
Rani masih menenangkan hati dan pikirannya, ia harus bisa melepaskan semua kecemburuannya itu "Enggak! Aku enggak boleh cemburu! Untuk apa aku merasa cemburu? Itu tidak penting sekali!"
Namun melihat kedekatan Tanara dengan Azriel tidak bisa ia pungkiri.
Rani pergi meninggalkan mereka semua, daripada harinya merasakan sakit lebih baik ia menjauh. Laras yang melihat Rani pergi segera mengejar Rani
"Rani tunggu!"
"Kak Laras, iya kak kenapa?"
Rani masih bersikap biasa saja, ia emang tidak mau memperlihatkan kesedihannya itu "Kamu kenapa tiba-tiba pergi?"
"Enggak apa-apa kak, Rani hanya ingin mencari udara segar saja!"
"Kamu menyukai pria itu?" Rani terdiam saat Laras bertanya. Apalagi yang bisa ia katakan? "Enggak kok kak."
"Jangan bohong Rani, kakak bisa melihat itu dari mata kamu?"
Rani menggeleng, ia mengatakan jika dirinya tidak mau membahas itu "Lupakan saja kak, Rani enggak mau membahas hal itu, dan kenapa kakak ikut keluar?"
"Kakak melihat wajah murung mu sebab itu kakak ke sini untuk mengejar!"
"Rani enggak apa-apa kak, kakak jangan khawatir!"
Zidan keluar mencari istrinya "Sayang, aku mencari mu!"
Zidan mengecup kening Laras, Rani senang melihat keduanya hidup bahagia dan ia pun tersenyum "Rani senang melihat kakak bahagia dengan kak Laras. Semoga kalian segera mendapatkan anak ya?"
"Terimakasih banyak Rani, dan kakak yakin kamu juga akan bahagia, tapi sebelum kamu menemukan kebahagiaan itu kamu harus melanjutkan sekolah kamu! Rani kamu masih muda dan umur mu masih sangat panjang,"
"Iya kak! Rani akan memulai pelajaran Rani. Rani juga ingin membuat kak Stella bahagia, selama ini kak Stella selalu saja melakukan yang terbaik untuk Rani dan kami semua."
"Rani, kamu jaga Stella ya jangan biarkan ia merasakan kesedihan yang berkepanjangan lagi!"
"Iya kak, Rani akan menjaga kak Stella. Semampu Rani, namun jika Zeline tidak ada sini bukan hanya kak Stella yang sedih. Namun kami semua, Zeline itu kehidupan di rumah ini!"
"Kalian bersabarlah, suatu saat nanti Zeline akan kembali lagi ke sini. Dan kita sudah mendengar apa yang Zeline katakan, jadi bersabarlah! Dia hanya butuh waktu untuk ini semua," Rani mengangguk.
Rani berharap agar Stella mendapatkan kebahagiaannya bersama dengan anaknya Zeline
"Rani selalu berharap demi kebaikan kak Stella dan juga Zeline, semoga saja kak Aska dan keluarganya tidak membuat keributan lagi!"
*********
Walau sudah menikah dengan Lee entah mengapa Aska masih saja memikirkan Stella "Mengapa aku tidak bisa melupakan kamu Stella? Mengapa perasaan ini tidak pernah berubah sedikit pun?"
Aska sedih namun harapannya kembali dengan Stella pun sudah pupus karena ia sudah menikah dengan Lee
"Sayang!" Lee mendekat ke arah suaminya, bahkan ia mengecup bibir Aska, dengan agresif Lee memulai terlebih dahulu permainannya namun Aska dengan lembut menolak "Lee jangan! Saat ini kau sedang hamil muda, kita tidak bisa melakukan ini aku tidak mau menyakiti anak kita,"
__ADS_1
Lee terlihat marah, Aska sangat jauh berbeda tidak seperti selingkuhannya yang bisa melayani dirinya dengan baik. Bahkan memberikan kepuasan yang lebih.
Lee pun tidak memaksa, ia memilih pergi "Baik lah, aku harus pulang ke rumah orang tua ku dulu ya?"
Aska pun mengangguk, ia ingin mengantarkan Lee namun wanita itu menolak "Tidak sayang! Itu tidak perlu! Aku saja!"
