Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Kebahagiaan Zeline


__ADS_3

Rani pun mengatakan jika dirinya juga marah kepada kedua orang tuanya yang sudah tega membuangnya


"Kak, Rani juga marah sama kedua orang tua kandung Rani. Rani marah kepada keadaan, Rani marah kepada kenyataan hidup Rani yang kurang beruntung. Tapi sekarang Rani sadar, jika saja Rani tidak di buang mungkin Rani tidak akan bertemu dengan kakak! Kakak memberikan kasih sayang yang tidak pernah Rani rasakan sebelumnya," Rani mengatakan itu dengan mata yang berkaca-kaca


"Kakak enggak pernah membedakan antara Rani, Zeline, Amara dan juga Tanara. Kakak selalu membayangi dan memperlakukan kamu dengan adil,"


Rani merasa sedih, jika mengingat kehidupannya yang kurang beruntung. Dan Stella dengan baik hati, memungut dirinya


"Hust! Kamu jangan mengatakan itu Rani! Sebenarnya, kakak lah yang beruntung memiliki kamu. Kamu selalu menjaga dan melindungi kakak dan juga Zeline. Bahkan saat ada yang menyakiti kami, kamu maju paling terdepan untuk membela kami"

__ADS_1


Stella memeluk Rani. Walau mereka tidak memiliki ikatan darah apapun, namun Stella sangat menyayangi Rani. Dia juga tidak pernah membedakan antara Rani dan kedua adiknya.


Baginya, mereka semua adalah kekuatan Stella. Mereka adalah kehidupan Stella, dan hanya karena mereka Stella bisa menjadi kuat seperti sekarang.


"Kak, Rani yakin jika suatu saat Zeline juga akan memahami dan menyadari cinta dan kasih sayang kakak. Dan Rani yakin, jika topeng keluarga Aska akan terbongkar dan saat Rani menyadari segalanya. Ia pasti tidak akan lagi menyalahkan kakak dengan semua yang terjadi,"


Bagaimana pun Aska adalah papa biologis Zeline, dan Xiu. Walau ia sangat jahat dan angkuh namun tetap saja wanita itu adalah neneknya Zeline


"Kakak hanya ingin Zeline tahu, jika kakak menyayanginya. Kakak sangat mencintainya, dan kakak hanya ingin yang terbaik untuk dia, selebihnya kakak tidak perduli. Dan masalah papanya dan kakak, biar lah itu urusan kakak dengan papanya Zeline!"

__ADS_1


Tanpa sadar, air mata Stella menetes. Ia pun menghapus air matanya dan Zeline mendengar semua percakapan Stella dengan Rani. Namun ia tetap memejamkan matanya, sejenak Stella menoleh ke arah anaknya sebentar lalu menatap Rani lagi


"Kak, namun Zeline harus tahu semua kebenarannya. Dia harus tahu agar tidak kakak saja yang di salahkan atas segalanya, Zeline harus tahu jika,"


"Sudah lah Rani! Itu semua tidak penting lagi, Zeline sudah bahagia dengan papa dan neneknya. Dan kakak juga sudah bersama Zeline, apalagi yang kakak inginkan? Tidak ada! Kakak tidak bisa merusak kebahagiaan anak kakak, kakak enggak mau mimpinya tentang papa dan neneknya di hancurkan. Lagipula, kita semua tahu jika Aska dan ibunya sangat menyayangi Zeline,.itu sudah lebih dari cukup!"


Belum sempat Rani menyelesaikan ucapannya, Stella sudah memotong. Ia tidak mau jika masalah masa lalu terus saja mengganggu dan merusak kebahagiaan dan ketenangan anaknya Zeline.


"Tapi kak, bagaimana jika mereka berusaha memisahkan kakak dari Zeline seperti rencananya dulu?"

__ADS_1


__ADS_2