Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Terpengaruh


__ADS_3

Laras yang tak kuasa menahan kesabaran nya pun bangkit, menatap Rini dengan tatapan nya yang tajam.


"Kau yang akan bungkam saat pak Zidan datang."


"Seperti nya kau terlalu percaya diri sekali. Pak Zidan orang yang baik, tapi dia tidak akan diam jika Restaurant nya di permalukan seperti itu. Kau dengar aku!"


Rini yang membentak Laras pun terdiam, ia juga memikirkan apa yang di omongi oleh Rini.


Bos mereka memang baik, tapi Zidan tidak akan menerima jika Restaurant yang ia bangun dari nol di hancur kan seketika. Laras pun khawatir jika Zidan akan marah kepada Stella.


"Sebaiknya kau memikirkan diri mu sendiri Laras, demi orang lain kau mempertaruhkan pekerjaanmu sendiri. Kau sungguh naif Laras, hanya karena orang yang baru kau kenal kau sampai melupakan teman-temanmu yang sudah berjuang bersamamu dari dulu. Sekarang kau akan lihat akibat dari hal yang kau perbuat"


"Terserah apa yang kau katakan, aku tidak perduli! Dan ya jika aku harus kehilangan pekerjaanku demi membela kebenaran, Aku tidak akan pernah menyesalinya! Tadi kau berkata apa? Kau temanku dan aku melupakanmu? Apa itu tidak terbalik, keegoisanmu yang membuat pertemanan kita menjadi hancur seperti ini. Aku sudah terlalu sabar dengan sikapmu yang seperti itu, bahkan aku selalu membela mu tapi aku tidak bisa terus-terusan membela perbuatanmu yang salah itu. Dan satu lagi, mungkin aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kehidupan Manager kita tapi yang aku tahu manager kita adalah orang yang baik bahkan tidak pernah memarahi kita sekalipun kita membuat kesalahan. dan aku tidak sepertimu, yang selalu melupakan beribu kebaikan orang lain hanya karena satu kesalahan saja."


Laras yang begitu kesal pun pergi berlalu meninggalkan Rini seorang diri, dia sudah siap menerima segala konsekuensi yang akan dia hadapi nanti sekalipun dia harus kehilangan pekerjaannya, baginya itu bukanlah hal yang buruk.


Daripada ya harus membiarkan dan melihat, ketidakadilan yang terjadi di dihadapannya


Apa kesalahan yang telah diperbuat oleh Stella sehingga Ia mendapatkan perlakuan yang begitu buruk dari orang-orang yang bahkan tidak pernah mengenalnya sama sekali.


**************


Zeline yang mendapatkan pembelaan tadi pagi dari orang yang dia sebenarnya tidak mengenal siapa dia, Ia pun tersenyum bahagia.


ingin sekali rasanya Zeline bertemu sekali lagi dengan Aska. Tanpa ia ketahui itu adalah ayah kandung nya.


"Semoga aku bisa beltemu lagi dengan om baik Itu."


Guru yang tadi ditegur oleh Aska pun kini tak berani lagi mau marahin Zeline, walaupun Zeline melakukan kesalahan. Guru itu tidak ingin kehilangan pekerjaannya hanya karena seorang anak yang begitu pembangkang.


Sebenarnya, Zeline bukannya murid yang membangkang tapi ia ingin melakukan hal yang diinginkan bukannya merasa tertekan di sekolah itu. Ya, ia begitu merasa tertekan dengan aturan-aturan yang diberikan oleh guru padahal Ia merasa bahwa ia tidak melakukan kesalahan sama sekali. Bahkan dirinya juga tidak pernah telat ataupun tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru


Demi tidak mau membuat ibunya merasa sedih atau merasa terbebani, Zeline terpaksa harus kuat menghadapi situasi sekolah yang begitu sangat menyebalkan


Peraturan-peraturan yang dibuat oleh para guru bukan membuat anak semakin berkembang tetapi semakin membuat murid untuk susah untuk berkembang dengan baik karena murid tidak diperkenankan untuk melakukan apa yang mereka inginkan, hanya bisa melakukan apa yang guru berikan dan tidak melakukan apa yang guru tidak inginkan hal itu tentu saja membuat Zeline merasa kesal


Ah rasanya Zeline ingin sekali bertemu dengan Aska.


Jika Aska selalu di sekolah ini, mungkin dia atau teman-teman yang lain tidak akan merasakan kesal atau tertekan dari para guru.


"Bu gulu." panggil Zeline kepada guru nya, guru itu menghampiri Zeline dan tersenyum ramah pada nya.

__ADS_1


"Ada apa sayang? Apakah Zeline membutuhkan sesuatu?"


"Om yang tadi membela ku dan memalahi ibu tadi namanya siapa? Dan siapa dia kenapa ibu takut?"


