Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Perubahan Stella


__ADS_3

Kini hari persidangan pun di mulai, suasana menjadi canggung. Stella bertemu dengan anaknya setelah beberapa hari tidak bertemu.


Namun Zeline tidak melirik ke arah ibunya sedikit pun, membuat Xiu dan Aska tersenyum. Mereka yakin jika mereka akan memenangkan hak asuh Zeline


Stella sangat sedih dengan reaksi anaknya yang begitu dingin kepadanya. Rani langsung memeluk Zeline, Zeline pun membalas pelukan maminya itu


"Zeline ikut mami yuk?" Zeline mengangguk, namun Xiu melarang "Mau kamu bawa kemana cucu ku?" Xiu menatap Rani dengan sinis namun wanita itu tidak perduli "Aku tidak akan menculiknya tak perlu khawatir!"


"Hey, kamu siapa? Hanya orang asing, jangan banyak bicara!"


"Oma! Ini adalah maminya Zeline. Zeline lebih lama mengenal mami dalipada Oma,"


"Sayang, tapi dia tidak ada ikatan darah sama kita."


"Hubungan enggak halus Dali dalah Oma!"

__ADS_1


Stella tersenyum mendengar anaknya, mungkin saat ini anaknya tidak mau bersamanya namun Zeline masih mau dengan Rani.


"Ayo Zeline!"


Rani pun membawa Zeline menjelajahi pengadilan, ia menumpahkan segalanya kerinduan


"Kalian enggak akan bisa merebut anakku!"


"Cih! Yakin sekali kamu!" Lee melawan ucapan Stella. "Jangan pernah ikut campur kau orang luar!"


Stella kaget dengan ucapan Lee yang mengatakan jika dia sudah menikah dengan Aska. Stella terjatuh dengan lemas, keluarga Lesham Shaenette langsung meninggalkan mereka dengan senyuman sinis


"Mereka sudah menyiapkan semuanya, aku sudah kalah sekarang!"


"Kak, jangan menyerah seperti itu!"

__ADS_1


"Iya, Stella! Jangan menyerah! Kamu harus kuat demi anak mu! Sudah jangan menangis, kamu akan menang dalam hak asuh Zeline,"


"Bagaimana aku bisa menang? Saat ini Aska sudah menikah, hakim akan memberikan Zeline kepada Aska karena memiliki keluarga yang utuh. Sedangkan aku? Hanya janda yang tidak memiliki pekerjaan yang layak, secara finansial aku sudah gagal. Apalagi semuanya hiks,"


Laras memeluk Stella "Jangan menyerah sebelum pengadilan memberikan keputusan Stella!"


"Bagaimana tidak? Zeline bahkan tidak mau melihat aku! Dia mengabaikan aku, seakan aku ini musuhnya!"


"Stella, istighfar! Kamu jangan menyerah seperti ini. Tidak ada yang tidak mungkin! Kita hanya perlu berdoa kepada Allah!" Azriel pun memberikan semangat kepada Stella


"Kalian hanya bisa memberikan aku semangat, lalu bagaimana jika Zeline hak asuhnya jatuh kepada mereka? Bagaimana jika hakim memberikan hak asuh itu kepada Aska? Apakah kalian bisa membantu? Dan menolak keputusan hakim?" Stella berteriak, namun tak ada yang menjawab.


"Jika kamu keras dengan pemikiran kamu seperti itu, kami tidak bisa melakukan apapun. Kamu saja tidak yakin dengan Tuhan mu dan diri mu sendiri,"


Azriel, Laras, Zidan, Amara dan Tanara memahami kesedihan Stella. Namun mereka tidak mengerti mengapa Stella sekarang sangat tempramental. Apapun selalu saja marah-marah tidak pernah tenang

__ADS_1


"Mungkin, kalian bisa mengatakan itu karena kalian tidak pernah ada di posisi aku! Aku hanya seorang ibu yang tidak bisa kehilangan anak ku. Bahkan siapapun akan aku lawan jika mereka ingin merebut anakku!"


__ADS_2