"Baik lah jika itu keinginan kamu, hati-hati ya? Aku enggak mau kamu sakit dan kenapa-kenapa."
Lee pergi, menggunakan mobil pribadinya. Hasratnya ingin segera di salurkan ia pun menghubungi kekasihnya
Mereka pun memutuskan untuk bertemu di sebuah hotel bintang lima.
Lee pun datang ke tempat di mana lelaki itu beritahu. "Aska, mengapa kau tidak bisa memberikan aku kenikmatan! Padahal aku mencintai mu!" Lee menggerutu namun ia tidak ada waktu. Dengan langkah terburu-buru ia masuk ke dalam kamar itu, kebetulan kamar itu tidak di kunci.
Lee masuk, terlihat pria bertubuh kekar sedang menunggunya
"Sayang, aku merindukan mu!" Ujar lelaki itu keduanya pun menghabiskan waktu berdua.
*******
Xiu mencari keberadaan menantunya entah ada di mana "Lee, sayang kamu di mana?" Xiu berjalan ke kamar anak dan menantunya dan hanya ada Aska "Di mana istri kamu Aska?"
"Mi, Lee sedang pergi ke rumah orang tuanya."
"Dan kamu di sini? Kenapa kamu enggak antar dia ke sana?"
"Asa sudah mau mengantarnya mi, namun Lee menolak katanya ia bisa sendiri."
"Maafin Aska mami, tapi sungguh Aska tadi sudah menawarkannya namun Lee yang menolak,"
"Seharusnya kamu inisiatif dong! Jangan mengalah bagaimana kalau dia di luar ada apa-apanya?"
"Mami, Lee sudah besar dan ia pergi ke rumah orang tuanya. Udah dong mi! Kenapa mami berlebihan seperti ini! Sebentar lagi Lee juga akan kembali,"
"Berlebihan kamu bilang? Mami seperti ini karena mami sayang sama kalian. Mami khawatir kalau kalian pergi tanpa berpamitan,"
Zeline berjalan mendekati Oma dan papanya "Oma kenapa malah-malah? Kalau mami Lee pelgi, Oma telepon aja Olang tua mami Lee. Jika memang mami Lee di sana pasti kan ada,"
Xiu mendengarkan ucapan cucunya, ia menghubungi besannya dan bertanya keberadaan Lee namun besannya mengatakan jika Lee tidak pernah datang. Bahkan setelah pernikahannya dengan Aska, Xiu bingung kenapa menantunya pergi
Ia pun langsung mematikan panggilan itu "Istri kamu enggak ada di rumah orang tuanya, sekarang dia ada di mana?"
"Lee tadi mengatakan kalau ia mau ke rumah orang tuanya mi. Aska enggak tahu kemana dia,"
"Mami Lee sudah membohongi papa," ujar Zeline. Namun Xiu masih mempercayai menantunya "Sayang, mami Lee tidak berbohong nak. Mungkin aja mami kamu ada keperluan lain saat ingin ke rumah orang tuanya. Kita enggak boleh ya berburuk sangka, bagaimana pun mami Lee itu adalah ibu sambung kamu ya nak? Mami Lee enggak mungkin berbohong, oma sangat percaya dengan mami kamu!"
"Iya oma, maafin Zeline ya Oma."
"Aska sekarang kamu cari istri kamu berada, atau kamu hubungi dia segera! Mami khawatir kalau dia kenapa-kenapa,"
__ADS_1
Aska pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Lee.
Lee yang sedang bermesraan dengan selingkuhannya pun tidak mengangkat panggilan dari Aska, ia memberikan pesan kepada suaminya
Sayang, aku sedang menemani mama ku berbelanja. Nanti aku telepon lagi ya ~ Lee
Aska bingung, mengapa istrinya berbohong padahal Xiu baru saja menghubungi orang tua Lee langsung dan bertanya keberadaan Lee. Namun Aska bungkam, ia tidak memberitahu maminya. Aska ingin mencari kebenaran itu sendiri, saat istrinya pulang ia akan bertanya kepada Lee kemana sebenarnya ia pergi
"Enggak di angkat mi, mungkin sebentar lagi dia pulang. Mami jangan khawatir!"
