Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Memancing


__ADS_3

Stella pun menghargai keputusan adik nya. Lagipula, saat tidak ada diri nya juga Tanara dan Amara selalu melakukan nya sendiri.


"Hati-hati ya?" hanya itu yang bisa Stella katakan. Amara memberikan senyuman kepada kakak nya, hubungan mereka juga mulai membaik, Amara juga tidak terlalu dingin padanya walau masih ada rasa kecewa.


Amara segera pergi, meninggalkan kediaman rumah nya. Di seberang sana, terlihat mobil mewah yang sudah menunggu nya. Dengan kesal, Amara mendekati mobil itu, ia langsung masuk di belakang mobil.


Dasar bocil, apa kamu mengira aku adalah supir pribadi mu?


Ujar pria tampan yang menggunakan jas hitam dan memakai kacamata hitam, pria itu adalah Darren.


"Apa masalah nya sih om. Lagipula, ngapain sih nyuruh aku untuk ketemuan?"


Enggak usah banyak bicara, duduk di depan!


Amara langsung mengikuti perintah pria itu, Amara sedikit takut kepada nya namun melawan rasa takut itu pun ia berani melawan si Suggar Daddy!


Walau Darren belum terlalu tua, namun perbedaan umur mereka lumayan jauh.


"Om, Amara itu enggak bisa sering keluar rumah seperti ini!"


Baru masuk ke dalam mobil, dan duduk di kursi sebelah Darren, Amara sudah berisik dan memberontak!


Darren tidak menjawab ucapan gadis polos itu, ia langsung melajukan mobil nya. Hati Amara sangat takut, bagaimana jika pria ini meminta tagihan janji nya.


Aku belum siap! Ini semua karena kau Kimmy, aku benci kau!


Amara begelonjak ingin berontak, namun ia tak bisa melakukan apapun. Memang benar, Amara memiliki hutang kepada pria itu.


"Om, Amara mohon jangan sentuh Amara sekarang ya? Amara janji akan melunasi hutang Amara. Namun tidak sekarang, tapi Amara berjanji akan melunasi semua nya."


Darren tak memperdulikan ocehan Amara, ia masih saja melajukan mobil nya. Melihat Darren yang begitu serius Amara pun menangis di dalam mobil.


Darren melirik ke arah nya sebentar, lalu pandangan nya menuju depan.


Darren merasa bingung, pria kejam seperti nya mengapa tidak bisa melihat bocah di hadapan nya itu menangis. Darren menghentikan mobil nya


Jika kau menangis terus seperti ini, aku pastikan. Kau akan kelelahan di dalam mobil!

__ADS_1


Ancaman Darren berhasil membuat Amara tidak menangis lagi, walau ia tidak memahami ucapan Darren. Namun, ia tahu jika Darren sedang mengancam dirinya.


"Ki-kita mau kemana om?"


Darren kembali melanjutkan perjalanan nya, ia merasa tenang ketika Amara tidak menangis lagi.


Sial! Kenapa hati ku sakit melihat bocah ini menangis?


Walau Darren tak memberikan perhatian dan bersikap lembut kepada Amara. Namun, ia merasa lemah jika Amara menangis seperti tadi.


"Om jawab dong!" teriak Amara yang membuat Darren kesal, ia kembali menghentikan mobil nya.


Apakah kau bisa diam? Aku bosan mendengar suaramu yang begitu berisik!


Amara terdiam, ia pun tak lagi bicara. Darren kembali melajukan mobil nya. Di perjalanan sudah tidak ada lagi terdengar suara Amara, hanya ada keheningan saja.


Amara melihat ke sembarang arah, namun tidak mau menghadap Darren.


"Jika saja Kimmy tidak menjebak ku, mungkin aku tidak akan terjebak oleh om ini."


Hati Amara sedih, bodoh sekali dia mau terjebak dalam hasutan teman nya itu. Andai saja waktu bisa di putar kembali, Amara akan menolak ajakan Kimmy!


