Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Pertemuan Setelah Beberapa Tahun


__ADS_3

Stella yang masuk ke dalam ruangan pun, teringat dengan anak nya. Ia tidak pernah berpisah dengan Zeline sebelum nya namun karena tuntutan kehidupan ia harus rela berpisah dengan sang anak beberapa jam.


Stella melihat jam di dinding pukul sepuluh pagi, ia memikirkan anak nya sedang apa saat ini.


Tok! Tok!


Suara ruangan berbunyi, memecah kan lamunan Stella akan anak nya. Ia pun mempersilahkan karyawan tersebut untuk masuk. Karyawan itu memberikan segelas teh di meja Stella. Tak lupa, wanita itu mengucapkan kata terimakasih kepada karyawan.


"Saya permisi, Bu."


"Iya,"


Karyawan itu pun ke luar dari ruangan. Stella meneguk teh itu perlahan, rasanya begitu nikmat. Tak salah, Zidan memilih karyawan, selain ramah-ramah dan baik. Karyawan nya juga begitu pintar membuat minuman.


Di sisi lain, Zeline sedang berjalan mengelilingi sekolah itu, ia ingin mencari di mana perpustakaan. Pelajaran yang di berikan oleh guru nya begitu mudah dan membosankan. Karena di usia lima tahun, Zeline sudah mempelajari pelajaran sekolah menengah pertama (SMP) hal itu yang membuat nya kehilangan selera untuk belajar TK. Ingin rasanya Zeline meminta kepada sang mama langsung duduk di sekolah menengah pertama.


Bruak!


Tak sengaja, Zeline menabrak seseorang. Ia mendongak kan wajah nya ke atas, untuk melihat siapa yang ia tabrak. Pria gagah yang memakai jas hitam dan kacamata itu pun menunduk, membuka kaca mata nya lalu menatap Zeline.


Orang itu tidak lain adalah Aska, Aska pemilik sekolah TK ini. Dan, kedua nya tidak tahu jika mereka memiliki ikatan darah ayah dan anak.

__ADS_1


"Maaf, Paman. Zeline tidak sengaja,"


Aska tak membalas ucapan nya, bahkan menatap nya dengan tajam. Zeline yang tidak suka di tatap deperti itu pun merasa kesal, padahal Zeline sudah meminta maaf kepada Aska, namun Aska yang menyebalkan membuat Zeline merasa geram.


Ia pun tak perduli, dengan Aska lalu meninggalkan Aska sendirian. Aska yang menatap pergi Gadis kecil itu seakan memiliki ketertarikan. Hanya gadis itu yang tak memuji diri nya saat bertemu. Bahkan, tatapan mata Zeline seakan tidak ada kekaguman sedikit pun untuk Aska.


"Hey, tunggu!" teriak Aska, Zeline tak mendengar nya dan memilih untuk pergi.


"Dasal paman sombong, kan aku udah minta maaf!" gerutu Zeline sembarangan, suara nya terdengar di telinga Aska. Aska memilih untuk berjalan mendekati Zeline. Namun, panggilan dari Lee mencegah Aska.


"Sayang, kamu dari mana? Aku nyariin loh!" ujar Lee yang menggelayutkan tangan Aska.


Aska sedikit risih, namun ia pun tak menolak. Aska tidak mau membuat tunangan nya itu merasa kesal atau sedih. Pandangan Aska tertuju kepada gadis kecil yang tadi menabrak diri nya. Seakan ada ketertarikan sesuatu.


"Apakah pekerjaan mu di sini udah selesai? Aku begitu bosan. Lagipula, sebentar lagi aku akan ada pemotretan. Kau mau kan menemani ku?"


"Maaf, Lee. Aku sangat sibuk hari ini, kau sendiri saja ya?" Lee pun cemberut, tak menyukai penolakan dari tunangan nya itu. Aska yang tidak mau masalah ini sampai ke mami nya pun memilih mengalah dan mengiyakan ajakan Lee. Dengan hati yang begitu senang, Lee mengucapkan terimakasih lalu mengecup pipi Aska.


