
Stella meminta Rani untuk tidak terlalu berlebihan dalam bahagia, karena kebahagiaan yang terlalu berlebihan bisa membuat seseorang kecewa begitu dalam.
Rani mengerti apa ini katakan oleh Stella, mungkin dia masih trauma dengan masa lalu yang begitu kelam dan pahit.
Rani pun mengatakan kepada Stella untuk ke kamar atas, ia akan memberikan kabar baik ini kepada zeline.
Zeline dan Azriel juga sangat dekat bahkan zeline berharap jika Azriel adalah papa nya.
Rani menaiki anak tangga satu persatu, lalu ia masuk ke kamar zeline.
Terlihat Zeline sedang serius membaca buku, zeline begitu menyukai membaca.
Rani mendekat, menemani Zeline membaca.
Ia tau jika anak itu sedang serius membaca dan belajar. Ia tidak suka di ganggu oleh siapa pun.
Ia akan kesal dan marah, sebab itu Rani tidak menganggu zeline.
Ia menemani Zeline membaca hingga selesai.
Zeline membaca, ia seketika mengingat ucapan teman nya yang mengatakan siapa ayah kandung zeline sebenarnya.
Zeline menutup buku, bertanya kepada Rani siapa sebenarnya ayah kandung nya.
"Mami, siapa papa kandung Zeline?" tanya nya dengan serius menatap mata Rani.
Walau Rani tau siapa ayah kandung zeline namun ia merasa jika diri nya tidak pantas untuk memberitahu nya.
Rani mengatakan kepada Zeline jika ia tidak mengenal ayah kandung zeline.
"Lebih baik Zeline tanya saja kepada Mama."
Zeline cemberut, Rani meminta kepada keponakan nya agar mengerti keadaan nya
"Zeline, mami ini hanya anak jalanan yang di ambil oleh mama kamu. Mami harap kamu mengerti sayang." dengan mata berkaca-kaca Rani menjelaskan kepada Zeline
Untung nya Zeline anak yang pintar dan mudah mengerti orang lain.
Zeline meminta maaf kepada Rani karena sudah membuat nya bersedih.
Rani tersenyum kepada Zeline ia mengatakan jika diri nya tidak merasa tersinggung ia sedih karena Zeline masih saja mendengarkan omongan orang lain.
__ADS_1
"Zeline tau dan mengerti bagaimana omongan orang kepada kita sejak dulu. Mami sedih kenapa zeline masih terpengaruh dengan mereka? Bukan kah itu sudah makanan sehari-hari kita sejak dulu? Nak, jangan membuat mama mu merasa sedih lagi. Mama sudah begitu banyak menderita karena hal itu. Papa zeline sudah menyakiti hati mama dengan begitu buruk. Jika papa tidak membuat hati mama sakit, tidak mungkin mama memilih hidup tanpa papa zeline."
Zeline mengangguk mengerti, namun ia juga berhak tau siapa ayah kandung nya..
Zeline tidak meminta banyak, ia hanya ingin mengetahui siapa papa nya.
Namun zeline tidak mau berdebat lagi dengan Rani, ia juga tau jika mungkin mami nya tidak berani memberitahu karena takut kepada sang mama atau merasa tidak memiliki hak untuk memberitahu segala nya.
Rani pun memberitahu zeline jika Minggu depan om baik nya akan datang.
Mendengar hal itu membuat zeline merasa sangat senang dan bahagia. Ia bersorak senang, Zeline sangat merindukan Azriel.
"Yey, om baik datang."
Ke dua nya begitu sangat senang, di balik pintu Stella mendengarkan percakapan Rani dan zeline
Ia tau jika zeline akan terus bertanya siapa ayah kandung nya.
Stella tidak tau harus menjawab apa kepada anak nya itu, cepat atau lambat zeline pun akan mengetahui semua kebenaran yang ada.
