
Kimberly yang membaca pesan dari Amara pun tersenyum puas.
"Amara, kau memang polos. Polos dan bodoh haha!"
Kimberly pun tertawa dengan kencang. Ia terdiam, ketika ada yang mengetuk pintu nya.
"Kenapa kau ada di kamar ku?"
"Kamar mu? Hey! Kau harusnya tau diri! Untuk apa kau kembali?" ujar Kimberly yang tak mau kalah.
"Dasar tidak tahu diri!"
"Cukup Lee!" terdengar suara wanita paru baya yang mengehentikan Lee.
Ternyata, Kimberly adalah adik Lee. Namun, ke dua orang tua nya lebih menyayangi Kimberly ketimbang Lee.
"Kenapa kamu mau memukul adik mu?"
Lee menoleh dengan jengah, ia pun mengatakan jika ini adalah kamar nya. Dan tidak ada yang berhak menempati kamar nya.
__ADS_1
"Cukup Lee! Kamu memang anak yang tidak tahu diri, mama sudah membesarkan mu saat kau masih kecil. Tapi, ini balasan mu kepada anakku!"
"Karena memang anakmu yang salah ma!"
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Lee. Ia menatap ibu nya dengan penuh kebencian.
"Kamu selalu saja membela nya, aku juga anak mu ma! Dan, ini memang kamar ku kan? Kenapa dia di sini?"
"Kamar mu? Ini bukan kamar mu lagi, kau memilih pergi dan tinggal di apartemen bukan? Lalu, mengapa kamu pulang?"
"Terserah aku! Ini juga rumah aku! Dan jika kalian mati, aku juga memiliki hak atas rumah ini." ujar Lee dengan tidak sopan nya.
"Memang! Memang aku mau pergi, aku hanya ke sini sebentar untuk mencari berkas yang ku perlukan untuk pernikahan ku nanti. Jadi, aku ke sini hanya karena terpaksa. Kamu mengerti mama aku juga tidak suka di rumah ini!"
"Oh, kamu kesini mau mengambil berkas? Mama sudah memindah kan nya di ruangan papa mu. Dan apa kata Xiu? Bilang mama tidak bisa mengurus karena di luar negeri ya, sayang?"
Lee tak menggubris ucapan Mama nya, ia berlalu pergi menuju ruangan sang papa untuk mengambil berkas yang di perlukan.
__ADS_1
"Sial sekali rasa nya pulang ke rumah seperti neraka ini, ****!" Lee menggerutu dengan kesal. Melangkah kan kaki nya dengan emosi.
Lee masuk ke ruangan papa nya, ia begitu lega karena papa nya tidak ada di ruangan itu.
Segera Lee mengambil berkas tersebut, dan segera melajukan mobil nya untuk segera pergi dari rumah yang ia anggap sebagai neraka.
Kimberly yang kesal pun membanting pintu kamar tanpa menoleh ke arah mama nya. Sang mama segera masuk, menghampiri Kimberly yang sedang ngambek.
"Hey cantik, kenapa marah? Sudah lah, dia hanya mengambil berkas. Sebentar lagi dia akan menikah jadi kau tidak perlu kesal. Ia tidak akan datang lagi ke sini. Sudah ya cantik?"
"Mama, kenapa mama nggak usir dia aja dari sini? Aku sungguh kesal dengan nya dia sudah merusak suasana hati ku ma."
"Sudah lah, Lim. Jangan kesal seperti itu."
Lim adalah nama Chinese dari Kimberly.
Kimberly langsung memeluk mama nya, setidak nya pelukan hangat dari sang mama sangat menyejukkan hati nya.
Walau Kimberly anak yang nakal, dia tidak akan menyakiti atau bersikap kurang baik kepada mama nya.
__ADS_1
"Mama, maafkan Kimberly jika tadi Lim membanting pintu nya. Lim sungguh sangat menyesal mama."
"Tidak masalah, sayang. Kamu santai saja oke? Sudah jangan marah-marah lagi. Dia juga sudah pergi untuk apa kamu kesal?"