Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Kecewa


__ADS_3

Aska yang mengingat kejadian itu tersenyum puas, bukan nya ia tidak punya hati. Ia merasa bersalah, namun kerinduan nya selama ini terbalas kan.


Itu akibat nya karena kau sudah berani membohongi dan mengkhianati ku Stella!


Ia merasa puas membuat Stella menangis, dan pasti nya ketika suami Stella melihat tubuh Stella banyak tanda memerah yang ia buat pasti akan marah dan menceraikan Stella. Saat Stella di ceraikan, ia akan bisa bersama Stella. Tanpa Aska ketahui, jika Stella tidak pernah menikah dan mengkhianati nya sedikit pun.


Aku tidak sabar menunggu kabar perceraian mu dengan suami mu Stella haha.


Dengan rasa yang begitu puas, Aska melajukan mobil nya menuju rumah, ponsel nya terus saja bergetar ia melihat nama di layar ponsel nya ternyata yang menghubungi Aska adalah Lee. Aska mengangkat ponsel nya, Lee bertanya kepada Aska pergi.


"Sayang, kamu dari mana saja? Aku merindukan mu," manja Lee kepada Aska.


"Maafkan aku Lee, aku sangat sibuk sekali dari kemarin,"


"Sibuk apa?" tanya Lee kembali, Aska begitu malas menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari tunangan nya itu.


"Lee maaf kan aku, namun saat ini aku sedang mengendarai mobil. Nanti kita sambung lagi ya bye!" Aska langsung mematikan ponsel nya.


"Lee kamu wanita baik, tapi aku mencintai Stella. Maaf kan aku," gumam nya. Bukan nya Aska ingin menyakiti hati Lee, namun ia terpaksa menerima Lee karena tuntutan dari sang mama.


Aska mengingat sebentar lagi pernikahan nya dengan Lee, Aska merasa begitu kesal. Ia memikirkan cara untuk membatalkan pernikahan nya dengan Lee.


"Bagaimana cara nya membatalkan pernikahan kami? Lee pasti akan sangat kecewa, bagaimana pun ia selalu menemani ku di saat masa terluka ku," ujar Aska, ia tak ingin melukai Lee namun ia juga tidak mencintai Lee.

__ADS_1


Aska memutuskan untuk tidak kembali ke rumah, ia tak ingin bertengkar dengan mami nya Xiu.


"Mami selalu membuat ku kesal, mami juga tak akan senang jika aku ingin bersama Stella." ujar nya. Aska bingung harus kemana sementara hari semakin malam.


*****


Lee yang sedang kesal karena sikap Aska pun mengadu kepada Xiu.


"Mami, lihat lah anakmu ia membuat ku kesal." ujar nya melalui panggilan suara.


"Tenang, Sayang. Ada apa?" Xiu yang mendengar suara rengekan dari Lee pun mencoba menenangkan Lee.


Lee menjelaskan kepada calon mertua nya bahwa Aska seharian ini tidak ada kabar.


"Dia menghilang mami, setelah bisa di hubungi ia malah mematikan telepon dari ku," Lee cemberut sambil memandangi kuku nya yang begitu indah.


"Baik lah mami," sebelum Xiu memutuskan panggilan mereka, Lee sudah terlebih dahulu memutuskan panggilan nya.


Lee tersenyum puas karena Xiu selalu membela diri nya, ia tidak sabar menunggu hari pernikahan nya tiba.


"Aska, sungguh aku tidak perduli dengan mu. Aku hanya menginginkan agar segera bisa menjadi isteri mu. Menjadi nyonya Aska Lesham Shaenette,"


Lee tidak ingin bersusah payah lagi mencari uang untuk memenuhi kebutuhan nya, walau saat ini Aska sudah menanggung segala kebutuhan dan fasilitas nya namun Lee ingin mendapat kan hak waris keluarga Aska.

__ADS_1


Xiu yang mendengar kabar tidak enak tentang anak nya pun segera menghubungi Aska. Namun Aska tidak menjawab nya, Xiu sangat marah.


"Mengapa Aska tidak menjawab panggilan ku?" wajah nya memerah. Menandakan diri nya begitu marah. Xiu mengira jika anak nya sedang bersama Stella ia memutuskan untuk pergi melabrak Stella ke rumah nya.


Xiu memerintah kan supir untuk mengantar diri nya ke Diaman rumah Stella. Sesampai di sana, ia mengetuk rumah Stella dengan keras.


******


Stella di kamar masih saja menangis, mengutuk diri nya berulang kali. Mengapa takdir memperlakukan diri nya sangat tidak baik?


Ia berusaha bertahan dan kuat untuk anak dan ketiga adik-adik nya saat ini hanya mereka lah yang ia punya dan kekuatan untuk diri nya.


Stella mendengar keributan di luar, ia segera mencuci wajah nya di kamar mandi dan melihat keributan yang terjadi. Ia berjalan menuruni anak tangga terlihat wanita paru baya yang begitu angkuh membuat keributan di rumah nya. Ia tahu itu adalah ibu nya Aska, bagaimana ia bisa melupakan wajah itu?


Stella mendekati Xiu dan Rani yang berdebat di depan pintu


Plak!


Tanpa mengatakan apapun, Xiu menampar Stella dengan begitu keras. Stella memegangi pipi nya yang memerah akibat tamparan dari ibu nya Aska.


Rani ingin membalas namun di hentikan oleh Stella.


"Rani pergi lah ke kamar mu!" ujar nya dengan nada yang dingin, Rani menolak. Ia tak terima melihat Stella di tampar begitu

__ADS_1


"Dasar wanita tua! Tidak tahu malu! Siapa kau nenek peyot berani nya menyerang kakak ku?!" Rani ingin menjambak Xiu namun Stella menghentikan nya.


"Rani, apa kau tidak mendengar apa yang kakak katakan? Masuk!" tegas Stella kembali, Rani yang merasa kecewa dengan sikap kakak nya pun berlari menuju kamar.


__ADS_2