Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Kebahagiaan Xiu


__ADS_3

Laras memberikan segelas air putih kepada Stella, betapa bodohnya ia karena sudah menyekolahkan anaknya di tempat Aska


Stella memaki dirinya berulang-kali.


"Aku bodoh! sangat ceroboh!" memukul kepalanya berulang-kali.


Laras dan Zidan mencoba menenangkan Stella, wanita itu terus saja memukuli dirinya. Usahanya selama bertahun-tahun seakan sia-sia begitu saja hanya karena kecerobohan yang ia lakukan.


"Aku enggak siap kalau harus kehilangan Zeline, dia anakku. Tidak ada yang bisa merebutnya dariku." suaranya begitu berat, air mata berlinang membasahi pipinya.


Laras memeluk Stella dengan erat, meminta wanita itu untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Zidan meminta kepada Laras untuk membawa Stella ke dalam ruangan, terlihat para karyawan yang bersedih melihat bos mereka seperti itu.


Walau Stella bukan pemilik cafe tersebut, namun Stella memiliki jabatan yang lebih tinggi.


"Kalian semua sebaiknya pulang saja, Cafe juga sudah saya tutup!"


Karyawan mengangguk, satu persatu meninggalkan cafe itu.


Suasana yang awalnya begitu bahagia, berubah menjadi kesedihan yang tak terbatas.


"Stella, tenangkan dirimu!" pinta Zidan.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tenang? Kalian mendengar apa yang dia katakan tadi."


Stella histeris, Laras tak pantang semangat meminta Stella untuk tenang, memberikan segelas air putih tadi. Perlahan Stella meneguknya sedikit demi sedikit.


Laras menangis melihat kesedihan dan penderitaan Stella.


Stella sudah cukup banyak menderita selama ini, mengapa penderitaan Stella selalu saja hadir?


Zidan dengan sikap menghubungi pengacara terbaik yang ia kenal. Bahkan meminta sepupunya untuk menangani kasus ini dengan baik.


Zidan mengatakan kepada Stella untuk tetap tenang.


******


"Mami!" teriak Aska dengan bahagia, Xiu yang mendengar teriakan anaknya tentu saja langsung menghampiri.


"Ada apa Aska?"


Aska memeluk ibunya dengan perasaan senang.


"Mi, cucu mami."


Xiu melepaskan pelukannya dari sang anak

__ADS_1


"Cucu? Maksud kamu apa?" Xiu masih bingung dan tidak mengerti dengan apa yang anaknya katakan.


Aska langsung menunjukkan hasil tes DNA dia bersama Zeline


"Mi, cucu mami. Ternyata anak yang Stella kandung memang anak Aska, cucu mami. Wanita cantik yang bernama Zeline Lesham Shaenette"


Xiu membacanya terlihat ukiran senyum di wajah Xiu. Hatinya senang karena memiliki cucu, pewaris keluarga mereka.


Xiu memeluk anaknya, walau ia sangat membenci Stella namun Xiu akan tetap menyayangi cucunya


Keduanya terlihat sangat bahagia, bahkan Aska meneteskan air matanya.


Xiu melepaskan pelukan mereka satu sama lain, menghapus air mata anaknya. Ia pun menangis, bukan menangis kesedihan! Melainkan air mata kebahagiaan.


"Mami sangat bahagia nak! Dan kita akan membawa cucu mami pulang kerumah."


Aska mengangguk, ia mengatakan akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Ia marah kepada Stella karena sudah memisahkannya dari sang anak selama bertahun-tahun.


Xiu pun mengatakan kepada anaknya jika mereka pasti akan mendapatkan hak asuh cucunya zeline.


Aska mengambil ponsel genggamnya, ia menunjukkan wajah Zeline karena memang beberapa waktu yang lalu. Mereka sempat mengambil potret bersama


Namun yang membuat Xiu bingung, mengapa Aska bisa sampai mendapatkan Poto bersama Zeline dan mengetahui jika Zeline adalah anaknya..

__ADS_1


Aska pun menceritakan segalanya kepada Xiu. Xiu terlihat sangat bersemangat, ia pun bersumpah kepada dirinya sendiri. Akan membalas perbuatan Stella selama ini,.tidak akan ia biarkan Cucunya bertemu lagi dengan Stella.


__ADS_2