
Aska mencium kening Lee dengan sepenuh hati "Maafkan aku Lee, perbuatan ku dahulu sudah begitu menyakiti mu. Namun sekarang, kita sudah menikah dan kamu sedang hamil anak ku. Aku tidak akan mungkin melakukan kesalahan,"
Lee pun tersenyum, walau sebenarnya ia tahu jika anak yang ia kandung bukan lah anaknya Aska. Namun anak ini adalah senjata sekaligus kelemahan untuk Aska.
"Sayang, kamu jangan khawatir! Mami tidak akan pernah membiarkan Aska kembali Lee!"
Lee meneteskan air matanya "Namun, bagaimana jika Zeline yang memintanya mami?"
Memang benar saja, Lee sangat khawatir dan merasa posisinya terganti hanya karena Zeline
"Percaya lah kepada ku Lee, aku tidak akan mengkhianati kamu!"
Lee mengangguk, ia hanya ingin mempercayai ucapan Aska lagipula, dirinya juga telah berkhianat kepada Aska.
"Sayang, dokter meminta kamu istirahat yang total dan jangan terlalu memikirkan apapun. Karena itu bisa berdampak buruk untuk janin kamu," Xiu meminta kepada menantunya untuk tidak terlalu memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Lee pun mengangguk
__ADS_1
"Iya mami,"
Xiu tersenyum, memeluk menantunya dengan tulus "Mami sangat menyayangi kamu! Mami tidak ingin kamu memikirkan hal-hal yang akan membuat janin kamu terganggu,"
"Mami, Aska harus pergi dahulu. Mami tolong jaga lah Lee terlebih dahulu," Lee menatap suaminya, ia tahu jika suaminya pasti akan bertemu dengan Zeline anaknya dari Stella.
"Kamu mau pulang?" Aska terdiam sejenak, lalu menjawab "Iya, aku pergi tanpa memberitahu Zeline. Aku tidak ingin jika dia mencari ku, kita tahu bagaimana Zeline kemarin sangat kecewa kepada ku. Aku tidak mau jika anak ku kembali sedih,"
"Tapi Aska, di rumah ada Stella. Biarkan Zeline dengan mamanya dan mami yakin Zeline tidak akan pernah merasakan kesedihan atau kesepian!"
"Tapi bagaimana jika Zeline mencari Aska?" Aska mencoba menjelaskan kepada maminya, Xiu. Namun Xiu tidak mau mendengarkan alasan anaknya
Aska tidak mau berdebat apapun lagi kepada maminya, ia memilih mengalah "Iya mami, Aska akan di sini menjaga Lee,"
Mendengar ucapan Aska, membuat Lee merasa senang. Ia pun langsung memeluk suaminya "Terimakasih suami ku! Aku mencintai mu!"
__ADS_1
Aska tidak membalas cinta yang di utarakan oleh Lee, ia tidak bisa berpura-pura mencinta Lee sedangkan hatinya masih untuk Stella.
******
Stella turun untuk ke dapur, mengambil stok minuman yang sudah habis di kamarnya.
Ia melihat suasana masih sepi seperti tadi "Mengapa masih sepi sekali? Mungkin memang benar, tidak ada orang di rumah ini,"
Mata Stella tidak sengaja tertuju kepada bingkai album pernikahan Aska dan Lee yang di cetak sangat besar.
Dada Stella terasa sesak, apakah dia masih mencintai Aska? Stella dengan cepat menghapus air matanya
"Untuk apa aku menangis? Untuk apa dada ku terasa sakit saat melihat Poto pernikahannya mereka? Apa yang terjadi?"
Stella tidak mengerti dengan perasaannya, padahal ia sangat membenci Aska namun hatinya terlihat sesak saya menatap Poto pernikahan Aska dengan Lee
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak harus menangis demi pria brengsek sepertinya! Untuk apa? Dia sudah menghancurkan kehidupan aku!"
Stella tidak membenci Aska karena telah membuat Stella hamil Zeline. Namun dia sangat membenci Stella saat Aska dengan sadis menyentuhnya sampai dua kali