
Aska menerima hasil tes DNA tersebut dan terkejut nya ia jika Zeline memang terbukti anak nya.
Kemarahan Aska murka, ia tidak mengerti apa yang ada di pikiran Stella.
Dan mengapa Stella harus melakukan kebohongan sebesar ini? Apa tujuan nya.
Aska tidak mau mengambil pusing, ia langsung memutuskan untuk menemui Stella di kerjaan nya.
Aska tau jika Stella pasti bekerja, di cafe Aska meminta karyawan untuk memanggil Stella.
Stella ke luar karena karyawan mengatakan ada customer yang mencari diri nya.
Ia kaget melihat Aska, namun Stella berusaha tersenyum. Ia mengira jika permainan nya harus ia mulai tanpa ia tau jika Aska sudah mengetahui jika Zeline adalah darah daging Aska.
Stella menghampiri Aska dan memberikan sapaan yang ramah. Ia pun sebenarnya sudah sangat muak dan membenci Aska. Namun ia harus bersikap manis kepada pria itu untuk membalas setiap rasa sakit nya.
"Silahkan duduk, Aska!"
__ADS_1
"Sudah cukup drama mu!" bentak Aska, Stella namun berusaha tenang ia hanya menganggap jika Aska hanya mengetahui rencana Stella.
Stella pun hanya tersenyum sinis.
"Baguslah jika kau sudah tau. Aku juga tidak perlu berlama-lama lagi bersandiwara!" ketus Stella menatap Aska dengan tajam
Aska melempar surat yang berisi hasil tes DNA itu kepada Stella.
Stella dengan santai membuka selembar kertas itu, betapa terkejut nya ia melihat isi dari surat itu.
Dan habis lah semua nya, jika Aska dan keluarga nya mengetahui ini semua pasti mereka akan merebut zeline dari pelukan Stella.
"Apa ini hah!" teriak Stella, ia sangat takut jika Putri nya di rebut oleh Aska dan juga keluarga Aska.
"Mengapa kau melakukan ini Stella? Aku sudah mengetahui semuanya. Mengapa kau pisahkan aku dengan anak kandung ku sendiri? Kenapa?"
Stella masih terdiam, mata nya berkaca-kaca. Rahasia yang ia sembunyikan selama bertahun-tahun kini terbongkar.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti maksud mu. Itu anak ku bersama suami ku jangan ngaco kamu!" jawab Stella dengan gugup
Aska tertawa keras
"Jangan berusaha membohongi ku lagi Stella. Aku sudah tau semua nya. Dan dunia ini memang sempit. Kau tau? Zeline sekolah di tempat ku. Aku pemilik sekolah itu, dan aku mengambil sehelai rambut nya untuk melakukan tes DNA. Dan satu lagi, aku sudah bertanya kepada nya dan ia mengatakan jika kalian tidak pernah tinggal bersama laki-laki. Itu tanda nya kau tidak menikah Stella. Mengapa kau melakukan ini? Apa kesalahan aku?"
"Sudah cukup! Hentikan semua omong kosong mu. Jangan mengaku lagi anakku itu anakmu, zeline anakku!" keributan terjadi membuat Laras dan Zidan menghampiri Stella.
Para pengunjung juga melihat pertengkaran itu, Zidan meminta maaf kepada para pengunjung dan meminta mereka semua untuk meninggalkan tempat nya.
Cafe langsung saja bubar.
Zidan meminta karyawan untuk menunggu di luar pintu dan mengatakan jika cafe harus segera di tutup. Ia pun meminta karyawan segera pulang selesai berbenah.
Kekacauan terjadi membuat Zidan harus menutup cafe nya. Ia tidak merasa keberatan, ia hanya ingin masalah pribadi Stella harus privat. Tidak ada boleh yang mendengar karena itu akan menghancurkan nama baik Stella.
Zidan tidak mau jika itu terjadi
__ADS_1