Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Kehadiran Baby Zeline


__ADS_3

"Sudah lah, Stella! Jangan menangis, Aku yang seharusnya meminta maaf kepada mu. Tidak seharusnya aku bertanya hal yang tidak sepantas nya seperti itu."


Tiba-tiba perut Stella kembali kontraksi, Stella berteriak kepada Azriel. Azriel yang panik pun memanggil Rani. Azriel ingin membantu Stella namun rasa sakit itu membuat Stella tak mampu berjalan. Azriel merasa sangat dilema. Apakah ia harus menggendong wanita yang ia cinta? Tapi, Azriel tahu jika itu tidak pantas. Apalagi, mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Azriel sangat menghormati kodrat wanita. Akhir nya, Azriel memutus kan untuk memanggil mobil ambulance. Mobil ambulance datang, mereka membawa Stella ke rumah sakit. Dokter kandungan berkata jika Stella sudah waktu nya melahirkan. Belum ada persiapan apapun, Azriel dan Rani pun kebingungan.


"Bagaimana ini? Kakak tidak tahu apa saja yang harus di beli."


"Aku tahu apa saja kak, Tetapi." ucapan Rani terputus, Azriel mengerti apa maksud Rani. Ia pun memberikan beberapa lembar uang kepada Rani.


"Tolong beli lah seadanya dahulu. Kakak akan pulang ke rumah sebentar untuk mengambil uang." Rani pun segera pergi ke pasar untuk membeli peralatan Baby.


"Awww..... Sakit...." Stella membuang nafas dengan terengah, nimkat kesakitan nya sangat luar biasa. Seakan seluruh tulang nya remuk.


Mama, Stella sangat sakit. Sekarang, Stella mengerti bagaimana rasa sakit mama dahulu melahir kan Stella. Dan betapa kecewa nya mama saat Stella merusak kepercayaan mama. Maafin Stella ma, Stella mohon ampun~ Batin Stella yang sambil membuang nafas secara tidak teratur.


Dokter kandungan itu pun memberitahu apa yang harus Stella lakukan.


"Ayo, Ibu. Sedikit lagi, Ambil nafas perlahan. Buang! Iya, benar. Ayo terus Bu! Sedikit lagi..."


"Aaaaaaaaaa." jerit Stella


Oeeeee.....! Oeeee....!


Dokter kandungan itu pun segera membersih kan bayi stella. Suara tangisan bayi itu membuat Stella merasa haru.


"Selamat ya, Bu. Anak nya perempuan. Sangat cantik, seperti Ibu nya." ucap Dokter. Akhir nya Stella melahir kan seorang Puteri cantik. Stella sudah menjadi seorang Ibu di usia nya yang masih sangat muda sembilan belas tahun. Tubuh nya masih terasa begitu lemas. Namun, mendengar suara tangisan si anak membuat nya lupa dengan rasa sakit nya.


Bayi Stella pun di bawa perawat ke ruangan bayi, Dokter memberitahu jika besok Stella dan bayi nya sudah boleh pulang ke rumah. Azriel yang sudah kembali dari rumah mengambil uang segera masuk ke dalam ruangan dan melihat keadaan Stella. Wajah Stella begitu bahagia. Namun, ia juga merasa sedih. Anak nya tak ada yang meng-iqomah anak nya. Azriel pun menawar kan diri untuk mengadzani anak Stella. Stella tersenyum, merasa sangat tersentuh. Stella meminta izin kepada perawat untuk membawa nya ke ruangan bayi. Awal nya sang perawat menolak namun melihat Stella yang menangis perawat itu pun mengizinkan dengan syarat Stella naik kursi roda karena keadaannya yang masih begitu lemah. Perawat mengantar Stella dan Azriel ke ruangan bayi.


Azriel menggendong bayi nya Stella, membisikkan di kuping kiri lantunan adzan


اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ


Allahuakbar, Allahuakbar.


Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.


أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

__ADS_1


Asyhadu allaa illaaha illallaah.


Artinya: Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah.


اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah.


Artinya: Aku menyaksikan bahwa Nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.


حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Hayya ‘alashshalaah.


Artinya: Marilah dirikan salat.


حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Hayya ‘alalfalaah.


Artinya: Marilah menuju kemenangan/kejayaan.


Allahuakbar Allahuakbar.


Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.


لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ


Laa ilaaha illallaah.


Artinya: Tiada Tuhan selain Allah.


***********


Setelah, selesai meng-iqomah bayi Stella. Stella dan Azriel pun menetes kan air mata. Anak Stella pun merespon dengan menangis kencang.


"Subhanallah, Anakku!" ucap Stella yang begitu merasa terharu melihat puteri nya. Azriel pun memandangi Stella, tersenyum dan merasa kagum dengan wanita di samping nya.

__ADS_1


"Siapa nama anak ini?" tanya Azriel pada Stella.


"Zeline Lesham Shaenette" ucap Stella yang memandang anak nya.


"Nama yang sangat indah." ujar Azriel, pria itu mencium kening Zeline


"Semoga menjadi anak Sholehah dan menjadi kebanggan ibu mu ya, Nak?" ujar nya.


"Aminnn."


Azriel memberikan baby Zeline kepada perawat. Mereka berdua pun kembali ke ruangan Stella di rawat. Rani yang sudah kembali dari pasar membawa peralatan Baby yang sudah ia beli. Azka memberikan kebutuhan Zeline keperawat.


"Wah, kakak sudah lahiran. Apakah dia seorang raja atau seorang ratu?" tanya Rani begitu antusias.


"Dia seorang ratu, Sangat cantik. Bernama Zeline Lesham Shaenette."


"Nama nya begitu sangat sulit, seperti nama orang bule saja. Lidah ku kebelit memanggil kepanjangan nya." ujar Rani. Stella dan Azriel pun tertawa mendengar ucapan Rani yang begitu polos dan lucu.


***********


Keesokan Hari nya


Stella dan anak nya, Zeline. Sudah di boleh kan untuk pulang ke rumah. Azriel dan Rani menyiap kan barang-barang yang akan di bawa.


"Aku sudah memesan Taxi online. Sebentar lagi akan datang." ujar Azriel. Taxi sudah datang, Rani membantu Stella mendorong kursi roda. Sedangkan, Azriel menggendong Zeline. Mereka pun tak sengaja bertemu dengan Aska.


Aska yang melihat Stella dan pria yang ia sangka adalah suami Stella. Aska mendekati mereka, dan menghina Stella, ucapan nya sangat membuat hati Stella terluka.


"Wah, seperti nya anak dari hasil Cinta dan Pengkhianatan kalian sudah lahir, Selamat!" Aska seakan memberikan nada tekanan pada mereka.


Aska, Ini anak kamu! Anak kita! Lihat dia, begitu sangat mirip dengan mu. Bahkan, aku memberikan nama belakang mu pada anak kita ~ Batin Stella.


"Cantik, Seperti Ibu nya." Aska memandangi bayi yang di gendong oleh Azriel. Melihat bayi itu, entah mengapa hati Aska berdetak kencang. Namun, Aska mencoba untuk tidak mengikuti kata hati nya.


Mungkin karena dahulu, aku selalu mendambakan bayi ini. Aku mengingin kan ia selalu bersama ku, karena aku berfikir itu adalah anakku. Tidak! Jangan menaruh rasa pada bayi itu, Aska! Dia bukan anakmu! Kedua orang tua nya sudah melukai mu. Ingat janji mu, kau akan menghancur kan kehidupan anak itu! ~ Batin Aska.


"Selamat kepada kalian! Telah menjadi orang tua sekarang. Semoga, selalu bahagia! Aku merasa sangat kasihan dengan anak kalian, semoga saja anak kalian tidak bernasib buruk, Ya?"

__ADS_1


Stella meremas jemari nya, hati nya begitu sangat sakit. Hinaan demi hinaan di lontar kan dari mulut Aska.


"Hina aku sepuas mu, Tidak apa! Aku mohon, jangan katakan hal yang buruk tentang anak kita. Dia anakmu!" ~batin Stella.


__ADS_2