"Sayang bukan nya mama mau menjauhkan mu dari papa mu namun mama tidak siap jika nanti nya mereka akan memisahkan kamu dari mama nak. Kamu kekuatan mama di sini,"
stella tau bagaimana niat jahat Xiu yang mau memisahkan dengan sang anak.
"Mama enggak bisa melihat kita jauh sayang. Mama enggak sanggup, biar lah papa mu tidak mengetahui keberadaan mu asal kita bisa sama terus."
Stella rela di nilai begitu buruk di mata masyarakat dan juga semua orang asal ia tidak berpisah dengan anak nya Zeline.
Lagipula, ia sudah tidak memikirkan tentang diri nya.
Yang terpenting saat ini ia berkumpul dengan ke tiga adik nya dan juga zeline sang anak semata wayang.
Kesayangan Stella, penerang dan cahaya hidup untuk Stella.
******
Lee terbangun dari tidur nya, ia mengingat kejadian semalam dengan pria tampan itu.
Lee begitu puas dan tertawa, rasanya sudah lama sekali ia tidak merasakan sentuhan hangat dari seorang pria.
Pria itu memberikan uang yang sangat banyak kepada Lee dan memberikan kartu nama.
__ADS_1
Ia melihat kartu nama tersebut, hati nya sangat gembira ia tidak perlu lagi memikirkan Aska yang sudah menghina nya.
Aska sudah mencampakkan Lee seperti wanita yang tak berharga.
Lee mengambil ponselnya di dalam tas, ia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari Xiu.
Lee tidak mengerti mengapa Xiu masih saja menghubungi nya.
Bukan Lee yang tidak mau pernikahan itu, Lee sangat mau namun Aska yang meninggalkan nya di hari pernikahan mereka
Lalu untuk apa Xiu masih menghubungi Lee?
Satu panggilan masuk lagi dari Xiu, Lee mengangkat nya.
Memasang suara menangis. Agar Xiu mengira diri nya menangis semalaman.
Padahal ia sangat puas bercinta dengan seseorang tadi malam
Panggilan Terhubung
Sayang, kamu dari mana saja? Mami begitu cemas dengan kamu
Terdengar suara khawatir Xiu dari seberang sana. Lee merasa jengah namun ia harus bersikap baik agar Xiu tetap memberikan ia uang setiap bulan.
"Maafkan Lee mami, Lee begitu sangat hancur dan terluka. Lee pun memutuskan untuk menenangkan diri hiks."
Lee memasang air mata buaya agar Xiu merasa bersalah.
Jangan menangis cantik, maafkan kelakuan Aska.
"Ini bukan kesalahan mami kok, i-ini memang salah Lee. Kita tau jika Aska mencintai stella namun kita tetap memaksanya dalam pernikahan ini. Tapi mami, maafkan Lee. Mami tau ini tidak mudah untuk seorang wanita yang di tinggal oleh mempelai pria nya di hari pernikahan mereka. Itu sangat menyakitkan mami, apalagi Aska pergi dengan wanita lain."
Xiu merasa bersalah, ia berjanji kepada Lee untuk memperbaiki semua nya namun Lee menolak.
Ia tidak mau jika kecewa nya semakin dalam, ia pun berpura-pura mengatakan kepada Xiu agar mempersatukan Aska kembali dengan Stella.
"Lebih baik mami mempersatukan Aska dengan Stella karena kebahagiaan nya ada di Stella. Mami."
Tidak sayang, kamu tau bagaimana wanita itu sudah berkhianat. Ia memang sengaja mempermainkan kita semua, mami akan memberikan nya pelajaran. Kamu jangan sedih, mami akan tetap mempersatukan kamu dengan Aska. Jika Aska tetap membantah, mami akan mengganti nama Aska menjadi nama kamu di daftar warisan mami.
Mendengar itu tentu saja membuat Lee merasa senang. Ia berharap jika Aska terus membantah agar warisan itu jatuh di tangan Lee.
__ADS_1
Lee tau bagaimana kaya nya mami nya Aska, bahkan harta untuk tujuh turunan tidak akan pernah putus.