Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Hancur


__ADS_3

"Kau bisa kapan saja istirahat jika memang itu di butuh kan. Jangan pernah bertanya lagi kepada mami." Aska pun mengangguk, namun terlihat wajah nya begitu murung.


Membuat Xiu semakin penasaran dengan sang anak.


Ia pun mengambil ponsel nya dan memberikan pesan kepada orang suruhan nya tadi. Betapa terkejut nya Xiu, membaca pesan dari orang suruhan nya


Tuan Aska masih di dalam, nyonya.


Bahkan orang suruhan Xiu juga memberikan gambar anak nya yang sedang berbicara dengan para guru. Xiu yang tidak percaya pun mencoba video call. Ia mengira, jika orang kepercayaan nya mengkhianati diri nya dan berpihak kepada sang anak.


Ternyata benar, seorang pria yang begitu mirip tubuh nya mengenakan pakaian yang sama dan memakai kaca mata hitam. Sedang membelakangi, orang yang di suruh Xiu untuk memata-matai Aska.


"Bagaimana mungkin? Sedangkan, anakku sedang bersamaku." Xiu melirik ke arah Aska yang sedang melamun.


Ia ingin bertanya kepada sang anak. Namun, diri nya takut jika Aska mengetahui jika Xiu menyuruh orang untuk mengikuti Aska. Hal itu akan membuat Aska marah dan sedih karena mengira mami nya tidak mempercayai diri nya.


Kini, Xiu lebih waspada. Ia tahu, jika anak nya begitu pintar, bahkan mampu mengelabui diri nya dan orang yang ia suruh.


Tak mau menjadi masalah, dengan kesal Xiu keluar dari kamar Aska. Ia pun mematikan video call nya, lalu mengirim pesan kepada orang suruhan nya tersebut untuk pulang saja.


Untuk apa lama-lama di sana, jika yang berada di sana adalah orang lain bukan sang anak.


Bagaimana bisa diri nya tertipu? Xiu pun mengumpat dengan kesal.


"Aska, kamu sungguh membuat mami kecewa. Mengapa kamu bisa membohongi mami. Kemana kamu tadi?"


Xiu memikirkan kemana anak nya pergi, ia teringat dengan ucapan Lee yang mengatakan jika beberapa hari yang lalu mereka bertemu dengan Stella. Mantan Aska di cafe tempat biasa anak nya makan bersama Lee.


Xiu pun menghubungi Lee, menanyakan alamat cafe tersebut. Lee segera memberikan alamat nya..

__ADS_1


Xiu mengambil tas nya di dalam kamar, ia juga meminta supir untuk menyiapkan mobil.


Dengan langkah yang cepat, Xiu masuk ke dalam mobil. Ia menyuruh supir nya untuk pergi ke alamat yang ia tunjukkan.


Supir itu pun melajukan pegal gas nya perlahan, menuju cafe


Sesampai di cafe. Dengan langkah yang begitu arogan, Xiu berteriak memanggil nama Stella, para karyawan melihat keributan yang di ciptakan oleh Xiu.


"Stella, keluar kamu! Jangan kira aku nggak tahu kamu ada di dalam, keluar!" bahkan dengan sengaja Xiu membanting hiasan bunga di atas meja.


Stella yang mendengar keributan pun segera keluar dari ruangan, ia kaget melihat ibu nya Aska yang datang.


Stella mempersilahkan Xiu untuk duduk, namun dengan suara yang lantang dan penuh kesombongan Xiu menolak nya.


"Wanita murahan! Penggoda! Kau tahu anakku sudah mau menikah, kenapa kau menganggu nya lagi? Setelah kau pergi dengan pria lagi, kini kau menghancurkan kehidupan anakku."


"Nyonya, apa yang anda katakan? Tolong tenang lah, kita bisa bicarakan ini di dalam. Tolong, jangan membuat keributan di tempat saya bekerja." pinta Stella dengan nada yang lembut, dia sangat menghormati orang yang lebih tua dari nya.


