Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Keributan


__ADS_3

"Jangan khawatir nak, kita akan merebut hak asuh cucu Mami."


Lee datang dan masuk ke rumah Xiu, mendengarkan percakapan Xiu dan juga Aska.


Ia mengepalkan kedua tangannya dengan geram, jika Aska sudah memiliki anak dan Xiu sudah memiliki cucu maka posisi dirinya akan segera tergeser. Xiu akan fokus dengan cucunya, pewaris kekayaan mereka.


"Sial! Aku harus melakukan sesuatu!"


Lee segera pergi dari tempat itu, ia harus bertindak cepat. Ia tidak boleh membiarkan Stella dan juga anaknya masuk di kehidupan Aska dan Xiu.


Lee melajukan mobilnya dengan tergesa-gesa. Ia tidak mau jika kalah dalam mengambil langkah


"Aku sudah menghabiskan waktu yang lama, tidak boleh ku biarkan mereka masuk kedalam keluarga Aska."


Lee pusing memikirkan itu semua, apalagi ia melihat Xiu begitu semangat membahas cucunya.


Ia pun memukul stir mobil dengan perasaan marah.


******

__ADS_1


Stella pulang ke rumah, diantar oleh Laras dan juga Zidan. Sebelum pulang ke rumah, Stella terlebih dahulu menjemput anaknya dari sekolah.


Di dalam mobil, Stella memeluk anaknya dengan erat sambil meneteskan air mata.


"Mama, kenapa menangis?" tanya Zeline bingung, ia pun menghapus air mata mamanya.


"Mama jangan sedih." Zeline memeluk mamanya dengan erat.


Stella membalas pelukan anaknya, seakan ia tidak ingin melepaskan sang anak.


"Sayang, jangan tinggalin mama ya. Kamu dunia mama, kehidupan mama,"


"Zeline enggak akan ninggalin mama, kenapa mama bicala sepelti itu?" Stella tidak menjawab ucapan anaknya. Ia sangat takut, Zidan dan Laras kembali meyakinkan Stella jika ia tidak akan kehilangan Zeline.


Laras pun meneteskan air matanya. Ia tak kuasa harus mengatakan apa kepada Zeline walau ia belum memiliki anak. Namun Laras memahami apa yang Stella rasakan.


"Mama enggak apa-apa sayang! Mama hanya menyayangi Zeline. Terlalu mencintai dan menyayangi Zeline sebab itu mama takut kehilangan kamu."


Zidan pun memberikan penjelasan kepada Zeline, ia juga tidak sanggup jika mengatakan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Ma, tau enggak? Tadi ada om baik, Zeline dekat banget sama dia. Telus dia nanya mama, nanya siapa nama papa zeline dan selama ini Mama dan Zeline tinggal dengan siapa. Om Aska baik ma, selalu membela Zeline kalau gulu jahat. Dan om Aska selalu menemani Zeline jika di jam istilahat."


Stella melepaskan pelukannya dari sang anak, ia memegang kedua pipi Zeline. Menatap kedua mata anaknya


"Mulai sekarang kamu enggak boleh lagi dekat-dekat dengan orang itu paham! Dan kenapa kamu enggak pernah cerita ke mama Zeline!"


Stella sedikit meninggikan suaranya, Laras menenangkan Stella.


Zidan menghentikan mobilnya, Laras yang awalnya duduk di kursi depan. Turun dari mobil dan pindah ke kursi belakang, ia takut jika Stella membuat Zeline merasa takut.


"Kenapa ma? Om Aska itu baik!" Zeline protes kepada mamanya karena menurutnya Aska itu memang baik, mengapa Mamanya melarang untuk ia dekat dengan Aska.


"Pokoknya Zeline enggak boleh dekat-dekat dengan orang itu, paham!"


"Enggak mau! Zeline tetap akan dekat sama om Aska, om Aska itu baik!"


"Cukup Zeline!" Stella ingin melayangkan tangannya ke wajah Zeline namun Laras langsung menahan tangan Stella.


"Hentikan Stella! Jangan keterlaluan, dia ini anak kamu, kenapa kamu bersikap kasar kepadanya kamu ingat jika kamu itu ibu yang lembut!" Laras tidak segan-segan memperingati Stella sahabatnya itu.

__ADS_1


Zeline berteriak dan mengatakan jika mamanya jahat, Stella tersadar. Ia pun meminta maaf kepada anaknya namun Zeline memeluk Laras.


"Mama jahat! Zeline enggak mau bicala sama mama!"


__ADS_2