Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Tinggal Bersama


__ADS_3

Xiu kembali masuk ke kamar cucunya memberikan surat undangan beberapa tahun lalu yang sudah di sebar untuk pernikahan Aska dan Stella.


"Ini Poto mama?" Xiu mengangguk "Iya, sayang! Mama kamu cantik banget dulu waktu muda. Dan ini papa Aska! Namun entah mengapa mama kamu pergi begitu saja dari kami, Oma juga sedih. Bahkan mama mu berbohong dan mengatakan jika kamu sudah meninggal,"


"Oma, tapi dulu kita pelnah beljumpa. Waktu Oma datang malah-malah ke lumah. Kenapa Oma enggak tahu Zeline?"


"Hem, mama mu mengatakan jika kamu anak dari pernikahannya dengan lelaki lain, sayang. Makanya papa pernah bertanya kepada Zeline apakah kalian tinggal dengan seorang papa? Dan zeline mengatakan tidak,"


"Tapi kenapa mama belbohong?" Zeline mengerutkan dahinya, yang ia tahu jika mamanya adalah ibu yang terbaik


Mamanya tidak mungkin berbohong, namun Zeline juga tahu kalau mamanya selalu melarang ia bertemu dengan papa dan juga neneknya.


Ting...! Ting...!


Bel rumah Xiu berbunyi, Xiu pun keluar dari kamar cucunya. Ia meminta Zeline untuk tetap menunggu di dalam kamar, Zeline mengangguk.


Xiu dengan langkah elegannya pun turun, terlihat Lee yang sedang duduk di sofa


"Lee, sayang? Sudah lama?" Xiu masih sangat menyayangi Lee. Lee pun mengangguk "Sudah mi, Lee ingin memberitahu jika Lee hamil anaknya Aska!" Bukannya terkejut, Xiu malah senang mendengarnya.


"Wah, selamat sayang mami. Mami akan menghubungi Aska!"


"Wanita bodoh! Dengan mudahnya ia percaya haha!" Batin Lee


Xiu segera menghubungi Aska, Aska langsung datang "Enggak mungkin! Kita hanya melakukan itu sekali dan aku tidak sadar pada saat itu. Lee kau menjebak ku kan?"


"Huaa! Tega sekali kamu Aska menuduh ku hiks! Untuk apa aku menjebak mu? Jika aku ingin menjebak mu, aku akan melakukan itu beberapa tahun yang lalu. Tapi nyatanya tidak! Ini memang kamu yang melakukannya Aska hiks," Lee menangis, Xiu menenangkan wanita itu

__ADS_1


"Aska, mami enggak mau mendengar penjelasan kamu. Mami ingin kamu hari ini juga menikah dengan Lee, dan dengan begitu kamu mudah mendapatkan hak asuh anak! Ingat, orang tua yang utuh akan memudahkan hak asuh anak. Karena pengadilan tahu jika Zeline akan di asuh oleh keluarga yang utuh. Kamu bisa mengasuh Zeline di bantu oleh istri baru mu, sedangkan Stella? Dia hanya seorang janda. Ekonominya juga sangat kekurangan, kamu akan menang jika kamu menikah dengan Lee!"


Aska memikirkan ucapan maminya, ia tidak memikirkan anak yang ada di perut Lee namun memikirkan Zeline.


"Tapi mi, belum tentu anak itu adalah anak aku. Aku enggak yakin kalau Lee mengandung anak aku!"


Plak!


Satu tamparan mendapat di pipi Aska "Kamu mengira aku ini wanita murahan ya Aska? Jahat sekali kamu! Kalau aku murahan, aku tidak akan Sudi menunggu kepastian mu selama bertahun-tahun! Tidak apa kalau kamu tidak mau bertanggung jawab! Fine! Tapi jangan pernah kamu bilang kalau ini bukan anak kamu! Aku kecewa sama kamu!" Lee bersandiwara membuat Xiu pun percaya dengannya


"Kamu jangan berbicara seperti itu lah! Lee ini wanita yang sopan, cantik juga baik apa, kamu enggak boleh berbicara hal buruk-buruk dengannya! Kalau dia jahat dia bisa melakukan ini sejak lama loh, tapi dia enggak lakukan itu!"


Xiu pun membela Lee, terlihat senyuman tipis dari raut wajah wanita itu. Ia merasa senang karena Xiu mempercayainya


"Sudah lah mi! Hati Lee sudah sangat sakit dengan ucapan Aska, bertahun-tahun Lee menunggu bahkan Aska dengan sepihak memutuskan pernikahan di hari pernikahan kami, dan sekarang. Dia menuduh Lee menjebaknya dan ini bukan anak dia? Lee tidak masalah! Lee ikhlas! Lee sudah lelah di sakiti dan dikecewakan oleh Aska! Lee salah apa? Selama ini, Lee dengan sabar menunggu dan mencintai Aska. Namun begini balasannya kepada Lee!"


"Aska, minta maaf saja tidak cukup! Kamu harus bertanggung jawab! Jadilah lelaki sejati!"


"Apa yang mami mu katakan itu benar, nak?" Papi Aska tiba-tiba saja datang, ia mungkin tidak menyukai Lee. Namun anaknya harus bertanggung jawab dengan semua perbuatannya!


"Nah kamu dengar! Papi mu saja setuju dengan mami, kamu harus menjadi pria sejati! Kamu enggak boleh menjadi pecundang. Bagaimana pun kamu sudah menikmati tubuh Lee. Dan kalian ini juga dari budaya yang sama, tidak akan sulit!"


Aska menyerah, ia pun setuju. Namun ia meminta pernikahan yang sederhana


Ia tidak mau Pernikahan yang meriah "Lebih baik pernikahan ini sederhana saja, jika dengan meriah. Stella bisa datang dan mengacaukannya seperti kemarin, kalian tahu jika aku tidak bisa menolak permintaan dari mulut manisnya!"


Xiu dan Lee setuju, yang terpenting mereka menikah terlebih dahulu. Setelah menikah, mereka baru akan menggelar resepsi yang mewah, dan Xiu akan mengumumkan di depan umum jika dia adalah menantunya.

__ADS_1


"Baik, mami setuju. Namun setelah menikah kalian akan menggelar resepsi yang mewah. Mami yakin, dia tidak akan bisa berbuat apapun karena kalian sudah menikah. Dan Lee akan mami umunya menjadi nyonya muda keluarga Lesham Shaenette!"


"Terserah mami saja!" Aska pergi meninggalkan mami, papi dan juga kekasihnya.


Aska naik ke atas menemui Zeline yang merenung di kamar "Hey sayang, kenapa cemberut?"


"Papa mau menikah lagi?" Tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca, harapannya memiliki orang tua yang utuh langsung sirna.


"Zeline mau punya mama dan papa yang lengkap sepelti teman-teman Zeline. Namun papa mau menikah lagi,"


Aska dengan perasaan sedih memeluk anaknya "Maafin papa, sayang! Papa tidak memiliki pilihan lain, maaf kalau papa sudah mengecewakan kamu!"


Zeline mengangguk "Tidak apa-apa Pa! Mungkin Zeline sudah di takdil kan untuk tidak tinggal belsama dengan mama dan papa,"


"Nak, jangan mengatakan itu sayang! Papa sangat ingin tinggal dengan mama kamu. Namun mama kamu selalu menolak, dan papa juga harus menikah dengan orang yang selalu sabar menunggu papa! Kamu tahu nak? Tante Lee itu wanita yang baik dan dia akan menjadi ibu sambung yang baik untuk kamu,"


Zeline hanya diam, entah apa yang ada didalam benaknya namun yang pasti dirinya merasa sedih "Sayang, kamu marah sama papa?" Zeline menggeleng "Tidak papa!"


"Nak, ada yang mau papa bilang ke Zeline!"


"Iya papa, bilang aja!"


"Nak, besok kamu akan datang ke pengadilan. Kalau hakim atau om-om yang di sana bertanya kamu mau tinggal sama siapa, bilang sama papa ya nak? Kalau bilang tinggal sama mama, nanti mama akan menjauhkan kamu dari papa lagi. Kamu mau?" Zeline menggeleng, Aska tersenyum dan mengusap rambut anaknya dengan lembut


"Tapi kalau Zeline tinggal sama papa, Zeline bisa bebas kapan saja bertemu dengan mama. Tidur di rumah mama juga boleh, tapi kalau Zeline mengatakan mau tinggal sama mama, papa dan Oma pasti tidak bisa bertemu dengan Zeline selamanya. Papa enggak mau kehilangan kamu, papa sangat banget sama kamu nak!"


"Zeline juga sayang sama papa! Zeline akan mengatakan kalau Zeline akan tinggal belsama papa!"

__ADS_1


__ADS_2