"Nama nya adalah bapak Aska, dia pemilik sekolah ini."


"Oh om Aska, namanya sangat bagus. Sepelti Olang nya."


"Kenapa Zeline bertanya, ibu pikir Zeline adalah keluarga dari pak Aska. Nama belakang kalian sama ada Lesham Shaenette."


Zeline terdiam, memikirkan ucapan guru itu. Mengapa nama belakang zeline sama seperti om yang membela nya tadi.


Zeline pun ingin menanyakan itu kepada ibu nya saat pulang nanti dari sekolah.


"Bu gulu, apakah nama bisa saja sama?"


"Banyak nama yang sama, sayang. Namun, biasanya jika orang besar seperti pak Aska. Hanya keturunan nya saja yang memiliki belakang nama yang sama seperti mereka."


Zeline yang cukup pintar pun mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh guru nya.


"Apakah Zeline ada hubungan dengan om Aska?" batin nya.


Ia semakin tak sabar untuk bertanya dengan sang Ibu.


Entah cobaan apalagi yang harus Stella hadapi ketika sang anak akan bertanya tentang identitas diri nya.


***********


Di sekolah, Amara begitu pusing memikirkan ujian yang akan datang. Ia memerlukan banyak uang untuk keperluan nanti. Di mana Amara akan mendapatkan uang yang jumlahnya tidak sedikit.


Tabungan yang ia kumpulkan selama ini, sudah ia berikan kepada sang kakak untuk pendaftaran sekolah Zeline.


"Aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku meminta kepada nya. Dia, anak dan adik angkat nya yang kampungan itu akan mengolok diri mu. Bagaimana ini," Amara pun mengumpat dengan kesal, kepala nya sangat pusing..


"Hey! Melamun aja."


Amara kaget, ia menoleh ke arah yang mengangetkan nya. Itu adalah Kimberly, teman sekelas Amara sekaligus sahabat nya.


"Kim, apaan sih. Ngagetin banget!"


"Habis nya sih kamu melamun aja, kenapa sih Ra? Nggak biasa nya kamu gini. Apa ini tentang adik kamu? Bukan nya kakak kamu udah balik ya? Kan udah ada yang jaga adik mu juga kamu." ujar Kimberly yang bicara panjang lebar.

__ADS_1


"Bukan tentang Tanara."


"Lalu?"


Amara membuang nafas nya dengan kasar, ia pun menceritakan masalah yang ia hadapi sekarang dengan sahabat nya itu yang bernama Kimberly.


Kimberly kini mengerti dengan apa yang di alami oleh Amara, dia bukan lah wanita yang baik.


Diri nya, hancur karena pergaulan bebas. Kimberly pun mempengaruhi Amara untuk sebaik nya menjadi simpanan om-om.


Amara yang mendengar nya begitu kaget, ia pun menolak.


"Kamu gilak ya? Aku nggak mungkin ngelakuin hal itu, mama dan papa ku di syurga tidak akan bahagia melihat ku."


"Ayo lah, Amara! Dengan itu, kamu tidak perlu pusing memikirkan masalah keuangan mu, kamu santai saja. Hanya waktu yang sebenar kita bisa mendapatkan uang 5juta."


"Lima juta?"


"Iya, bahkan lebih dalam sehari. Tergantung cara kerja kita."


"Ca-cara kerja? Maksud nya?"


"Amara, kamu begitu sangat polos."


"Memang aku tidak mengerti!"


Kimberly menunjukan sejumblah saldo di rekening nya. Amara begitu terbelalak melihat isi saldo di rekening Kimberly.


"Du-dua ratus juta?"


Kimberly mengangguk senang, ia pun menceritakan bagaimana diri nya mendapatkan uang.


"Tapi, kau kan memang berasal dari keluarga yang kaya. Pasti itu semua dari orang tua mu."


"Dasar bodoh! Apa kau fikir kedua orang tua ku akan memberikan ku uang sebanyak itu? Kau tahu, bagaimana pelit nya ayah ku. Uang jajan aja hanya lima ribu sehari."


Amara pun setuju dengan ucapan Kimberly, karena yang ia tahu walau Kimberly berasal dari keluarga yang begitu kaya. Tetapi, keluarga nya itu sangat berhitungan.


Bahkan, Kimberly harus membawa air minum dari rumah agar tidak membuang uang sembarangan.


"Sudah lupakan tentang keluarga ku, sekarang katakan padaku. Apakah kau mau? Kau tidak harus pusing memikir kan uang atau harus bergantung pada kakak mu." ujar Kimberly kembali.

__ADS_1


Amara terdiam, Kimberly yang menoleh ke arah Amara pun tersenyum. Ia yakin, jika Amara sudah terpengaruh dengan ucapan nya.


__ADS_2