Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Sebuah Rencana


__ADS_3

Zeline menatap mata istri papanya dengan serius. Entah mengapa ia merasa jika istri papanya itu tidak tulus kepadanya "Zeline mau papa gendong!"


"Iya sayang, papa akan menggendong kamu sampai kamu puas," ujar Lee yang mulai terbawa emosi


"Iya sayang, yang ibu sambung mu katakan itu benar. Papa kamu adalah milik Zeline sepenuhnya," ujar Xiu kembali, Lee menoleh ke arah mertuanya entah mengapa mertuanya bisa mengatakan hal seperti itu padahal ia tahu jika Lee ingin berdua saja dengan Aska.


Ponsel Lee terus saja berbunyi, ia terlihat cemas namun tidak ada yang perduli kecuali Zeline "Tante kenapa telihat takut saat ada yang menelpon, apakah itu Dali seseolang yang penting!"


Lee terdiam "Sial! Anak ini sangat berbahaya untuk aku!" batinnya


"Sayang, ini hanya orang yang salah sambung. Mami males mengangkat panggilan dari orang yang tidak penting! Kamu tahu jika keluarga kita ini keluarga yang terhormat, tidak ada waktu mengangkat telepon dari orang yang tidak penting. Benar kan Oma?"


"Iya sayang, apa yang di katakan oleh ibu sambung mu itu benar! Kita ini keluarga yang terhormat, sangat membuang waktu menerima panggilan dari orang yang tidak penting atau tidak berkelas dengan kita!"

__ADS_1


"Lalu bagaimana jika mama Zeline yang menghubungi kalian? Apakah tidak penting kalena mama zeline tidak sekaya papa dan Oma?" Anak kecil itu bertanya dengan serius


"Sayang, kalau mama kamu yang telepon pasti kita akan mengangkatnya karena mama kamu itu sangat penting!" Sahut Aska tiba-tiba membuat wajah Lee berubah. Karena ia tahu jika Stella selalu penting di hati suaminya itu


"Maksud papa, itu kan mamanya Zeline. Pasti sangat penting sekali nak! Mana mungkin tidak kami angkat, iyakan Oma?"


Xiu hanya mengangguk, tersenyum sinis namun tidak mau melihatkan kebenciannya kepada Zeline.


Sebenarnya yang menghubungi Lee adalah kekasih gelapnya, juga sekaligus ayah dari anak yang ia kandung. Jika Lee mengangkat panggilannya sekarang, maka semuanya akan terbongkar dan jika ia berlama-lama tidak ada kabar. Kekasihnya akan kesal atau mungkin akan membongkar semuanya dengan keluarga Lesham Shaenette


"Aku harus mencari solusi agar dia tidak menghantui aku terus. Bisa habis aku jika mami dan Aska tahu!" Batin Lee.


Zeline sangat mencurigai gerak-gerik dari ibu sambungnya itu namun ia tidak tahu apa yang di sembunyikan oleh ibu sambungnya

__ADS_1


"Sayang, kita lain kali saja makan rujaknya ya? Tiba-tiba kepala ku terasa sangat pusing dan aku ingin sekali istirahat yang total!"


"Baik lah, aku juga banyak pekerjaan dan saat kau memintanya aku tidak enak untuk menolak!"


"Terimakasih suami ku, kau memang suami yang terbaik! Aku mencintai mu!"


Aska hanya tersenyum tanpa membalasnya. Lee tidak perduli dengan itu semua, yang terpenting saat ini dia sudah menjadi istri dari Aska dan Nyonya Lesham Shaenette


Mereka pun sampai di kediaman rumah keluarga Lesham Shaenette. Lee berjalan seakan ia yang menjadi pemilik rumahnya, sedangkan Xiu menggendong cucunya.


Walau ia kecewa dengan cucunya yang meminta hak asuh di berikan kepada Stella. Namun Xiu sangat menyayangi cucunya


"Lihat lah, wanita tua itu begitu menyayangi cucunya tapi tidak apa! Yang paling penting saat anak aku lahir, aku harus membuat Zeline tidak nyaman agar ia meminta tinggal dengan mamanya."

__ADS_1


__ADS_2