Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Benci


__ADS_3

"Wanita tidak tahu diri! Dia menumpang di keluarga mertua ku namun bersikap seperti nyonya rumah ini! Mengapa suami dan ibu mertua ku sangat bodoh dan diam saja!"


Lee menghentak-hentak kakinya dengan kasar, ia pun merasa begitu geram dengan semuanya. Walau Stella menamparnya berulang-ulang namun tidak ada pembelaan sama sekali. Membuat dirinya merasa mendidih


*****


"Apa yang kau lakukan itu tidak benar Stella!" Setelah Lee pergi, baru lah Aska bersuara membela istrinya. Stella berjalan mendekat ke arah Aska "Lalu, apakah ucapan istri mu itu benar? Di sini, aku hanya mempertahankan harga diri anak ku! Dan istri mu dengan lancang menghina anak ku!"


"Kau mungkin lupa stella, anak mu juga anaknya Aska. Cucu ku!" Xiu pun menimpali ucapannya. Stella tersenyum ketir

__ADS_1


"Benarkan begitu? Jika kalian menganggap anak ku itu cucu. Lalu, mengapa kalian diam saat orang lain menghina cucu kalian?"


Xiu memberontak! Bisa-bisanya Stella berpikiran jika dirinya hanya diam saja "Jika aku diam, mungkin aku tidak akan membiarkan mu menampar menantu ku berulang-ulang!"


"Jangan banyak bicara nyonya! Karena ucapan anda tidak seperti tindakan anda!" Ketus Stella, Aska pun menengahi perkelahian itu "Sudah hentikan! Mengapa kalian bertengkar? Aku tidak mau karena kalian anakku merasa terganggu!"


Aska menatap Stella dengan tatapan tajam, mata Stella sudah berkaca-kaca namun wanita itu tidak mengatakan apapun "Dan kau Stella! Tolong mengertilah posisi mu di rumah ini! Jangan bersikap seolah kau pemilik rumah ini! Aku bungkam karena aku menghargai mu sebagai ibu dari anak ku. Namun bukan berarti membuat mu seenaknya bersikap di sini, ingat! Jika bukan karena Zeline aku tidak akan membiarkan mu tinggal di sini!"


Stella mengatakan itu dengan sorotan mata penuh dengan kebencian juga kemarahan, Aska terdiam. Apa yang Stella katakan itu memang benar.

__ADS_1


"Dan jika aku memang ingin tinggal di sini, mengapa aku bodoh sekali harus pergi dari manusia-manusia tidak tahu malu seperti kalian! Namun aku bersyukur karena otak ku masih di berikan pikiran yang waras! Aku tidak sudi menikah dengan lelaki pecundang seperti mu!"


Aska yang geram dengan ucapan Stella menjambak rambut Stella dengan kekuatan yang kuat, membuat wanita itu kesakitan. Wajahnya memerah namun ia menahan rasa sakit dan tetap berusaha tenang "Jangan karena aku mencintai mu! Kau bisa sesuka hati kepada ku! Kau ingat! Aku diam hanya karena anak ku!"


Stella tidak melawan, ia justru tersenyum dengan penuh tantangan. Aska segera melepaskan tangannya dari rambut Stella setelah ia sadar dengan perbuatan. Tangannya gemetar, ia tidak bermaksud menyakiti wanita yang ia cintai


"Ma-maafkan aku Stella!" Aska segera ingin memeluk wanita yang begitu ia cintai, namun Stella menjauh dari Aska "Jangan sentuh aku sialan! Lebih baik tangan itu kau pergunakan untuk membunuh ku daripada kau harus menodai aku!" Stella kembali ketus dengan Aska, kebencian di dalam dirinya kepada Aska semakin bertambah. Bahkan Stella lupa, jika keduanya pernah saling mencintai satu sama lain


"Aku sangat membenci kau! Aku benci kau Aska! Bahkan semua yang berhubungan tentang kau, aku benci!" Stella mengatakan itu dengan sorotan penuh kebencian. Membuat Aska merasa tidak berdaya

__ADS_1


Stella pun berlari menaiki anak tangga untuk melihat kondisi anaknya, saat Stella pergi. Aska hanya bisa menatap kepergiannya "Tapi aku sangat mencintai kau Stella!" Gumam Aska pelan namun masih bisa di dengar oleh Xiu


"Apa yang sudah kau katakan Aska? Kau mencintai wanita yang jelas-jelas membenci mu?" Xiu tidak habis pikir dengan anaknya. Namun Aska hanya diam, tidak menjawab satu kata pun


__ADS_2