"Mami khawatir sayang! Saat ini dia sedang mengandung anak kamu, bagaimana jika anak kamu kenapa-kenapa? Mami enggak bisa membayangkan itu!"
"Mami tenang saja, Lee sudah besar dan ia bisa menjaga dirinya sendiri!"
Walau Xiu terkenal arogan dan begitu sombong namun ia sangat menyayangi seluruh anggota keluarganya, ia pasti akan menjaga dan melindungi keluarganya.
Lee menatap Omanya yang masih gelisah "Oma jangan takut, Oma halus pelcaya sama papa!" Zeline memeluk Xiu dengan penuh sayang.
Setidaknya, cucunya Zeline membuat xiu sedikit lebih tenang "Kalau ada cucu Oma di sini. Oma pasti akan tenang pastinya, Oma tidak akan merasa khawatir!" Xiu membalas pelukan cucunya.
"Kamu tahu sayang? Oma sangat beruntung memiliki cucu yang cantik dan pintar seperti Zeline,"
"Benal Oma?"
"Iya sayang, bahkan kamu itu anugerah terindah yang Oma miliki."
Xiu memang membenci wanita yang telah melahirkan cucunya namun tidak membuat xiu ikut membenci Zeline. Ia bahkan sangat menyayangi dan mencintai Zeline, bahkan Zeline Mampu meredakan amarah Xiu yang mudah meledak-ledak.
Papinya Aska senang, dengan kehadiran cucu mereka membuat istirnya mulai berubah dengan perlahan.
"Semenjak kehadiran Zeline, istri ku jauh lebih baik dari sebelumnya bahkan ia bisa menahan emosinya kepada orang lain. Papi berharap agar mami terus seperti itu! Bukan hanya di depan Zeline saja, namun saat Zeline tidak ada mami tetap menjadi wanita penyayang," batinnya
Sudah dua jam dan kini Lee baru kembali
"Lee sayang, kamu dari mana?" Xiu bertanya dengan serius. Lee terlihat gugup namun ia tersenyum "Mami, Lee baru kembali dengan mama berbelanja. Ini Lee belikan sesuatu untuk mami!"
"Berbelanja dengan mama kamu? Mama kamu yang mana?" Xiu bertanya dengan penuh selidik! "Kamu sering membohongi mami ya?"
"Engg-enggak mami! Kenapa mami bisa mengatakan itu? Lee tidak pernah membohongi mami,"
"Tapi tadi mami telah menghubungi keluarga kamu. Dan mama kamu mengatakan jika kamu tidak ada ke sana, lalu kamu kemana Lee? Jangan lupa, status kamu sekarang! Kamu adalah menantu Lesham Shaeanatte! Jadi kamu harus menjaga sikap dan tingkah laku kamu di luar sana! Dan mami enggak suka ya kamu bohong seperti ini!"
Xiu menegur menantunya, Lee pun memasang air mata palsu "Mami, maafin Lee! Lee enggak bermaksud membohongi mami. Tadi memang niatnya Lee mau ke rumah mama, namun Lee mendengar percakapan mama dan keluarga barunya jika dia tidak merindukan Lee. Lee merasa sedih dan hancur. Lee pun pulang tanpa bertemu dengan mereka! Dan Lee pergi sendirian, tapi Lee membayangkan berbelanja dengan asyik bersama mama. Karena mami sendiri tahu, bagaimana mama tidak pernah menyayangi Lee!"
Mendengar cerita menantunya, Xiu langsung memeluk Lee "Sudah sayang! Jangan menangis, ada mami yang sayang sama kamu..tapi lain kali kamu jangan lagi berbohong! Kamu tahu jika mami tidak suka di bohongi kan?"
"Iya mami, maafkan Lee. Lee hanya enggak mau mami pun merasakan kesakitan Lee!"
Lee memang sangat pintar berbohong, dan membuat semua orang percaya dengan kata-katanya. Namun Zeline melihat jelas kebohongan dari mata ibu sambungnya itu
__ADS_1
"Mami tidak mengatakan yang sebenalnya! Mengapa mami belbohong!"
Zeline pun semakin curiga dengan gerak-gerik ibu sambungnya itu, ia akan mencari lebih lanjut apa yang selama ini di sembunyikan oleh maminya itu!