak melupakan kebutuhan sekolah kalian."
"Tidak apa-apa kak..Kakak juga lagi sakit kemarin."
"Andai paman dan bibi tidak mengambil uang tabungan mama dan papa mungkin kita enggak harus hidup susah seperti ini!" kesal Amara. Stella terkejut mengetahui jika tabungan yang di siapkan ke dua orang tua nya untuk ke dua adik nya di ambil oleh paman beserta istri nya
"Dia juga mau menguasai rumah kita kak..Jika tidak ada kakak kemarin, mungkin kami akan segera di tendang dari rumah ini." timpal Tanara kembali.
__ADS_1
Stella geram, sungguh serakah sekali paman dan bibi nya itu.. Seharusnya mereka menjadi pengganti ke dua orang tua nya yang bisa menjaga dan melindungi..Ini justru bersikap dzolim kepada anak yatim piatu.
"Kalian jangan khawatir, kakak enggak akan membiarkan kalian di perlakukan seperti itu lagi oleh paman dan bibi..Kakak juga akan pergi ke bank, untuk melapor hak yang tidak di berikan kepada kalian. Orang bank pasti memberikan itu kepada wali karena kalian masih di bawah umur." gumam Stella.