
Namun Tanara merasa Rani sangat beruntung karena bisa begitu dekat dengan anak kakak nya.
Ia juga ingin sedekat itu, namun Zeline selalu membatasi kedekatan mereka. Mungkin, Zeline belum terbiasa dengan ada nya ia dan juga Amara.
"Kak, apakah kak Rani akan selama nya bersama kita?" Stella menoleh ke arah adik nya, ia mengerti pertanyaan yang diberikan oleh sang adik.
Stella memberikan penjelasan jika Amara, Tanara, Zeline dan juga Rani sangat berarti bagi kehidupan nya. Stella tidak bisa melepaskan mereka ber-empat.
"Kalian sama berarti nya untuk kakak, jika nanti kakak harus melepaskan kalian itu di saat kalian mempunyai kehidupan dan keluarga lain. Seperti saat kalian menikah, selama kalian belum menikah kalian tetap tanggungjawab kakak dan kakak ingin kita terus sama-sama."
Stella berharap jika adik nya mengerti, mungkin memang berat bagi Amara dan juga Tanara untuk menerima kehadiran Rani.
Tanara tidak mengatakan apapun, dia hanya tersenyum kepada kakak nya.
"Kak, Tanara masuk dulu ya? Mau istirahat."
Sebenernya Tanara bukan tidak menyukai Rani. Hanya saja, ia terkadang merasa sangat tidak nyaman karena Rani hanya lah orang luar.
******
__ADS_1
Di sisi lain, Rani yang sedang membacakan dongeng untuk Zeline langsung membuat Zeline tertidur tak membutuhkan waktu yang lama.
Rani tersenyum, ia sangat menyayangi dan mencintai Zeline.
Bahkan, Zeline seperti anak nya sendiri walau usia mereka tidak terlalu jauh.
Rani mengingat pertemuan nya dengan seorang pria kemarin, terlihat senyuman manis di wajah nya.
Apakah Rani jatuh cinta pandangan pertama?
Rani menggelengkan kepala nya, mana mungkin ia menyukai pria lain.
"Tidak! Cinta ku hanya untuk kak Azriel!" gumam nya, Rani memang menyukai Azriel teman Stella. Walau usia mereka sangat jauh namun Rani sudah mencintai Azriel.
Stella mengetuk pintu kamar Rani, melihat adik nya yang tersenyum sendiri pun membuat hati Stella senang.
"Ada apa nih, kok bahagia banget?" ledek Stella kepada Rani. Rani terlihat gugup dan mengatakan diri nya tidak sedang bahagia.
"Jangan bohongi kakak mu ini, cepat katakan ada apa!"
__ADS_1
Hust!!!!
Rani meminta Stella untuk tidak berisik, jika tidak Zeline bisa terbangun dan rewel lagi.
"Katakan pada kakak!"
"Kak, apakah Rani boleh jatuh cinta?" Rani menatap mata Stella dengan serius. Stella terdiam, raut wajah yang semula tersenyum berubah menjadi datar.
"Kak, jawab!"
Stella mengalihkan pembicaraan, ia bertanya kepada Rani apakah Zeline sudah belajar.
"Bagaimana perkembangan sekolah Zeline? Apakah ia rajin belajar?"
Rani mengatakan jika Zeline anak yang sangat pintar dalam kelas nya, bahkan selalu mendapatkan nilai A.
Stella merasa senang mendengar perkembangan anak nya, bukan nya ia melarang Rani untuk jatuh hati namun Stella takut jika cinta akan merusak kehidupan Rani seperti cinta merusak kehidupan diri nya.
Rani kembali bertanya kepada kakak nya, namun Stella mencari alasan untuk segera keluar dari kamar dan lari dari pertanyaan sang adik.
__ADS_1
Stella mengatakan jika ia harus mengecek keadaan Tanara dan juga Amara, dengan buru-buru Stella ke luar dari kamar Rani.
Jika pria yang bersama mu orang baik seperti Azriel kakak sangat bahagia. Namun, bagaimana jika yang kau temui pria brengsek seperti Aska? Kakak tidak bisa melihat mu hancur.