
Zeline memilih tidur, kepalanya masih dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang belum ia temukan jawabannya.
Keesokan paginya, Stella menyambut kedatangan Azriel "Assalamualaikum Stella, bagaimana kabarmu?"
"Wa'alaikumsallam Azriel, Alhamdulillah aku sehat. Ayo masuk!"
"Om baik!" Zeline berlari, menuruni anak tangga untuk menghampiri Azriel, begitu juga dengan Rani yang sudah cantik mempersiapkan dirinya bertemu dengan pujaan hatinya "Om baik, Zeline Lindu!"
Zeline memeluk Azriel yang kini menggendong tubuh mungil Zeline, ia mencium kedua pipi Zeline dengan penuh kasih dan sayang "Om baik juga sangat rindu banget sama Zeline. Om baik dengar dari mama, kalau Zeline sudah sekolah ya?"
Dengan antusias Zeline mengangguk, bahkan menceritakan tentang sekolahnya kepada Azriel.
Rani tersenyum, saat Azriel menatap dirinya. Namun Azriel hanya membalas sekilas lalu memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Amara dan Tanara turun, pandangan Azriel tak beralih menatap Tanara yang begitu mirip dengan Stella "Perkenalkan, ini adik-adik ku Amara dan ini Tanara!"
Azriel tersenyum kepada kedua adiknya Stella, begitu juga dengan Tanara dan Amara yang membalas senyuman dari teman kakaknya. Tanara dan Azriel masih saling pandang, namun seketika Tanara mengalihkan pandangannya.
Jantung Azriel berdegup kencang saat melihat Tanara, apakah ia jatuh cinta pada pandangan pertama?
Amara dan Tanara langsung pergi ke dapur, membuatkan teh untuk Azriel dan yang lainnya. Rani melihat Azriel yang tidak berkedip memandangi punggung belakang kakak beradik itu.
"Apakah kak Azriel menyukai Amara? Atau Tanara?" Rani membatin dalam hatinya, begitu sakitnya Rani. Bertahun-tahun ia menyukai pria yang tidak pernah membalas cintanya, dan saat pertemuan pertama Azriel sudah menyukai salah satu di antara adiknya Stella.
Zeline sangat senang dan sibuk bermain dengan Azriel.
"Stella, adik bungsu mu begitu cantik. Wajahnya sangat adem, dan kalian begitu mirip,"
__ADS_1
"Terimakasih, Azriel!"
Kini, Rani tahu jika Azriel menyukai Tanara, memang benar. Jika di sandingkan, Rani bukan lah apa-apa terutama latar belakang Rani yang hanya anak jalanan. Rani menundukkan pandangannya, kesenangannya berubah menjadi kesakitan.
Rani yang tak tahan, langsung permisi masuk ke dalam kamar. Azriel bahkan tidak memperdulikan Rani.
Namun saat Rani pergi, Azriel memandang punggung belakang Rani yang semakin menghilang dari pandangannya.
"Zeline sayang, kamu ikut mami deh ke kamar. Mama mau bicara dengan om baik!"
Zeline mengangguk, segera ia turun dari pangkuan Azriel untuk mengejar Rani.
"Kamu suka sama adik aku?" Pernyataan itu langsung membuat lamunan Azriel memecah. Ia tersenyum dan mengangguk "Kamu tahu Stella, aku menyukainya. Namun aku merasa tidak pantas dengannya, karena usia umur kami yang berbeda. Dan aku takut, menyakiti hatinya. Ia pantas bahagia dengan orang lain,"
__ADS_1
Jawaban Azriel membuat Stella tahu jika yang di maksud oleh temannya itu adalah Rani. Namun mengapa Azriel memuji kecantikan Tanara di depan Rani? Apakah Azriel sengaja membuat Rani cemburu?
"Jika kau memiliki perasaan kepadanya, mengapa kau menyakitinya dan memuji wanita lain di hadapannya?" Azriel tersenyum, ia pun menggeleng "Aku hanya ingin, ia melupakan perasaannya kepada ku Stella. Kau tahu, jika aku masih ingin mengejar karir ku. Dan aku tidak mau, Rani menghabiskan waktu dan menyia-nyiakan masa depannya hanya karena aku yang tidak sempurna ini!"