
Sementara itu, di rumah Rani merasa sangat bosan sekali. Ia tak tahu harus melakukan apa, ia memilih untuk jalan-jalan sebentar di dekat rumah.
Rani menutup dan mengunci pintu, ia berjalan mengelilingi lingkungan terdekat. Seorang pria remaja seusia nya tak sengaja menabrak tubuh nya yang ramping itu hingga terjatuh.
"AW!" Rani segera bangkit, membersihkan dengkul yang yang sedikit terluka, ia mendongakkan wajah nya. Menatap pria itu dengan kesal.
"Apa kau tidak memiliki mata?"
"Maaf kan aku, ak-aku."
"David!" panggil seorang pria bertubuh besar seakan mengejar nya, setelah meminta maaf. Pria itu langsung lari, Rani memanggil nya namun tak ada jawaban. Dengan kesal, Rani kembali berjalan-jalan.
Pria bertubuh tegap itu melewati Rani, gaya nya begitu sangat seram. Rani yang melihat nya begitu merinding, banyak tato di sekujur tubuh pria tegap yang mengejar pria yang menabrak diri nya.
Rani memilih berlari, ia tak ingin jika pria bertubuh tegap itu justru mengincar diri nya. Melihat penampilan yang begitu menyeramkan bisa saja jika pria itu penculik. Rani memiliki juru bela diri, namun menghindar jauh lebih baik.
**********
Di mansion
Lee mencari keberadaan Xiu. Mami nya Aska, ia pun menceritakan segala nya jika mereka barusan bertemu dengan Stella. Mantan kekasih Aska yang dulu tengah hamil, bahkan mereka hampir menikah.
Xiu yang mendengar itu merasa sangat terkejut, bukan kah Stella telah lama meninggalkan kota ini. Bahkan beberapa tahun yang lalu, mereka sempat bertemu di luar kota. Lalu mengapa Stella kembali lagi ke sini?
Sial! Xiu mengumpat di dalam hati, kehadiran Stella membuat Xiu tidak tenang. Ia memikirkan anak nya, pasti Aska akan kembali bersedih.
"Wanita tidak tahu diri itu! Kenapa dia bisa kembali?"
__ADS_1
"Mi, bagaimana ini? Apa tidak sebaik nya pernikahan ku dengan Aska di percepat? Aku nggak mau kalau wanita itu merebut Aska ku."
"Tenang lah, Sayang! Mami akan bicara dengan Aska, agar pernikahan kalian di percepat." Lee begitu bahagia mendengar ucapan Xiu. Walau ia tak tertarik atau tidak menyayangi ibu nya Aska, namun berkat ibu nya Aska. Diri nya bisa bersama dengan Aska.
Lee juga selalu pintar mencari hati Xiu. Lee berharap agar pernikahan nya dengan Aska segera di laksanakan. Dengan itu, Lee tidak perlu berpura-pura lagi dengan Xiu.
Xiu yang sedang memikirkan cara untuk menyingkirkan Stella pun terdiam, bagi nya Stella adalah pengacau untuk hidup sang anak.
Karena Stella, anak nya Aska menjadi pria yang begitu pendiam dan pemurung. Xiu tidak bisa melupakan bagaimana putera nya melalui hari-hari terpuruk karena di tinggal oleh Stella. Hati Xiu menjadi marah.
Xiu berlalu pergi meninggalkan Lee di ruang keluarga, ia naik ke atas menuju kamar Aska. Terlihat Aska sedang diam memikirkan sesuatu, Xiu mendekati anak nya.
"Aska." panggil Xiu, ia duduk di samping sang anak. Aska menoleh, tersenyum pada mami nya.
"Iya, Mi?"
"Bicara saja mi, Aska akan mendengar kan nya."
"Sayang, umur mami sudah tidak muda lagi loh, jadi mami memutuskan untuk mempercepat pernikahan mu dengan Lee. Mungkin, Minggu depan kalian bisa menikah."
