Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Menjaga kesehatan


__ADS_3

"Bagaimana kondisi mu, Stella?"


"Sudah lebih baik, maaf jika aku merepotkan kan kalian semua. Seharusnya aku bekerja dengan baik."


"Jangan mengatakan itu, kau tidak merepotkan kami. Dan dokter mengatakan jika kau harus banyak istirahat. Sebaiknya, kau istirahat saja."


"Tidak, aku bisa mengerjakan pekerjaan ku."


"Jangan membantah Stella. Aku tidak suka, sebagai atasan mu aku memerintah kan kau untuk pulang dan istirahat di rumah dengan cukup!"


Stella pun tidak membantah ucapan Zidan, ia tahu jika diri nya di sini bekerja untuk Zidan..


Zeline meminta maaf kepada mama nya karena sudah membuat Mama nya sakit hanya karena pertanyaan nya itu. Stella mengatakan jika itu bukan lah kesalahan Zeline.


Zeline pun menangis, ia meminta maaf sekali lagi kepada mama nya. Stella menenangkan anak nya itu.


"Sudah lah, sayang. Jangan menangis, mama tidak apa-apa."

__ADS_1


Stella memeluk Zeline dengan erat, menghapus air mata Zeline.


"Zeline cantik, ajak mama nya untuk pulang ya sayang dan suruh mama untuk istirahat."


"Baik, om baik." ujar Zeline yang tersenyum kepada Zidan.


Zidan memang pria yang sangat baik, selain ganteng, mapan Zidan juga memiliki sifat yang baik hati.


Stella mengingat bagaimana dulu ia terpaksa menjauhi Zidan hanya karena Aska yang begitu cemburu.


Stella merasa sangat bersalah, walau Stella sudah bersikap dengan tidak baik kepada Zidan namun Zidan tetap memperlakukan Stella dengan baik.


Sesampai di rumah, Rani Langsung meminta Stella untuk beristirahat di kamar,.ia akan memasak sesuatu untuk Stella makan.


Stella pun mengangguk, Stella pergi ke kamar di bantu oleh Zeline.


"Kakak, kenapa kakak udah pulang?" tanya Tanara yang mendekati kakak dan keponakan nya.

__ADS_1


Zeline mengatakan jika tadi mama nya jatuh sakit dan tidak sadarkan diri karena diri nya.


Stella pun membantah, ia mengatakan jika itu bukan lah kesalahan Zeline..Diri nya hanya merasa sedikit lelah dan butuh istirahat saja


Tanara membantu kakak untuk ke kamar. Tanara meminta kepada Kakak nya untuk istirahat total, jangan memikirkan hal yang terlalu berat.


Stella tersenyum kepada adik nya, ia berjanji akan menjaga diri nya dengan baik dan tidak memikirkan hal yang terlalu berat.


Tanara merasa lega dengan ucapan kakak nya, ia tahu jika sang kakak tidak akan mengingkari ucapan nya itu.


Tanara pun berlalu pergi meninggalkan kakak dan keponakan nya.


Ia memberikan waktu untuk sang kakak beristirahat. Padahal, ia mau mengatakan kepada sang kakak untuk meminta uang ujian


Namun, melihat kakak nya yang begitu lemah. Tanara mengurungkan niat nya..


Ia mengingat jika tadi Amara sedang berbelanja, mungkin Amara memiliki uang untuk uang ujian nya. Tanara ingin ke kamar Amara, namun ia mengurungkan niat nya.

__ADS_1


"Tadi kakak mengatakan jika teman nya yang sudah membayari belanjaan kakak. Uang simpanan kakak juga sudah habis, mana mungkin kakak ada uang. Tidak! Aku tidak ingin membuat kakak banyak pikiran. Sudah lah, besok aku akan meminta keringanan kepada pihak sekolah. Agar aku bisa mengikuti ujian,"


Tanara pun memilih masuk ke kamar untuk belajar saja. Ia tidak mau membebani kakak-kakak nya sekarang. Ia akan meminta uang ujian kepada kakak pertama nya jika kakak nya itu sudah sembuh dan lebih baik kesehatan nya.


__ADS_2