
"Hentikan semua drama mu! Hentikan segala kebusukanmu, aku mengerti dan memahami apa yang kalian pikirkan Jangan pernah sekali-sekali untuk membuat anakku jauh dariku! Kalian tidak berhak atas anakku"
Zeline menatap mamanya dan mengatakan jika mamanya tidak boleh bersikap buruk terhadap Aska, bagaimanapun Aska adalah bapak kandungannya!
"Mama, kenapa mama mengatakan hal sepelti itu kepada papa? Mama jangan jahat!"
Xiu tersenyum puas, setidaknya cucunya membela mereka "Stella sayang, mami mohon kamu jangan memisahkan Zeline lagi dari Aska ya? Bagaimana pun Zeline itu anaknya Aska. Mami marah kepadamu karena kamu pergi meninggalkan kami semua. Apalagi menjauhkan kami dari Zeline!"
Stella semakin muak mendengar ucapan Xiu, bagaimana bisa mereka memainkan sandiwara yang begitu licik hingga membuat anaknya benci setelah Karena Aska sudah menjauhkan Aska dari anaknya.
Aska mengajak anaknya Zeline untuk berjalan-jalan, Zeline pun senang dan mengiyakan. Stella tidak bisa berbuat apa-apa
"Berhenti! Mengapa kalian ingin membawa anakku!"
"Tenanglah, Stella! Kami hanya ingin mengajak Zeline bermain saja. Mengapa kamu berlebihan?" Xiu seakan ingin membuat Zeline membenci ibunya sendiri.
__ADS_1
"Hentikan sandiwara kalian! Jangan bersikap seolah kalian paling baik!"
"Mama hentikan! Zeline tidak suka melihat mama sepelti ini. Lagipula, papa dan Oma hanya ingin membawa Zeline belmain saja!"
Stella menangis, ia takut jika Aska akan mengambil anaknya, "Jangan ambil anakku!"
Mengingat ucapan Xiu beberapa tahun lalu yang mengatakan akan memisahkannya dengan Zeline membuat Stella menjadi trauma.
Amara dan Tanara yang mendengar keributan langsung keluar. "Apa ada?"
Amara melihat Xiu, ia sangat tidak menyukai wanita itu "Mau Apa Tante ke sini? Sebaiknya Tante pergi! Jangan membuat keributan. Dan kau kak Aska, mengapa kau membuat keributan? Bukannya kemarin kau datang, dan aku mempersilahkan mu masuk dengan baik? Lalu mengapa sekarang kalian membuat keributan dan membuat kakakku menangis?"
"Tapi, sayang?"
Belum sempat Xiu menyelesaikan ucapannya, Zeline segera pergi meninggalkan semua orang di depan. Hati Stella merasa lega "Kurang ajar! Kau mempengaruhi cucuku!" Saat Zeline tidak ada, Xiu kembali bersikap buruk kepada Stella.
__ADS_1
"Sudah lah mi! Tidak ada gunanya bicara dengan mereka. Kita akan membawa kasus ini ke pengadilan!"
Stella pun yang gemetar menutupi rasa takutnya "Silahkan! Aku yakin jika aku yang akan menang! Kau tidak berhak atas anakku!"
"Aku berhak! Karena aku adalah papanya! Dan bukan aku yang meninggalkanmu saat itu. Namun kau sendiri yang pergi tanpa mengatakan apapun. Bahkan kau berbohong dan mengatakan jika Zeline bukan anakku!"
Stella terdiam, awalnya Aska tidak mau memperpanjang masalah ini sampai ke pengadilan. Namun sifat Stella yang seakan menjauhkan ia dengan Zeline membuat Aska harus mengambil langkah itu.
Aska dan Xiu pergi menaiki mobil, Zeline menatap dari jendela atas.
Ia masih bingung dengan apa yang terjadi, namun Zeline yang masih kecil tidak bisa mendapatkan jawaban dari siapapun
Sering sekali Zeline bertanya kepada mamanya, namun Stella tidak pernah mau menjawab dan terus menghindar. Begitu dengan yang lainnya!
Tentu saja hal itu membuat zeline kesal. Tanara dan Amara masuk kedalam kamar zeline untuk menenangkan keponakan mereka
__ADS_1
"Tante, Zeline ingin beltanya. Tapi tante-tante halus bicala Jujul dengan ku!"
Terlihat ucapan Zeline sangat serius. "Mau bertanya apa, Sayang? "