Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Lupa


__ADS_3

Zeline mendengar semua pembicaraan Stella dengan Rani. Namun yang dirinya tidak mengerti,.apakah benar jika neneknya Xiu berusaha menjauh kan ia dari mamanya?


****


"Jangan khawatir nyonya, menantu dan cucu anda baik-baik saja. Namun saya harapkan jika nona Lee tidak terlalu banyak memikirkan hal yang tidak-tidak atau stres yang berlebihan. Saya takut, jika itu terus berulang maka yang akan berdampak adalah kandungannya,"


"Terimakasih banyak dokter!" Xiu dan Aska lega, setidaknya kandungan Lee juga tidak apa-apa begitu juga dengan Lee. Mereka sudah sangat khawatir dengan kondisi Lee yang tiba-tiba mengeluarkan darah


Xiu langsung masuk ke dalam ruangan melihat menantunya, begitu juga dengan Aska ia ingin melihat kondisi sang istri

__ADS_1


"Sayang, kamu enggak kenapa-kenapa?" Xiu berjalan ke arah menantunya. Ia mengusap kepala Lee "Lee tidak apa-apa mami! Mami jangan khawatir!" Lee tersenyum kepada mertuanya, ia merasa terharu karena mertuanya begitu terlihat cemas


"Sungguh, jantung mami mau copot saat melihat Aska menggendong tubuh kamu keluar kamar dengan darah yang mengalir di paha kamu,"


"Sayang, jangan membuat kami takut lagi! Kamu dan anak ini sangat berharga, mami enggak sanggup jika sesuatu terjadi kepada kalian,"


Lee meneteskan air matanya, selama ini dia selalu membohongi Xiu namun mertuanya terlihat sangat tulus dengan ia.


Memang benar, mamanya Lee hanya perduli dengan adiknya saja. Mamanya Lee tidak pernah memperdulikan ia bahkan saat ia mati sekali pun tidak akan merasa sedih sama sekali.

__ADS_1


Aska memeluk Lee "Sudah berulangkali aku katakan, jangan terlalu banyak memikirkan apapun. Kamu harus bisa sabar dan menerima segalanya," Aska mengatakan itu dengan lembut, Lee menjauh kan kepalanya dari tubuh Aska


"Aku tidak pernah keberatan Aska! Aku juga sangat menyayangi Zeline. Namun aku tidak bisa menerima jika Stella tinggal dengan kita! Kamu dan kita semua tahu, bagaimana perasaan kamu kepadanya. Aku takut, jika kehadirannya di rumah ini akan membuat kamu merasa oleng. Kamu akan berpaling darinya,"


Lee mengatakan itu dengan terisak, memang apa yang ia katakan itu lah kenyataannya. Namun ada alasan yang lebih kuat lagi daripada itu.


Lee khawatir, jika harta keluarga Aska tidak akan terbagi untuk dirinya atau ia dan anaknya hanya mendapatkan bagian kecil saja


Aska menatap istrinya begitu dalam "Lee, aku minta maaf! Mungkin kau benar, aku masih mencintainya. Walau aku sudah berusaha untuk menghapus ia di hati ku namun aku tetap saja tidak bisa!"

__ADS_1


Aska mengatakan itu dengan wajah bersalah "Namun jangan khawatir! Saat ini kau adalah istri ku. Dan akan ku pastikan, jika kau yang paling utama bagi ku. Namun jangan melarang atau tidak menyayangi anak ku Zeline, aku sangat menyayangi anak ku. Dan kamu tahu,.aku dan Zeline sudah berpisah lama. