Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Sepuluh Ribu Dapat Tiga?


__ADS_3

Amara yang sudah naik ke dalam mobil, dan di dalam perjalanan pun meminta kepada supir nya untuk berhenti di tengah jalan.


"Kenapa non?"


"Saya tujuan nya ke sini, bapak bisa pulang."


"Baik lah, non."


Amara turun dari mobil, ia pun segera memesan taxi online tesebut, ia melihat jam di tangan nya.


"Aku tidak boleh terlambat, jika tidak. Kimberly akan marah padaku, aku tidak khawatir dengan kemarahan nya tapi aku malu jika teman-teman di kelas mengetahui jika diri ku memiliki banyak hutang kepada Kimberly. Mereka akan meledek atau membenci ku."


Taxi online yang di pesan oleh Amara pun sudah datang. Ia segera masuk ke dalam mobil.


Dan memberitahu alamat kemana mereka akan pergi.


Taxi tersebut melajukan mobil nya, ia berhenti di sebuah hotel mewah.


Amara pun begitu takjub melihat hotel tersebut, seperti sebuah istana.


Ternyata, itu bukan lah hotel melain kan mansion pribadi. Amara mengira jika itu adalah hotel.


Amara turun dan memberikan beberapa lembar uang kepada pengemudi tadi.


"Terimakasih non." ujar driver taxi yang memandang Amara dengan nakal nya.


Amara tak menghiraukan supir taxi tersebut, dia memakai pakaian yang sangat terbuka wajar jika pria memandangi nya seperti itu.


Amara mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya, menghubungi Kimberly dan mengatakan jika diri nya sudah sampai.


Kimberly menyuruh Amara untuk masuk saja dan memberitahu nama nya.


Panggilan itu terputus, sebelum nya Kimberly meminta kepada Amara untuk mengikuti segala ucapan klien nya dan tidak membuat Klien tersebut kecewa.


Jangan buat dia kecewa, jika dia kecewa aku juga akan kecewa. Kau paham Amara?


Ucapan Kimberly terus saja teriang di kepala Amara, dengan langkah yang gemetar. Amara masuk ke dalam mansion tersebut.


Namun, masuk ke sana dan bertemu dengan tuan tidak lah mudah. Amara harus menjalani beberapa pemeriksaan oleh pengawal wanita.

__ADS_1


"Silahkan ikuti saya!" ujar pengawal itu dengan nada yang sangat menyeramkan membuat nya merinding.


Amara pun mengikuti pengawal tersebut dari belakang.


Ia memandangi seluruh isi mansion itu, sungguh sangat indah dan terlihat sangat mewah.


Ia berjalan dengan nada yang bergemetar, Amara kaget ketika pengawal wanita itu berhenti dan membalikan badan melihat ke arah nya.


"A-ada apa?"


"Masuk lah ke sana!"


Amara melihat ruangan yang di tunjuk oleh pengawal wanita itu, ia menelan ludah nya dengan kasar.


Apa ini? Salon pribadi? Gila, kenapa aku di suruh ke sini?


Dalam hati, Amara bertanya-tanya. Namun, ia tidak berani mengatakan nya kepada pengawal itu secara langsung.


"Silahkan masuk, di dalam akan ada pengawal lain yang akan mengarah kan mu. Kau ingin bertemu dengan tuan bukan? Bagaimana bisa kau bertemu dengan nya dengan penampilan yang begitu kumuh seperti ini?" ujar pengawal itu dengan wajah yang serius.


Apa? Kumuh? Gila apa dia ya? Aku berhutang sepuluh juta kepada Kimberly untuk penampilan ku yang sekarang. Dan dia mengatakan penampilan ku kumuh?


Amara pun hanya bisa diam, ia masuk ke dalam salon pribadi tersebut.


Kini, Amara bertemu dengan pengawal wanita yang lebih ramah dari yang pertama.


Pengawal itu tersenyum, ia meminta kepada Amara untuk membuka pakaian nya, Amara akan di lulur terlebih dahulu dan di mandikan susu.


