
Stella terdiam, ia hanya bisa berdoa untuk kebaikan sahabat juga adiknya Rani.
Di dalam kamar, Rani menangis. Mengapa bisa Azriel mengabaikannya? Dan begitu memuji Tanara.
Rani langsung menghapus air matanya saat Zeline masuk kedalam kamar.
"Mami mengapa menangis?" Rani menggeleng "Tidak, mami tidak menangis sayang!"
Tiba-tiba keduanya mendengar keributan. Tentu saja Rani dan zeline turun ke bawah dan melihat apa yang terjadi.
Rupanya Aska membawa pengacara untuk membawa Zeline
"Tidak! Zeline anakku, kau tidak berhak membawanya!"
"Bukan kau yang memutuskan itu Stella! Biarkan pihak pengadilan yang memutuskannya!" Aska memberikan surat hak asuh anak kepada Stella. Stella membaca, lusa adalah sidang memperebutkan hak asuh anak.
__ADS_1
Stella merasa syok namun saat Zeline turun. Ia langsung menarik tangan anaknya, "Zeline adalah putri ku! Kau tidak berhak merebutnya dari ku! Aku yang membesarkannya selama ini tanpa diri mu!" Stella mengatakan itu dengan lantang. Namun Aska tidak memperdulikannya. Ia membujuk Zeline kerumahnya, tentu saja Zeline merasa senang
Ia pun ikut dengan Aska, Stella semakin histeris. Mengejar anaknya yang sudah naik mobil bersama Aska.
"Mengapa dia melakukan ini terhadapku?"
Stella langsung pergi, ingin mengejar namun Azriel mengatakan akan ikut dengannya "Aku ikut dengan mu Stella!"
Mereka langsung mengejar Aska menggunakan mobil pribadi. Di dalam mobil, Stella menangis. Rani menenangkan kakaknya "Kakak tenang lah dahulu! Kita akan membawa Zeline pulang!"
Aska mengajak anaknya turun "Zelineku sayang, papa ini kan papanya Zeline. Papa enggak mungkin berbuat jahat dengan Zeline! Lagipula, Zeline di rumah papa hanya sebentar kok nak. Tolong kamu jelaskan ke mama ya?" Zeline mengangguk, Aska membuka pintu mobil.
Terlihat Stella berlari ke arah anaknya, ia ingin membawa anaknya pulang namun Zeline menepis tangan mamanya "Hentikan mama! Mama jangan sepelti ini. Zeline kelumah papa hanya sebental. Bialin Zeline ikut dengan papa!" Stella menggeleng, ia memohon kepada anaknya agar ikut dengannya pulang "Nak, ikut lah dengan mama ya sayang? Mama minta maaf kalau kemarin mama sudah bersikap buruk dengan Zeline. Zeline tahu jika mama sangat menyayangi Zeline kan nak? Ayo Zeline ikut dengan mama pulang!" Stella meminta anaknya pulang dengan nada yang gemetar.
Namun zeline menolak, "Tidak mama! Bial kan Zeline belsama papa! Mama jangan menghalangi Zeline, ini sudah menjadi keputusan Zeline!"
__ADS_1
Zeline berlari ke arah Aska, keduanya kembali masuk ke dalam mobil "Anakku, Zeline!" Stella ingin mengejar kembali, namun Azriel mencegahnya
"Biarkan dia bersama dengan papanya terlebih dahulu Stella."
"Tidak! Bagaimana bisa kau menyuruh ku untuk membiarkan Zeline bersama mereka? Zeline anakku!"
"Tenanglah Stella, mengapa kau sekarang menjadi pemarah seperti ini?"
Azriel sangat kaget dengan sikap Stella yang jauh berbeda "Bagaimana aku bisa tenang? Anakku di ambil oleh mereka! Mereka akan merebut anakku!"
"Tidak ada yang merebut anakmu dari mu Stella! Istighfar dan tenanglah! Jika kau terus begini. Zeline akan menganggap mu sebagai ibu yang egois, kalian akan semakin jauh karena sikapmu sendiri! Zeline itu anak yang cerdas. Biarkan ia merasakan bersama papanya terlebih dahulu, biarkan ia puas bermain dengan papanya. Percayalah kepada ku! Zeline akan kembali dalam pelukan mu, ia hanya membutuhkan waktu untuk mengenal papanya lebih jauh!"
"Zeline enggak perlu dekat dengan mereka! Kau tahu Azriel, mereka memang ingin merebut anak ku sebab itu aku pergi dari kota ku!"
kini, suasana menjadi kacau dan emosi Stella tak terkendali
__ADS_1