
Stella mungkin tidak percaya dengan Aska dan juga Xiu namun ia sangat percaya dengan anaknya Zeline "Kakak yakin dan percaya sama anak kakak, dia anak yang baik dan pintar. Zeline tahu mana yang benar dan tidak. Dan kebenaran tidak akan pernah ketukar, mungkin bukan sekarang waktunya! Namun itu pasti akan terjadi!"
Stella begitu yakin dengan anaknya, Rani gelisah ia tahu jika Xiu akan melakukan berbagai cara..
Stella menoleh ke arah adiknya, walau hatinya juga sedikit takut namun Stella ingin percaya dengan anaknya.
"Kamu jangan khawatir! Kakak percaya dengan anak kakak. Kakak tahu jika semuanya akan baik-baik saja!" Rani mengangguk setuju, ia hanya berharap agar apa yang dikatakan oleh Stella itu memang kenyataannya "Kak, jika kakak setenang ini sekarang. Mengapa kakak kemarin sangat gelisah?"
__ADS_1
"Kemarin, anak kakak marah dengan kakak! Dia tidak mau bertemu atau pun berbicara dengan kakak, sebab itu kakak takut. Kakak merasa gelisah namun sekarang Zeline bersama kakak, dia enggak marah sama kakak dan di pengadilan dia juga mengatakan jika dirinya di asuh oleh kakak, apalagi yang harus kakak takut kan? Seorang ibu hanya tenang jika anaknya bersama ia. Dan sekarang kakak sudah mendapatkan hal itu,"
Rani mengangguk, walau ia belum menikah dan memiliki anak namun ia mengerti dengan apa yang Stella rasakan. Bagaimana pun, ia juga ikut andil dalam menjaga Zeline sejak anak itu masih menjadi bayi merah. Rani menyayangi Zeline, bahkan tanpa sadar ia menjadi ibu kedua untuk Zeline.
Mungkin, usia Rani masih sangat mudah namun ikutan dan kasih sayangnya kepada Zeline sangat kuat. Hanya saja, Rani tidak memiliki hak agar terus bersama Zeline walau ia ingin
"Kak, apa yang kakak rasakan kemarin. Rani juga merasakannya," tanpa sadar, wanita itu meneteskan air matanya. Tatapannya sangat kosong "Maksud kamu?"
__ADS_1
Stella kembali memeluk adiknya itu, ia mengucapkan terimakasih banyak karena Rani sudah menyayangi Zeline dengan tulus "Terimakasih banyak Rani, terimakasih banyak kamu sudah mau menjaga dan menyayangi anak kakak dengan tulus. Kakak juga sangat menyayangi kamu, kakak tahu jika kamu adik kakak yang paling berani dan kuat,""
Rani pun tersenyum, namun seketika senyuman di wajahnya memudar. Rani dan Stella melepaskan pelukannya satu sama lain "Andai kak, Rani memiliki kedua orang tua. Dan ada yang mencintai Rani dengan tulus. Seperti kakak, pasti Rani sangat bahagia. Apa kakak tahu? Rani tahu bagaimana dan apa itu kasih sayang dari kakak! Kakak memberikan kasih sayang yang tidak pernah Rani dapatkan,"
Hust!
Stella menutup mulut Rani, ia tidak mau adiknya merasa sedih dan menyalahkan keadaan "Jangan mengatakan hal itu! Kakak sudah mengatakan jika kamu itu berharga! Kamu sangat berharga, dan kamu pantas mendapatkan kasih sayang! Dan kakak tahu kalau suatu saat nanti akan ada pria yang menyayangi, mencintai dan melindungi kamu segenap hati!"
__ADS_1
"Tolong jangan katakan hal itu lagi Rani! Kamu sangat berharga oke?"
Matanya berkaca-kaca, ia sangat terharu dengan ucapan Stella kakaknya dan ia berharap jika ucapan Stella memang lah kenyataannya