
"Kamu keterlaluan om! Aku kecewa sama kamu!"
Amara mengatakan itu dengan perasaan yang kecewa, Darren menatap Amara lalu pergi meninggalkan wanita itu "Dasar menyebalkan! Lihat lah saat aku bicara ia memilih pergi, dasar pria menyebalkan!"
Amara menggerutu kesal, namun ia bingung mengapa Darren bisa mengetahui jika hak asuh jatuh ke tangan kakaknya Stella padahal Darren tidak ada
******
Darren pun menuju rumah keluarga Lesham Shaenette, sebenarnya ia tidak ingin bertemu dengan Xiu karena ada dendam pribadi di antara keduanya
Ting...!!! Ting....
Aska yang membuka pintunya "Siapa?" Aska bertanya karena ia tidak mengenali Darren
"Saya ingin bertemu dengan Zeline Lesham Shaenette,"
Darren mengatakan itu dengan nada dingin, ia masih memakai kacamata hitam.
Aska menatapnya dari atas sampai bawah "Ada keperluan apa anda mencari anak saya?"
"Papa, siapa?" Zeline yang melihat papanya berdiri di depan pintu pun menghampiri papanya "Bukan siapa-siapa nak, kamu masuk lah!"
Zeline melihat ke arah Darren "Om ganteng," panggilnya dengan tersenyum. Darren pun jongkok agar ia bisa mengimbangi tingginya Zeline
"Anak pintar, yuk ikut om?"
"Tidak! Anda siapa ingin membawa anak saya?" Aska terlihat kesal, karena ia tidak mengenali siapa Darren. Bagaimana bisa orang asing mengajak anaknya pergi, Aska tidak akan membiarkan itu terjadi "Mau kemana om?" Tanya Zeline
"Mama Zeline sedang sakit, dan ingin bertemu."
__ADS_1
"Sayang, pasti dia berbohong kamu jangan percaya dengan orang asing ya nak, kamu masuk lah!"
Namun Darren menahan Zeline "Kamu tahu om tidak suka basa-basi dan saat ini mama sedang sakit. Kamu bisa menghampiri mama sebentar, setelah itu om akan mengantarkan kamu ke sini lagi bagaimana?"
Zeline pun mengangguk, ia mendongakkan kepalanya menatap sang papa "Papa Zeline pulang dulu ya? Zeline halus liat mama sedang sakit. Nanti Zeline akan kembali lagi ke sini,"
Aska tidak bisa menolak permintaan anaknya, ia takut Zeline merasa tidak nyaman jika dirinya terlalu mengekang
"Ya sudah, papa antar ya nak?" Zeline menggeleng "Tidak usah papa! Zeline sama oom ganteng aja. Kalau papa ikut, mama bisa malah dan mama mama tambah sakit. Zeline enggak mau lihat mama telus-menelus malah dan sakit, papa di sini aja ya? Zeline janji akan datang lagi,"
Aska pun menyerah dan tak ada pilihan "Baik lah sayang, tapi nanti Zeline langsung pulang ya sayang? Kalau tidak ada yang ingin mengantarkan kamu, segera lah hubungi papa dan papa akan menjemput kamu oke?"
"Anda tenang saja! Saya lelaki sejati, dan lelaki sejati akan menepati ucapannya. Setelah ia menemui mamanya, saya sendiri yang akan mengantarkan zeline kembali ke sini. Tidak perlu khawatir!"
Darren mengatakan itu kepada Aska, Aska pun mengangguk dan ia menitipkan anaknya kepada Darren "Tolong aku titip anak ku kepada mu!"
Darren menggenggam tangan Zeline, ia membawa Zeline pergi menjauh dari rumah Aska.
"Stella sakit ma jadi pria itu menjemput Zeline sebentar membawanya kepada Stella, namun setelah itu Zeline akan di antar lagi ke sini!"
"Itu pasti hanya akal-akalannya saja! Mami yakin, dia berpura-pura sakit agar Zeline mau pulang. Dasar wanita licik!"
