
"Apa yang kau katakan?" tanya Xiu kepada Zidan, ia mengingat jika Zidan adalah bos dari Stella
"Kau memiliki cafe yang mempekerjakan wanita murahan itu bukan?"
"Jaga ucapan anda Tante!"
Zidan mengepalkan kedua tangannya geram. Aska meminta kepada pelayan dan petugas untuk melepaskan Zidan.
Ia tidak mau jika Zidan membongkar kebusukannya di depan semua orang. Itu pasti akan merusak citra keluarga.
"Ikuti aku!" pinta Aska kepada Zidan namun Zidan tidak mau. Zidan ingin ibunya Aska mengetahui kebusukkan anaknya.
"Tante harus tau bagaimana sikap buruk anak kesayangan Tante ini! Beberapa waktu lalu dia sudah memperkosa Stella dengan tidak tahu dirinya dia. Memperlakukan Stella seperti binatang."
Xiu menoleh kearah anaknya, bertanya apa yang dikatakan oleh Zidan itu benar atau tidak.
Aska hanya terdiam, Zidan tertawa dan meledek Aska
__ADS_1
"Bajingan seperti dia tidak akan mungkin mengaku, jika dia lelaki sejati tidak akan dia melakukan hal menjijikkan seperti itu kepada Stella."
"Aku tidak perduli dengan itu, yang aku inginkan cucuku!" ujar Xiu dengan tegas, Zidan mengancam keluarga Aska
"Jika kalian berani membawa ini ke pengadilan aku pastikan kalian akan hancur. Aku akan memberitahu media tentang perilaku Aska terhadap Stella."
"Apa kau mengira kami ini bodoh? Silahkan! Kau tidak mempunyai bukti." Xiu menantang Zidan karena wanita sepertinya tidak suka ditantang oleh orang lain.
Zidan tertawa sinis, ia pun menunjukkan bukti kepada Xiu. Hasil visum yang sudah mereka lakukan kemarin kepada Stella untuk membalas Aska.
Dan ternyata, kamar Stella memiliki kamera cctv, terlihat jelas bagaimana Aska memperkosa Stella.
"Lihat ini, jika aku memberitahu kepada awak media, nama dan reputasi keluarga kalian akan hancur. Dan, Tante. Anda tahu apa maksud saya bukan? Saya peringati ke kalian untuk tidak mengambil zeline dari Stella. Jika kalian melakukan itu, saya akan memperpanjang perbuatan keji Aska."
Xiu terdiam sejenak, merasa sangat dilema. Baginya reputasi keluarga sangat penting.
Zidan segera pergi dari kediaman rumah Aska, setelah Zidan pergi Xiu meminta kepada pekerjanya untuk ikut keluar
__ADS_1
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi Aska, Xiu terlihat sangat marah besar. Mengapa Aska melakukan hal se-hina itu.
Hancur sudah keinginannya untuk mengambil Zeline, bagaikan simalakama untuknya.
Xiu menampar lagi anaknya dengan keras, Aska hanya terdiam tidak mengatakan satu katapun
"Bisa-bisanya kamu melakukan hal seperti itu Aska, mami enggak paham apa yang ada dipikiran kamu!"
Untuk pertama kalinya Xiu menangis, ia begitu lemah. Padahal Xiu sudah sangat senang karena memiliki cucu dan keturunan.
Aska mendekati maminya namun Xiu menjauh dari anaknya, ia merasa jijik walau Xiu tidak menyukai Stella namun ia juga tidak terima jika seorang wanita dilecehkan seperti itu.
"Jangan sentuh mami! Mami jijik disentuh oleh manusia cabul seperti kamu! Kamu enggak bisa apa menyewa wanita lain hah? Dan jika kamu pengen seperti itu, Lee sudah siap menjadi istrimu. Kamu bisa puas bermain dengannya mengapa harus melecehkan wanita itu?"
Aska berlutut meminta maaf kepada maminya
__ADS_1
"Mi maafkan Aska, Aska mencintainya. Aska khilaf mi kemarin." Xiu mendorong tubuh anaknya ke bawah.
"Khilaf kamu bilang? Dua kali kamu melecehkannya. Kamu enggak mikir jika mereka melaporkan kamu hancur sudah reputasi keluarga kita!"