Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Kemarahan Stella 2


__ADS_3

Kurang ajar!


Stella mencekal tangan wanita itu saat tamparan ingin melayang ke waja nya, ia menatap nya dengan sinis. Ke dua nya menatap dengan penuh kebencian.


Wanita itu adalah Xiu, ibu nya Aska.


"Sudah cukup diam ku selama ini!" ujar Stella dengan tatapan yang penuh amarah, ia sudah cukup bersabar dengan perlakukan keluarga Aska yang semena-mena.


Lee ingin membela Xiu, menepis tangan Stella dengan kasar. Stella seperti orang kerasukan, ia mendekat kepada Lee dan memberikan pelajaran kepada wanita itu.


Plak! Plak! Plak!


Beberapa kali tamparan melayang di wajah cantik Lee, Lee protes kepada Xiu, ibu nya Aska.


"Lebih baik kalian pergi sebelum kesabaran ku habis!"


"Hey! Wanita tidak tau diri. Kau jangan seakan menjadi korban, kau pengacau pernikahan anak ku bersama wanita pilihan nya!"

__ADS_1


"Jangan pernah merasa paling tersakiti, jika kalian sendiri adalah luka untuk orang lain!" ketus Stella dengan tatapan tajam, mungkin jika tidak di perlakukan semena-mena oleh mereka Stella tidak akan seperti ini.


"Kurang ajar!"


Xiu ingin menampar Stella kembali, namun dengan cepat Stella memegang tangan Xiu, memelintir nya kebelakang.


"Sudah aku katakan, jangan Remehkan orang sabar, nyonya!" Stella menghempaskan tubuh Xiu hingga terjatuh ke lantai.


"Sekali lagi kalian menganggu ku, atau membuat keributan di rumah ku. Aku pastikan, kalian pulang dengan kondisi yang tidak bernyawa."


"Dasar wanita iblis!" teriak Xiu.


"Iya, Aku memang wanita iblis dan wanita jahat yang selalu kalian lontarkan kepada ku. Dan sekarang, aku hanya mengikuti apa yang kalian bilang. Kenapa?"


Xiu dan Lee yang tak berani melakukan apapun, memilih masuk ke dalam mobil dan pergi dari kediaman rumah Stella.


Setelah kepergian mereka, Stella kembali mengambil nafas panjang nya. Ia pun tidak tau dari mana ia mendapatkan keberanian seperti itu, apalagi sampai berani memukul orang lain. Tangan nya gemetar.

__ADS_1


Ya Allah maafkan hamba mu ini yang sudah bersikap tidak baik kepada orang yang lebih tua.


Stella menangis, meminta ampunan kepada Tuhan nya. Walau Xiu begitu jahat kepada nya namun ia tau jika Xiu adalah seorang ibu yang tidak pantas di perlakukan dengan kasar seperti itu.


Di tempat lain, ada dua pasang mata yang mengamati Stella dari kejauhan, Orang itu tidak lain adalah Zidan dan juga Laras.


Saat mereka ingin ke pasar membeli bahan baku, mereka berencana ingin mengunjungi Stella. Namun, saat mereka sampai..Ke dua nya melihat keributan yang terjadi.


Laras dan Zidan tersenyum, mereka bahagia karena Stella bisa menjaga diri nya sendiri.


"Aku senang melihat Stella yang lebih kuat. Dia bisa melawan orang-orang yang selama ini bersikap semena-mena kepada nya." ujar Zidan yang menatap Stella dengan penuh arti, setidak nya Zidan tidak perlu khawatir lagi jika Stella di jahati oleh ibu nya Aska.


Laras juga lega, karena Stella kini menjadi wanita yang lebih kuat dari sebelum nya.


Laras pun tak habis pikir dengan keluarga Aska yang tidak ada habisnya membuat keributan.


"Pak, apakah kita menemui Bu Stella?" tanya Laras kepada Zidan, Zidan mengatakan jika mereka tidak perlu menemui Stella, Zidan takut dengan kehadiran mereka membuat Stella kembali down dan terus merasa bersalah karena sudah bertindak seperti tadi.

__ADS_1


__ADS_2