"Ini kan restaurant dan hotel mewah itu?" ujar Amara dengan sangat takjub, walau ia tidak pernah ke tempat mewah ini namun Amara tahu jika tempat ini sangat mahal dan harga-harga makanan dan juga minuman nya tidak masuk akal.


Darren meminta Amara untuk turun, Amara pun mengikuti ucapan pria itu. Lagipula, tidak ada alasan Amara untuk menolak.


Ia melihat sekeliling yang begitu sepi saat memasuki restauran tersebut, Amara pun tak ambil pusing. karena menurut nya siapa yang akan mau mampir ke tempat yang begitu mahal seperti ini.


"Om mengapa kita ke sini? Tempat ini sangat mahal, harga nya juga tidak masuk akal." bisik Amara kepada Darren. Darren merasa lucu dan gemas melihat kelakuan Amara namun ia tak menunjukkan sikap itu.


Darren memang pria yang susah sekali tersenyum atau menunjukkan emosional nya.


Bocah ini begitu menggemaskan, sangat cocok sebagai boneka mainan ku!


Darren tak menyadari jika wanita yang di anggap nya sebagai mainan, adalah wanita yang akan merubah hidup nya ke depan.


Pelayan memberikan pelayanan terbaik untuk ke dua nya, dan sudah menyediakan beberapa makanan dan minuman terbaik untuk ke dua nya.

__ADS_1


Amara dan Darren di persilahkan untuk duduk, menikmati hidangan yang sudah di sediakan sebelum nya. Karena pelayan di restaurant itu sangat mengetahui jika Darren tidak suka menunggu.


Amara duduk tepat di hadapan Darren, Darren sudah menikmati makanan itu terlebih dahulu. Namun, Amara masih terdiam. Darren memandangi nya


Apa yang kau lihat, makan lah!


Amara menggeleng, untuk meneguk setetes air minum di sini saja ia tidak berani. Karena Amara tahu, harga nya sangat fantastis.


Mengapa? Apakah makanan nya tidak enak?


"B-bukan begitu om, makanan dan minuman ini sangat mahal. Aku tidak punya uang untuk membayar nya."


Astaga, bocah ini!


Aku tidak mau mendengar alasan mu, cepat makan lah. Jika tidak, kau yang akan membayar semua makanan ini!


Keringat di dahi Amara muncul, mendengar ancaman itu membuat nya merinding.


"Sial! Om ini sungguh keterlauan!"


Sial, bocah ini menguji kesabaran ku!


Ke dua nya memiliki pemikiran masing-masing, kecantikan Amara berhasil membuat junior Darren yang di bawa terbangun, apalagi keringat yang membasahi leher Amara perlahan.


Darren yang takut kehilangan kendali pun kembali menikmati makanan nya, Amara memakan dengan perlahan. Ia merasakan nikmat yang tiada tara, baru kali ini Amara memakan makanan mahal.


Amara begitu menikmati nya, ia pun tak sadar menghabiskan makanan yang ada di hadapan nya dengan lahap.


Setelah selesai makan, ke dua nya pun segera keluar dari tempat itu dan naik ke dalam mobil.


"Om kenyang sekali aku,"


Amara memegang perut nya yang terlihat buncit karena kebanyakan makan, tentu saja membuat baju Amara sedikit naik dan terlihat kulit perut nya yang begitu putih dan mulus.


Sial, bocah ini terus saja memancing ku!


Darren menghadap ke sembarang arah, ia segera melajukan mobil nya.

__ADS_1


Amara tidak ada maksud untuk menggoda, diri nya memang masih polos. Ia juga tidak pernah berfikir untuk memikat pria yang saat ini bersama nya.


Walau Amara sangat dingin dan cuek di rumah, namun sebenarnya Amara juga anak yang begitu ceria dan manja. Dia begitu karena keadaan yang memaksa nya harus kuat. Apalagi semenjak kedua orang tua nya meninggal dan kakak nya Stella pergi. Ia menjadi pengganti orang tua sekaligus kakak untuk Tanara.


__ADS_2