Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Membersihkan Diri


__ADS_3

Aska terbangun dari tidur nya, ia memegang kepala nya yang begitu terasa pusing


"Kenapa aku ada di sini?" ia mengingat kejadian kemarin, yang membuat diri nya ada di sini. Terlintas kejadian yang ia lakukan oleh Stella terbenam di pikiran nya.


"Astaga, apa yang sudah aku lakukan pada nya. Bodoh aku!" Aska memukul kepala nya bertubi-tubi, ia merasa sangat bersalah walau ia melakukan itu tidak sengaja.


"Aku harus menemui nya sekarang," Aska segera beberes untuk menemui Stella. Ia akan meminta maaf kepada kekasih hati nya itu.


Maaf kan aku Stella, tidak seharusnya aku menodai mu apalagi kau sudah memiliki suami


*******


Stella yang sudah sampai di halaman rumah nya pun mencoba untuk bersikap biasa saja walau tangan nya begitu gemetar. Ia masuk ke dalam rumah, terlihat anak dan adik-adik nya sedang menunggu diri nya.


kakak dari mana saja?

__ADS_1


*Mengapa kakak terlihat begitu berantakan?


Mama di mana belanjaan mama*?


Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang di berikan oleh anak dan adik-adik nya namun Stella mencoba untuk tersenyum kepada mereka. Bagaimana ia bisa menjelaskan apa yang telah terjadi. Bahkan ia sendiri berharap itu tidak pernah terjadi.


"Ma-ma-maaf t-t-tadi ada-ada kecela-kaan k-kecil, dan b-b-belanja-aan nya t-terjatuh." jawab nya terbata-bata. Bahkan Stella tak sanggup untuk berkata apapun lagi.


Rani dengan sikap memeluk kakak nya, ia menyuruh Stella untuk mengganti pakaian nya namun Stella menghindar dari Rani. Rani yang melihat penolakan dari sang kakak merasa sedih, apakah Stella marah padanya?


Stella tidak membenci kepada Rani, ia hanya merasa tidak pantas di sentuh lagi oleh siapapun. Diri nya sudah sangat kotor.


Dengan tangan yang gemetar, ia menutup dan mengunci pintu kamar nya, ia pun menjatuhkan tubuh nya di lantai kamar. Begitu rapuh hati nya, ia pun menangis dalam diam nya. Ia tak mau ada yang mendengar suara tangisan nya itu.


****

__ADS_1


Rani menangis, ia sedih karena Stella menolak diri nya. Tanara dan Amara mencoba menghibur Rani.


"Kakak mengatakan jika ada kecelakaan, mungkin kakak masih trauma. Kak Rani jangan ambil hati dengan sikap kak Stella ya?" ucap Tanara sambil tersenyum, Tanara juga memeluk Rani dengan erat.


"Iya, jangan sedih lagi ya kak Rani. Kak Stella membutuh kan waktu." timpal Amara kembali yang mencoba menghibur Rani. Rani pun mengangguk, ia melepaskan pelukan nya dari Tanara juga Amara.


Rani mengajak Zeline untuk masuk ke dalam kamar "Zeline kita tidur yuk? Mama kelihatan sangat lelah."


Zeline pun mengangguk, mengikuti mami nya Rani.


"Mami, kenapa mama begitu?"


"Mami juga tidak mengerti Zeline, besok kita tanya kepada mama ya?"


Zeline mengangguk, ia pun tak mau membuat Rani makin bersedih, sesampai di dalam kamar Rani meminta Zeline untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum tidur.

__ADS_1


Zeline anak yang begitu pintar, ia melakukan nya sendiri tanpa bantuan dari mama atau mami nya.


Stella terus saja menangis di dalam kamar nya, ia membersihkan tubuh nya yang begitu kotor.


__ADS_2