Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Memberikan Yang Terbaik


__ADS_3

Stella yang berbaring memeluk selimut yang biasa di gunakan oleh anaknya, air matanya menetes. Walau Zeline sudah menjenguknya namun hal itu tidak membuat Stella berhenti merindukan anaknya


Cekrek!


Pintu kamar terbuka, terlihat Rani yang membawakan segelas air putih ke dalam kamar Stella, Rani mendekat dengan Stella dan memegang dahi wanita itu "Astaga, kak badan mu panas sekali,"


Rani merasa khawatir saat memegang dahi kakaknya yang begitu panas "Kakak minum obat!"


"Tidak Rani! Kakak enggak mau minum obat, sebentar lagi kakak akan sembuh,"


"Kakak jangan seperti ini kak! Kalau Zeline tahu, dia pasti akan sedih!"

__ADS_1


"Kakak hanya rindu dengan Zeline, kakak tidak butuh obat. Bagi kakak obat terbaik adalah Zeline,"


"Kak, kakak kan mendengar ucapan Zeline. Dia sangat menyayangi kakak, kakak harus cepat pulih agar Zeline merasa senang. Jika ia tahu kakak seperti ini, ia pasti akan sedih kak!"


Stella termenung, ia masih menciumi selimut yang biasa di gunakan anaknya, Rani yang melihat itu merasa tidak tega namun harus bagaimana lagi? Ini semua sudah keputusan Zeline dan mereka harus menghargainya


"Kakak harus sembuh! Saat Zeline pulang nanti dia akan senang. Tapi kalau kakak terus-menerus begini kapan kakak sembuhnya? Zeline juga pasti akan sedih atau mungkin dia marah melihat kakak yang masih sakit-sakitan begini. Ia akan mengira kakak tidak mendengarkan perintahnya untuk minum obat, kakak mau kalau Zeline marah sama kakak? Dan karena kesal dia kembali ke rumah papanya apa kakak mau?"


Rani tersenyum, matanya terlihat sangat sedih apalagi menatap mata sendu milik kakaknya. Rani mengambil obat dan memberikannya kepada Stella.


"Ini kak, minum lah!" Dengan segera, Stella meminum obat itu "Terimakasih banyak Rani! Kamu mau mengurus kakak di saat kakak sakit seperti ini?"

__ADS_1


"Sama-sama kak! Kakak juga selalu mengurus aku dan Zeline saat kami sakit"


"Rani, kakak ingin Zeline segera kembali dengan kita,"


"Sama kak, Rani juga menginginkan hal yang sama. Tapi kita harus menghargai keputusan dari Zeline kak! Saat ini Zeline ingin tinggal dengan papanya, selama ini Zeline juga tidak pernah bertemu dengan papanya. Kita harus bisa menghargai semua keputusan Zeline kak, satu hal yang harus kakak tahu kalau Zeline sangat menyayangi dan mencintai kakak. Mungkin saat ini dia kecewa karena kakak selalu menutupi kebenaran tentang papanya, biar kan Zeline berpikir tenang kak,"


"Rani, kamu tahu bagaimana perjuangan kakak dahulu kan? Kakak hidup sendirian, kakak bahkan berjualan lontong demi memenuhi kebutuhannya. Bahkan, kalau tidak ada kamu kakak enggak tahu bagaimana mengurus Zeline dan berjualan sekaligus,"


"Kak, Rani tahu kok Bagaimana perjuangan kakak dulu untuk Zeline, bahkan untuk ku. Kakak tidak perduli bagaimana orang-orang menghina kakak demi menjaga dan merawat kami. Kakak lakukan semua hal untuk kami,"


Stella menangis, jika mengingat dahulu ia merasa sedih. Memang Stella tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya seperti yang di lakukan oleh Aska dan keluarganya

__ADS_1


"Mungkin kakak tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk Zeline namun kakak selalu berusaha menjadi ibu yang baik dan memberikan yang terbaik untuk Zeline,"


__ADS_2