"Jangan munafik! Aku tahu, kau yang merusak pikiran anak ku bukan? Kau tahu jika dia akan menikah makanya kau datang lagi di kehidupan nya setelah kau menghancurkan hidup anak ku!" Xiu meluapkan segala emosi nya.


Ia begitu geram melihat Stella, bahkan ingin rasanya Xiu menampar wanita yang ada di hadapan nya itu.


"Cukup! Jika anda tidak mempunyai kepentingan di sini lebih baik anda pergi!" teriak Laras yang tiba-tiba muncul, ia berdiri di samping Stella.


Laras merasa sangat geram melihat wanita paru baya yang datang dengan tidak sopan dan mengatakan hal yang tidak-tidak kepada atasan nya.


"Siapa kau? Jangan ikut campur!"


"Saya tidak akan ikut campur jika ini di luar dari lingkungan pekerjaan kami. Tapi, ini di lingkungan cafe. Dan anda tidak mempunyai hak untuk membuat keributan."

__ADS_1


"Kurang ajar, kau pikir siapa diri mu?"


"Memang nya siapa kau yang berani membuat keributan di sini?" teriak Laras yang tak mau kalah, Stella hanya diam. Ia mencoba menenangkan Laras, namun Laras tidak ingin mendengar nya kali ini.


"Maaf Bu, tapi ibu sudah katakan pada ku dan sudah berjanji jika ibu tidak akan ikut campur lagi dalam masalah seperti ini. Dan bapak Zidan beserta ibu juga sudah memberikan tanggungjawab cafe kepada saya. Jika ini hanya masalah ibu pribadi, saya tidak akan ikut campur. Tapi, ini dia membuat keributan di cafe dan membuat pelanggan lain tidak nyaman."


Laras menatap Xiu dengan penuh tantangan, sebelum nya Xiu juga mengancam Laras akan membeli cafe ini dan membuat Laras kehilangan pekerjaan nya. Namun, Laras tidak takut sama sekali.


"Saya tidak takut dengan ancaman anda. Silahkan lakukan apapun yang anda ingin kan. Saya akan tunggu! Tapi, sekarang anda pergi dari sini! Pengacau!" Laras pun berbicara dengan nada lantang, dan melototkan mata nya kepada Xiu.


Sikap karyawan itu membuat Xiu merasa sangat terhina.


"Kau lihat dan tunggu saja nanti."


"Iya, saya akan menunggu di sini. Pergi lah wanita tidak waras!" teriak Laras. Pelanggan yang ada di cafe itu pun menertawakan Xiu karena menganggap Xiu orang yang tidak waras


Xiu berlalu pergi dengan hentakan kaki yang begitu kesal. Ia menyumpahi serapah karyawan yang sudah berani mempermalukan diri nya.


Seharusnya, Stella yang di permalukan justru malah sebaliknya. Ia melihat tatapan jijik dan lucu para pelanggan yang ada di cafe. Xiu masuk ke dalam mobil, menyuruh supir nya untuk membawa diri nya melaju ke rumah.


Ia berjanji kepada diri nya, akan merebut cafe itu dan membeli nya tidak perduli seberapa mahal harga nya. Xiu mengambil ponsel nya, menyuruh kaki tangan nya untuk mengurus segala nya.


Laras memenangkan Stella, ia meminta kepada Sri untuk mengambil segelas minum.


Sri pun memberikan segelas air minum kepada Laras, Laras meminta kepada Stella untuk minum dengan nada yang sopan.


"Bu, silahkan di minum dulu." dengan tangan yang bergemetar, Stella mengambil gelas dari Tangan Laras, ia pun meneguk segelas air minum itu.


Laras merasa sangat iba dengan atasan nya, pasti hati Stella sangat hancur.

__ADS_1


Hari ini, Stella mendapatkan cobaan yang berat. Pria yang datang dan menghina diri nya, cemoohan para karyawan. Dan kini, seorang wanita paru baya datang marah-marah. Dan menghina Stella. Hatinya pasti sangat hancur


__ADS_2