
Stella pulang ke rumah nya, ia mendekati anak nya yang mengomel dari tadi.
"Sayang nya mama kenapa kok marah-marah?"
Zeline ingin protes kepada mama nya, namun di tahan oleh Rani. Rani tidak mau ada keributan lagi, diri nya juga tidak masalah dengan semua hal itu.
"Tidak apa-apa kak. Zeline hanya kesal kepada ku saja."
"Kalian ini, selalu saja bertengkar. Yasudah sebentar ya, mama mau membersihkan tubuh mama dulu. Setelah itu, mama akan memasak makanan kesukaan kalian."
Stella berlalu pergi meninggalkan Zeline dan Rani. Wajah Zeline cemberut, ia begitu emosi. Rani menenangkan Zeline
"Zeline, kita harus belajar sabar sayang. Kalau Zeline marah-marah terus nanti Zeline nya mami cepat tua Lo."
Rani memang lebih banyak sabar sekarang, ia belajar dari Stella yang lebih memilih diam daripada harus mencari keributan. Menurut nya, hati nya jauh lebih tenang saat memilih untuk mengalah daripada harus bersikap bar-bar lagi.
Ia mengerti sekarang, mengapa kakak nya Stella terlihat bersinar wajah nya. Karena kakak nya selalu memilih untuk memaafkan dan meminta maaf walau diri nya tidak salah.
__ADS_1
Zeline masih saja cemberut, Rani melanjutkan pekerjaan nya. Ia tidak mau jika Stella yang mengerjakan ini semua..
Di dalam kamar, Stella terduduk di tepi ranjang. Ia mengambil nafas panjang, dahi nya berkeringat dingin. Stella bangkit, melangkah kan kaki nya ke cermin rias nya.
Stella memandangi wajah lalu berpindah menatap ke dua telapak tangan nya yang gemetar. Ia seperti kehilangan jati diri nya.
Seperti Stella kehilangan semua norma-norma yang selama ini ia bangun, mengapa ia bisa melakukan hal sejahat itu?
Stella berteriak, seakan depresi dengan semua nya. Ia pun tidak mau jahat kepada orang lain. Namun, prilaku Aska dan keluarga nya sudah membuat Stella berubah menjadi Stella yang sangat buruk.
"Aku begitu buruk, bagaimana bisa aku seorang wanita mengacaukan kebahagiaan wanita lain di hari pernikahan nya sendiri?" ujar Stella dengan suara yang berat
Namun, Stella kembali mengingat bagaimana Aska, Lee dan Xiu yang mempermainkan diri nya, bahkan mempermalukan nya di tempat kerja.
Xiu dan Lee yang selalu menganggap nya penggoda, mempermalukan Stella di depan umum dan juga Aska yang berprilaku buruk, ia menodai Stella dengan paksa bahkan dua kali dalam sehari.
Stella menjatuhkan tubuh nya ke lantai kamar, ia bingung. Hati nya berontak, karena perbuatan nya itu. Namun, akal sehat nya memaksa nya untuk membalas semua perbuatan mereka.
__ADS_1
Kini, Stella berperang dengan diri nya sendiri.
Stella, wanita murahan keluar kamu!
Stella bangkit, menghapus air mata nya sangat mendengar seseorang berteriak menggunakan toak memanggil nama nya. Tentu saja membuat nya kedengaran sampai kamar.
Stella keluar dan menghampiri suara tersebut. Sebelum keluar Rani dan Zeline yang masih ada di ruang makan pun di perintahkan oleh Stella untuk masuk ke kamar. Ia juga menyampaikan kepada Rani agar menyuruh Amara, Tanara dan Zeline tidak ke luar apapun yang terjadi.
Rani mengangguk, Stella terlihat sangat berbeda dari raut wajah nya. Ia kembali murka, Stella juga tau ini ulah siapa.
Stella keluar setelah memastikan anak dan adik-adik nya masuk ke dalam kamar. Ia menghampiri wanita cantik yang berdiri di depan rumah nya.
"Akhir nya keluar juga kau Pelakor!"
Prak!
Stella mengambil toak yang berada di tangan wanita itu dan menghancurkan nya.
__ADS_1