
Stella terbawa emosi, mengapa Xiu memberikan berita bohong seperti itu. "Kalian semua berbohong! Kalian memberikan pernyataan yang bohong! Kenapa kalian berbohong, aku tidak pernah menikah dengan anak mu. Kau pembohong!" Stella mengamuk di depan televisi, mengapa Xiu dengan santai memberikan berita bohong seperti itu?
"Lihat lah! Dia seolah-olah menjadi orang yang paling baik, Zeline ku! Kita harus mengambil Zeline ku!"
Stella mengajak semua orang untuk mengambil Zeline namun Azriel melarangnya "Tolong tenangkan diri mu, Stella!"
"Bagaimana aku bisa tenang, ia sudah memperkenalkan anakku di depan media tandanya ia akan merebut Zeline dari ku menggunakan bantuan media!"
"Stella, tenanglah!"
"Aku tidak bisa tenang jika terus begitu!"
__ADS_1
"Kak, tenang lah! Bagaimana kita bisa mendapatkan solusi jika kakak panik seperti ini, kakak terbawa emosi. Jika kita datang ke sana, kakak pasti tidak bisa mengendalikan diri dan orang-orang akan mengira kakak itu adalah wanita yang sangat buruk. Aska dan mamanya akan menang melawan kakak di pengadilan nanti, karena pengadilan tidka akan membiarkan anak di asuh oleh ibu yang tempramental. Jadi tolong tenang lah!" Setelah sekian lama, akhirnya Amara bersuara
Ia tak tega melihat kakaknya seperti ini, karena yang ia tahu jika kakaknya adalah wanita yang penyabar.
"Kak, aku akan meminta bantuan kepada Darren. Aku yakin dia akan bisa membantu kita, namun kakak harus tenang!"
"Iya kak, kakak harus tenang. Kita sudah sholat dan berdoa kepada Allah untuk diberikan yang terbaik. Mengapa kakak masih saja gelisah?"
Stella mengambil nafas dengan perlahan, tangannya gemetar. Ia bingung, entah mengapa hatinya merasa ragu padahal semua sudah meyakinkan nya.
"Aku takut, jika mereka merebut anakku!"
__ADS_1
"Tidak! Semua tidak akan terjadi, kakak harus memiliki keyakinan jika Zeline akan kembali kepada kita, sudah lah kak! Mau sampai berapa lama mereka bertahan dengan sandiwara mereka!"
Stella melihat siaran tv, Xiu menggendong Zeline dengan wajah yang sumriah. Kini, Zeline sudah di akui oleh seluruh keluarga Aska bukan hanya kerabat namun juga rekan-rekan kerja dan media.
"Lihat lah mereka dengan bangga memperkenalkan anakku. Padahal dulu, mereka ragu jika itu bukan keturunan mereka cih!"
"Kak, sudah!"
Azriel, Amara, Tanara dan juga Rani melihat Stella yang sudah berubah. Kini dirinya sangat mudah emosi dan juga ucapannya sangat jauh berbeda tidak seperti dulu yang begitu tenang dan penuh kasih dan sayang. Bahkan Stella tidak pernah membenci orang yang sudah menyakitinya namun mengapa Stella sangat jauh berubah? Dia sangat kasar, bahkan berani bersikap kasar kepada orang yang lebih tua.
Stella masih gelisah, namun ia masih mendengarkan ucapan Azriel dan adik-adiknya. Ia pun menghubungi Laras dan Zidan untuk membantunya. Mereka sudah mengatakan akan membantu Stella
__ADS_1
Kini wanita itu bisa bernafas sedikit dengan tenang. Namun sebelum keputusan hakim di tentunya, hatinya masih sangat gelisah