Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Sakit Hati


__ADS_3

Puluhan panggilan tak terjawab dari ponsel Aska, namun Stella membuang ponsel Aska tanpa sepengetahuan lelaki yang saat ini bersama nya.


Stella hanya perlu bersabar sedikit, ia juga tidak ingin rencana yang ia susun gagal atau terjebak oleh rencana yang ia buat sendiri.


"Aska aku ingin sekali makan itu!" Stella menunjuk warung ikan bakar untuk mengundur waktu.


Aska menghentikan mobil nya, ia pun memarkirkan mobil nya di lahan yang sudah di sediakan oleh pengusaha ikan bakar tersebut.


Ke dua nya keluar dari mobil, kebetulan Stella juga lapar. Ia pun memesan beberapa makanan untuk ke dua nya. Pandangan Aska tak terhenti menatap wajah cantik Stella.


Jika Aska tidak menodai Stella, mungkin Stella akan kembali jatuh hati kepada kelembutan Aska. Namun, perbuatan bejat Aska sudah membuat Stella benci kepada nya..


Stella memasang senyuman terpaksa, ia juga menunggu seseorang yang belum kunjung datang. Terlihat sekali kegelisahan di wajah Stella, Aska bertanya mengapa Stella merasa gelisah.


"Stella, mengapa kau gelisah sayang?"


"Em, begini. Kejadian ta-tadi, aku takut jika mami mu melakukan sesuatu kepada keluarga ku." ujar Stella memasang wajah polos nya, Aska meyakinkan Stella jika tidak akan terjadi apapun kepada keluarga Stella.

__ADS_1


Sebenarnya, Stella hanya memberikan alasan saja. Sebelum merencanakan itu semua, Stella sudah mempersiapkan perlindungan untuk anak dan adik-adik nya. Tentu Stella tidak melakukan itu sendirian, ia di bantu oleh Zidan dan juga Laras.


Makanan yang di pesan sebelum nya pun di hidangkan di depan Stella dan juga Aska.


Stella menikmati makanan itu dengan santai, sedangkan Aska tiada henti menatap wajah Stella.


Stella merasa jijik di tatap oleh pria brengsek, kebencian di hati Stella membuat cinta nya pudar untuk Aska.


"Jangan menatapku seperti itu, makan lah!" gumam Stella dengan dingin, Aska tersenyum dan menuruti permintaan Stella.


********


"Mami, masa depan ku." Lee menangis mengadu kepada Xiu, Xiu merasa sangat bersalah jika mengingat ucapan Lee tadi.


Ia menggenggam ke dua tangan nya dengan geram, Stella berani mempermalukan nya di depan banyak orang apalagi di depan para wartawan.


Keluarga Lesham Shaenette kini jadi perbincangan awak media, Xiu melempar barang-barang yang ada di sekitar nya.

__ADS_1


"Wanita kurang ajar! Lihat saja pembalasan ku!"


Xiu tidak habis pikir mengapa Stella begitu jahat kepada keluarga nya, bahkan di saat ia mulai menerima Stella dulu untuk jadi menantu. Stella pergi dari rumah dan menghancurkan hidup anak nya selama bertahun-tahun. Namun, sekarang di saat Aska ingin melanjutkan hidup nya dengan wanita lain. Stella hadir menghancurkan segala nya..


Bodoh nya Xiu yang tidak memperketat keamanan, ia terlalu meremehkan kemampuan Stella.


"Wanita itu sangat licik!"


Xiu menangis, suami nya memeluk Xiu dan menenangkan nya.


"Tenang kan diri mami! Papi yakin, dan percaya kebahagiaan anak kita ada di Stella."


Xiu menjauhkan tubuh nya dari sang suami, ia begitu kesal dan semakin marah. Mengapa suami nya selalu membela Stella.


"Jika kamu tidak bisa memberikan solusi, lebih baik diam! Aku membenci mu! Dasar suami nggak berguna. Apa kamu juga suka sama wanita murahan itu iya? Makanya terus saja membela nya."


Ucapan Xiu begitu pedas membuat papi Aska merasa sakit hati. Papi Aska pun berlalu pergi meninggalkan isteri nya tanpa mengucapkan satu kata pun.

__ADS_1


__ADS_2