Lee mengajak Aska untuk menuju ke dalam mobil, Aska pun mengikuti permintaan Lee. Lee mengira walau tunangan nya begitu cuek, namun Aska sangat mencintai nya. Karena Aska tidak akan tega menolak permintaan nya, namun kenyataan nya. Hati dan cinta Aska masih untuk Stella. Aska juga tidak mengerti, walau sudah bertahun-tahun mereka tidak bersama. Aska tetap saja memikirkan Stella.


Entah di mana Stella saat ini, Aska juga tidak tahu di mana keberadaan nya, namun bayangan Stella tetap menghantui diri nya.

__ADS_1


Melihat gadis tadi, Aska seakan menemukan sosok Stella di dalam diri gadis itu. Aska ingin sekali lagi bertemu dengan anak itu.


Namun, Lee memaksa untuk segera pergi dari tempat itu. Lee tidak menyukai anak-anak sebab itu ia paling malas jika harus ke sekolah TK tersebut.


Aska pun menuruti Lee, mereka segera pergi menuju mobil. Lee yang manja pun semakin besar kepala, karena Aska selalu saja menuruti ucapan nya.


"Bukan hanya diri mu saja! Aku akan menguasai segala nya. Diri mu, cinta mu, keluarga mu, rumah mu dan seluruh harta kekayaan mu sayang. Karena hanya aku yang pantas mendapatkan itu semua, tidak ada yang lain. Aku juga tidak akan membiarkan bayangan masa lalu mu mengganggu hubungan kita. Kau milik ku, sekarang, nanti dan juga selama nya. Aku mencintai mu Aska. Aku akan membuat mu selalu bahagia, bagaimana pun cara nya walau aku harus mengorban kan nyawa seseorang"


Lee tersenyum jahat, mereka pun segera masuk ke dalam mobil, tak butuh waktu lama untuk Aska melajukan mobil nya.


Lee mengajak Aska makan di cafe kesukaan Lee, Aska pun menuruti nya, ia mengarahkan mobil itu ke perjalanan cafe kesukaan Lee.


Setelah sampai di cafe, kedua nya turun. Lee dan Aska makan dengan nyaman dan santai. Sampai ada satu kejadian, salah satu karyawan tidak sengaja menumpahkan minuman dan terkena baju Lee. Hal itu tentu saja membuat Lee murka, Aska menenangkan Lee. Namun, Lee tidak mau mendengar dan menyuruh Aska untuk tidak ikut campur.


"Nona, maaf kan saya." ucap karyawan caffe itu dengan nada gemetar. Waiters itu ketakutan, Aska begitu merasa kasihan melihat waiters wanita yang ketakutan itu. Lee begitu kesal pada waiters tersebut bahkan ia ingin bertemu dengan manager caffe agar manager itu memecat sang waiters


Kegaduhan tersebut membuat karyawan lain memanggil manager caffe itu.


"Bu maaf, ada terjadi keributan di luar."


Stella yang mendengar pengaduan karyawan langsung bergegas ke luar. Aska dan Stella saling memandang, merasa terkejut.

__ADS_1


Aska yang melihat Stella pun merasa kesal dan emosi, ia menarik tangan Lee untuk keluar dari cafe itu tanpa mengeluarkan satu kata pun. Begitu juga dengan Stella, namun Lee yang begitu keras kepala menepis tangan Aska. Ia ingin memberikan pelajaran kepada waiters yang sudah membasahi baju nya.


"Anda manager di cafe ini? Bilang kepada karyawan kampungan ini untuk bisa bekerja dengan baik, jika dia tidak bisa bekerja dengan baik. Sebaik nya kalian pecat saja! Tidak becus sekali!" Lee memaki karyawan itu dengan puas, Stella meminta maaf atas kejadian yang membuat pelanggan nya tidak nyaman. Ia pun melupakan kenangan nya dengan Aska, memilih untuk profesional.


__ADS_2