
"Gitu dong senyum menantu mami! Jangan marah-marah! Kamu jangan khawatir, anak kamu akan mendapatkan kasta yang sama atau mungkin lebih tinggi dari Zeline jika ia laki-laki namun sekarang mami hanya memiliki Zeline sebagai cucu, mami hanya ingin membahagiakan cucu mami saja. Tidak lebih!"
Lee pun tidak lagi mau membahas, ia berpamitan kepada ibu mertuanya untuk kembali ke kamar. Lee menggandeng tangan suaminya untuk masuk ke kamar namun Aska selalu mencari alasan agar dirinya tidak ikut bersama Lee ke kamar
"Lee, aku masih banyak pekerjaan. Kau pergi lah ke kamar terlebih dahulu. Nanti aku akan menyusul,"
"Kapan? Semenjak menikah kau selalu saja mencari alasan agar tidak satu kamar dengan ku. Kenapa Aska? Apakah aku tidak menarik bagimu?"
Xiu menggelengkan kepalanya, Lee yang sedang hamil seringkali emosinya meledak-ledak. "Aska, sebaiknya kamu pergi ke kamar bersama dengan istri mu. Mami enggak mau keributan kalian membuat Zeline mendengar dan merasa tidak nyaman. Dan kalian tahu, kita seringkali di pantau oleh wartawan. Mami enggak mau mereka mendengar segalanya dan menjadi informasi tentang keluarga kita!"
Aska menghela nafas panjang, memilih untuk mengalah "Baik, ayolah!"
__ADS_1
Tanpa mereka sadari, Stella melihat mereka dari atas. Stella meneteskan air matanya, ia tidak menyangka jika Xiu masih saja merencanakan untuk dirinya dan Zeline berpisah. Aska tidak sengaja melihat Stella yang menatap mereka, Lee pun mengikuti Arah mata Aska melihat
"Pelakor itu!" Erangnya dengan geram, namun Xiu menahan menantunya untuk mengatakan hal buruk kepada wanita itu "Tahan emosi kamu lee! Jangan karena kemarahan dan kebodohan kamu. Segalanya hancur sia-sia!" Bisik Xiu dengan penuh penekanan. Rasanya ia muak dengan Lee yang tidak bisa menahan amarahnya walau hanya sebentar
"Mami kenapa terus saja membela pelakor dan anak haram itu?"
"Cukup Lee! Hentikan ucapan mu itu, jika tidak! Aku tidak akan membiarkan mu bicara satu patah kata pun!"
Plak!
Satu tamparan mendarat ke pipi Lee, bukan hanya satu tamparan saja. Namun berkali-kali tamparan melarang ke pipi Lee
__ADS_1
Plak!
Plak!
"Kau bisa menghina ku sepuas mu namun jangan pernah sekali-kali kau mengatakan hal buruk tentang anak ku! Kau mengatakan anakku anak haram? Lalu apa anak mu? Kita sama-sama wanita yang hamil di luar nikah, jadi jangan pernah kau menghina anakku!"
Wajah Stella memerah penuh dengan kemarahan, Lee membela diri "Kurang ajar! Jangan sama kan diri ku dengan diri mu! Kita berbeda,"
"Iya kau benar! Kita memang berbeda. Bedanya kau haus akan pengakuan dari keluarga ini sedangkan aku memilih menjauh dari keluarga ini!"
Lee terdiam, ia ingin membalas menampar Stella namun wanita itu menepis tangan Lee "Jangan kau mengira aku lemah Lee! Kau memang wanita yang tidak tahu diri,.kau harus ingat. Jika aku mau, aku bisa merebut posisi mu sekarang!" Ujar Stella dengan percaya diri dan Aska pun tidak menyangkal ucapan Stella.
__ADS_1
Lee merasa geram namun ia memegang pipinya yang terasa pedas dan kemerahan. Lee menatap Xiu untuk meminta pembelaan namun Xiu yang tersinggung dengan ucapan Lee karena penggunaannya terhadap Zeline malah mengabaikan Lee dan berlalu pergi menuju kabar