Mendengar ucapan pengawal itu, Amara kembali menelan ludah nya.


Apakah ia sekotor itu? Sampai harus mandi susu seperti itu.


Sial! Ia pun mengutuk orang yang akan menghabiskan waktu bersama nya nanti.


Seganteng apa dia? Mentang-mentang ia banyak uang seenak nya seperti ini!


Gerutu Amara di dalam hati dengan sangat kesal, namun ia tak ada pilihan selain menurut.


Ia pun membuka pakaian nya satu persatu, dan memakai kain untuk menutupi tubuh nya. Segera Amara berbaring, tubuh nya pun di pijit menggunakan minyak zaitun asli. Aroma nya begitu wangi, membuat Amara tertidur.

__ADS_1


Saat ia terbangun, diri nya sudah berada di dalam bak yang berisi susu dan bunga yang harum.


Amara kaget, ia pun segera bangkit dan semakin kaget karena tubuh nya tidak memakai sebenang kain pun.


"Aaaaaaa." teriak nya. Ia pun tak ada pilihan lain selain memposisikan tubuh nya seperti semula untuk menutupi tubuh nya itu.


"Kenapa saya ada di sini? Dan kenapa saya tidak sadar?"


"Tadi kami sudah membangunkan Anda, namun seperti nya anda begitu kelelahan hingga tidak sadar lagi ketika di angkat."


Amara terdiam malu, ia pun tak mengucapkan satu kata pun. Ia hanya bisa diam, menundukkan wajah nya.


Bodoh! Bagaimana bisa aku tidak sadar di angkat. Siapa yang mengangkat tubuh ku? Apakah seorang wanita atau pria? Ya Tuhan, aku begitu malu.


Kulit Amara memang lah putih, hanya saja kurang di rawat. Sehingga membuat kulit nya begitu kasar dan kering. Beberapa pengawal wanita memandikan diri nya, dan memberikan sabun yang sangat lembut di kulit nya.


Awal nya Amara menolak dan mengatakan jika diri nya bisa mandi sendiri, namun pengawal wanita yang galak itu mengatakan jika ini adalah perintah.


Jika Amara menolak, tuan akan marah. Jika tuan marah, mereka pasti akan menghubungi Kimberly.


Kimberly akan kesal dan membuktikan ucapan nya, Amara tidak mau jika itu terjadi. Ia pun diam saja, mengalah dan membiarkan orang asing yang memandikan tubuh nya


Setelah selesai mandi, pengawal wanita memberikan handuk.


Amara pun mengambil nya, ia mengatakan kepada pengawal pengawal tersebut jika diri nya tidak perlu di bantu lagi, ia bisa memakai pakaian sendiri.


Pengawal itu pun mengangguk, dan memberikan lingerie merah yang semakin membuat tubuh Amara terlihat mencolok dan sexy.


Amara terkejut melihat lingerie itu, dan mengatakan Jika itu baju yang sangat transparan. Tubuh nya akan terlihat, seperti tidak memakai baju.


Pengawal lain nya menahan tawa, sedangkan pengawal wanita yang galak pun mengatakan jika dia tidak mau mengikuti peraturan yang ada. Bisa segera pulang ke rumah.


Segera Amara menggeleng kan kepala nya. Dan mengambil lingerie itu dari tangan pengawal yang begitu galak


"Kenapa kau cepat sekali marah, aku kan hanya bertanya. Sini, aku akan memakai nya."


Pengawal yang galak itu pun memberikan parfum yang sangat wangi untuk Amara. Belum saja di buka tutup botol nya. Parfum itu sudah mengeluarkan aroma yang begitu wangi dan sejuk.


"Pakai lah ini, jangan terlalu banyak. Atau kau akan meracuni bos kami."

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Kan aku juga ada di rumah, walau tidak semahal ini. Hanya parfum sepuluh ribu dapat tiga." jawab Amara dengan polos nya


__ADS_2