"Sudah lah mi! Mungkin benar Stella sedang sakit karena ia merindukan anaknya. Sudah berapa hari Zeline bersama kita,"
"Hanya beberapa hari dia sakit? Lalu bagaimana dengan ia yang menjauhkan Zeline dari kita selama bertahun-tahun. Dan kamu lagi, kenapa kamu mengasih izin orang asing membawa anak kamu pergi. Bagaimana jika mereka membawa Zeline kabur dan menjauh dari kamu?"
"Mami sudah lah! Mami jangan khawatir! Zeline bukan lah anak-anak lain yang tidak bisa berpikir dengan baik. Dia anak yang cerdas, dan Aska tahu. Jika benar Stella melakukan itu, Zeline tidak akan tinggal diam,"
"Kamu ini terlalu naif Aska! Wanita itu sangat licik, ia akan melakukan apapun demi mendapatkan tujuannya. Dan kamu masih percaya dengan dia?"
__ADS_1
Xiu marah, namun Lee menenangkan mertuanya itu "Mami sudah lah! Jangan lah marah-marah seperti ini. Nanti mami bisa sakit, aku percaya kok dengan Aska. Kita enggak perlu percaya dengan Stella namun kita harus percaya dengan Zeline. Dia anak yang sangat pintar!"
Padahal Lee berharap jika anak itu tidak kembali lagi ke rumah mereka agar hanya anaknya Lee yang akan menjadi pewaris keluarga
"Mami ini khawatir! Stella wanita yang sangat licik! Dia pasti berpura-pura sakit agar cucu mami kasihan kepadanya!"
"Sudah mami, jangan marah-marah nanti mami sakit. Jika Zeline tidak kembali kita akan menjemputnya tapi sekarang mami harus tenang ya?"
Xiu pun mengikuti ucapan menantunya, entah mengapa ia terlalu percaya dengan ucapan manis Lee yang padahal menyimpan kebusukan.
"Aku harus membuat mereka melupakan Zeline, namun bagaimana? Aku harus bersabar sampai anak ini lahir. Aku yakin jika anak ini lahir mami akan fokus dengan anak ku dan zeline akan tersingkir,"
Lee tersenyum tipis, namun Xiu masih gelisah. Ia takut jika cucunya tidak akan kembali lagi. Apalagi hak asuh Zeline tidak berada di tangan mereka itu yang membuat posisi mereka semakin lemah, dan posisi Stella lebih kuat.
"Mami enggak mau tahu, intinya malam ini paling lama Zeline harus kembali. Jika tidak, mami tidak akan memaafkan kamu Aska! Kamu sangat teledor menjadi ayah untuk anak mu! Lihat lah, bahkan orang asing membawa anak mu. Kamu biarin begitu saja!"
"Mami, apa yang harus Aska lakukan? Bahkan zeline begitu kenal dan akrab dengannya. Zeline juga yang memilih untuk ikut, Aska harus apa mami?"
"Ya kamu tegas dong! Kamu harus tegas sebagai papanya Zeline! Ini tidak, ah sudah lah mami malas bicara dengan kamu pun percuma!"
Xiu meninggalkan anaknya dengan perasaan yang kesal, ia bahkan meminta kepada suaminya untuk menemaninya kerumah Stella
"Papi, temani mami yuk ke rumah wanita itu,"
"Untuk apa mi?"
"Mami mau menyusul Zeline. Papi tahu enggak, wanita itu mengirim orang lain untuk menjemputnya dengan alasan sakit. Dan bodohnya anak papi membiarkan orang asing itu membawa cucu kita! Mami enggak habis pikir dengan anak kita itu! Mengapa ia selalu mempercayai wanita yang selama ini membohonginya selama bertahun-tahun!"
"Mami tenang dahulu! Jangan gegabah, dan Zeline baru pergi. Kalau mami susul sekarang, cucu kita akan merasa tidak nyaman dan menganggap kita ingin menguasai dirinya!"
__ADS_1
"Lalu mami harus apa papi? Mami sangat menyayangi cucu kita, mami enggak sanggup kehilangan cucu kita. Papa mengerti dong!"
"Sudah lah mami, jangan marah-marah seperti ini. Nanti mami bisa sakit! Papi enggak mau mami banyak pikiran dan sakit!"