Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Memberikan Hak


__ADS_3

Stella mengatur nafas nya perlahan, ia pun segera menghapus air mata nya. Banyak mata memandang nya dengan tatapan tidak suka dan penuh kebencian dari para karyawan.


"Nggak nyangka banget ya, kelihatan nya aja polos. Tapi, kelakuan nya begitu."


"Iya, benar. Mungkin, dia juga merayu bos kita makanya mendapatkan jabatan yang tinggi padahal baru saja bekerja."


"Pantas saja bos sangat baik padanya."


Begitu banyak cemooh yang Stella dengarkan dari para karyawan, ia pun hanya bisa memejamkan mata nya menahan rasa sakit. Lagipula, Stella sudah biasa di anggap tidak baik oleh orang-orang.


Laras yang mendengar nya pun tak terima, ia langsung memarahi para karyawan.


"Kalian di sini ingin bekerja atau membicarakan masalah orang lain?" bentak Laras, para karyawan menunduk dan terdiam.


Stella masuk ke dalam, mendekati Laras. Ia pun menenangkan Laras.

__ADS_1


"Sudah lah, Laras. Kamu jangan marah pada mereka, sebaik nya ayo kita ke pasar. Lagipula, kita kan ingin berbelanja." ujar Stella yang ingin menghibur diri nya.


Laras tahu, itu hanya lah alasan atasan nya saja. Laras mengingatkan bawahan nya untuk tidak ikut campur lagi dalam masalah orang lain.


"Sekali lagi jika kalian seperti ini, saya tidak akan segan-segan memecat kalian! Kalian mengerti?!"


"Mengerti, Bu." ujar mereka dengan nada yang melemah. Tak ada yang berani menatap Stella dengan pandangan yang seperti tadi.


Stella pun kembali menenangkan Laras, Laras mengikuti ucapan atasan nya tersebut.


"Baik, Bu."


Stella berjalan, masuk ke dalam mobil dengan hati yang tak menentu.


Laras yang masih geram dengan para karyawan nya pun kembali memarahi mereka.

__ADS_1


"Dengar ya, semua orang memiliki aib. Mungkin saat ini, aib kalian masih di simpan dengan rapih sama Tuhan. Tapi, bukan berarti kalian suci! Ibu Stella itu atasan kita, kalian nggak seharus nya melakukan itu pada nya! Apapun masa lalu dan pribadi nya itu urusan dia! Kalian nggak berhak berkata seperti itu." tak ada karyawan yang menjawab ucapan Laras.


Laras memang orang yang sangat baik, namun dia juga begitu tegas. Dan tidak akan tinggal diam melihat orang lain di hina seperti itu apalagi di hadapan nya sendiri.


"Tapi kan yang kita bilang itu bener, Lo nggak usah nyari muka dengan belai wanita ****** seperti dia!" ujar Rini, karyawan yang tidak pernah menyukai Stella. Rini juga teman baik nya Laras.


"Lagian, Lo liat sendiri kan bagaimana CEO terkenal itu bicara pada nya tadi. Memang dasar dia aja yang jablay!"


Tak tahan dengan omongan Rini, Laras langsung memecat nya langsung di tempat. Rini tak percaya dengan itu semua.


"Lo nggak ber hak yang mecat gua! Lo itu sama seperti kita, cuman waiters. Hanya saja, pak Zidan beberapa hari ini naiki jabatan. Tapi, bukan berarti Lo seenak nya mecat gue! Lagian apa yang gua katakan itu benar."


Laras langsung menampar Rini. Ia tak menyangka, jika Rini bisa berbicara dengan sekasar ini.


Laras yang kesal pun mengambil ponsel nya, ia menghubungi Zidan dan mengatakan apa yang terjadi. Laras juga sengaja mengeras kan ponsel nya agar semua karyawan mendengar..

__ADS_1


Tentu saja, Zidan membela Stella. Ia pun memberikan hak kepada Laras untuk memecat karyawan yang tidak memiliki rasa hormat pada karyawan


__ADS_2