Aska yang terkejut, menoleh ke arah mami nya. Seakan meminta penjelasan. Ia kaget, kenapa harus secepat itu. Banyak persiapan yang belum di lakukan, bahkan diri nya sendiri pun tidak siap menikahi Lee.
"Mi, ada apa? Itu bukan kah terlalu mendadak loh. Bahkan, Aska belum memikirkan itu semua. Pernikahan ini bisa kita lakukan satu atau dua tahun kedepan."
"Itu terlalu lama Aska! Mami sudah tak muda lagi, mami semakin tua. Mami juga ingin menimang cucu, bermain dengan cucu! Lebih cepat juga lebih bagus lah, mami bisa dengan cepat menimang cucu." ujar Xiu.
Sebelum nya, Lee sudah meminta kepada diri nya untuk tidak membahas tentang Stella. Menyebut nama wanita itu akan membuat Aska teringat padanya.
__ADS_1
"Aska tahu mi, tapi Aska nggak bisa kalau Minggu depan. Itu terlalu cepat, bahkan kita belum menyiapkan segala nya."
"Itu tidak terlalu cepat! Bahkan, besok juga bisa. Kamu nggak perlu khawatir loh tentang persiapan. Kita banyak orang, banyak uang. Segala nya bisa di lakukan dalam waktu satu malam saja. Jadi, seminggu itu waktu yang tepat."
"Mi."
Xiu tak ingin mendengar kan ucapan anak nya, ia menutup mulut anak nya, dan mengatakan untuk tidak membantah diri nya.
"Hanya mami yang tahu apa yang terbaik untuk kamu, jadi tolong jangan membantah. Besok, lusa, Minggu depan, bulan depan itu sama saja. Jangan mencari alasan lagi! Mami nggak mau dengar. Pokok nya kamu harus menikah dengan Lee Minggu depan!"
Aska merasa frustasi dengan tuntutan sang ibu, bagaimana bisa ia menikahi wanita yang bahkan ia tidak memiliki perasaan sedikit pun. Bahkan, diri nya tak pernah berniat untuk menikah dengan Lee.
Namun, paksaan ibu nya membuat Aska tidak berdaya. Lima tahun lalu, Aska pernah berjanji pada sang ibu untuk akan melakukan apa saja yang ibu nya perintahkan. Ia tidak akan membantah sedikit pun, Aska tidak mau mami nya melakukan upaya bunuh diri lagi seperti lima tahun yang lalu.
"Aska, mami adalah ibu kandung kamu! Mami yang melahirkan dan membesarkan mu. Mami nggak akan atau melakukan hal yang membuat kamu merasa menderita. Apa yang mami lakukan demi kebaikan kamu, mami nggak mau lihat kamu hancur seperti dahulu. Hanya mami dan cuma mami yang bisa memahami penderitaan kamu! Jadi, tolong dengarkan mami ya?"
Aska mengangguk, msmbuat Xiu senang. Ia langsung memeluk putera satu-satu nya.
Papa Aska yang melihat kelakuan isteri nya merasa sangat marah, tak seharusnya Xiu melakukan kehendak nya sendiri tanpa bertanya apakah anak mereka bahagia atau tidak.
Namun, apa yang bisa ia lakukan. Aska juga selalu menuruti permintaan yang tak masuk akal dari mama nya. Jika dia berdebat, anak nya akan membela sang istri. Diri nya berharap, agar Stella kekasih sang anak yang dulu bisa segera kembali. Semenjak kepergian Stella, Aska seakan kehilangan semangat hidup nya.
Bahkan, ia tak bisa mengambil keputusan untuk diri nya sendiri, semua nya di kendali kan oleh sang mama, Xiu.
Xiu tersenyum licik, ia memeluk anak nya itu.
"Mami sangat sayang dengan kamu, mami tidak akan membuat kamu menderita seperti wanita itu, Sayang. Kamu hanya perlu percaya dengan mami, Lee adalah wanita terbaik untuk mu. Lihat, dia sudah menemani mu beberapa tahun ini, ya mami akui dia sangat manja. Tapi, dia akan bisa mengurus mu dengan baik."
__ADS_1