Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Tanara Dan Amara


__ADS_3

Stella masuk ke dalam rumah nya, ia ingin semua nya segera berakhir. Dan Aska atau pun keluarga nya tidak mengganggu kehidupan nya lagi.


Zidan sudah mengetahui apa yang Stella lakukan di hari pernikahan Aska. Ia pun berjanji kepada Stella akan melindungi Stella.


Ia pun memerintahkan anak buah nya untuk memberi pelajaran kepada Aska agar tidak mengganggu Stella.


*****


Di sisi lain, Darren memandang Poto Amara dari ponsel milik nya. Ia pun tersenyum sendiri, begitu imut nya bocil ini.


Semenjak mengenal Amara, Darren sudah tidak tertarik berhubungan dan mengenal wanita lain.


Hati nya kepada Amara, walau ia harus menahan nafsu nya saat bertemu dengan Amara.


Ia pun mengirimkan pesan kepada Amara.


Cil, nanti malam temani aku makan malam. Bersiap lah, aku akan menjemput mu ~Darren


Amara membuka ponsel nya yang bergetar, ada pesan masuk dari nomer yang ia kenal.


Amara menarik nafas nya dengan panjang, ia kesal melihat Darren yang tidak pernah membiarkan nya hidup tenang.

__ADS_1


"Mengapa dia tidak membiarkan aku hidup tenang?"


Keluh Amara sendiri, Amara tidak habis pikir. Mengapa makan malam saja harus bersama nya, lagipula. Darren selalu cuek kepada nya.


Amara merasa frustasi. Namun, ia pun tidak ada pilihan selalu menuruti permintaan Darren.


"Kak, kenapa terlihat kesal begitu?" tanya Tanara. Amara pun menggeleng, mengatakan ia baik-baik aja.


"Ti-tidak!" jawab nya gugup, namun Tanara tau jika kakak nya itu berbohong.


"Kakak jangan bohong, kakak udah punya pacar ya?"


Cie...Cie...


"Isshh, apaan sih dek. Kamu ini!"


Tanara masih saja meledek, Amara sangat malu.


Namun, ia juga tidak mau berbagi kepada Tanara. Menurut Amara, Tanara hanya perlu fokus kepada sekolah dan pelajaran nya saja.


Jika Amara mengatakan nya kepada adik nya Tanara, itu akan membebani pikiran Tanara dan akan membuat Tanara pasti tidak fokus belajar.

__ADS_1


"Kak, aku harus bayar uang ujian."


"Kak Stella enggak kasih?" tanya Amara, Tanara menggeleng.


"Kak Stella bukan enggak kasih, tapi Tanara enggak minta. Kan kak Stella baru baik sakit, dan enggak masuk kerja juga. Tanara segan untuk meminta kepada nya, namun Tanara juga bingung."


"Sudah, jangan bingung. Nanti kakak akan memikirkan cara untuk membayar uang ujian mu."


Tanara mengangguk, memeluk kakak nya. Selain Stella, Amara juga sangat menyayangi dan memanjakan Tanara.


Amara terdiam sejenak, ia pun tidak tau harus mendapat kan uang dari mana.


Apa mungkin ia harus meminta kepada Darren? Namun, Amara bingung dan takut.


Tapi, jika Amara tidak meminta tolong kepada Darren dia harus meminta tolong kepada siapa lagi.


Yang di katakan oleh Tanara itu benar. Kakak mereka baru baik sakit dan sudah beberapa hari tidak masuk kerja, mereka tidak mungkin membebani pikiran Stella lagi.


Apalagi, terdengar orang-orang yang datang seperti nya mencari keributan kepada kakak mereka.


Amara mulai kasihan kepada kakak nya, mengapa orang-orang selalu bersikap jahat kepada kakak nya. Padahal, Tanara dan Amara tau jika kakak nya tidak pernah menyakiti atau mengganggu orang lain. Namun, mengapa orang selalu menyakiti kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2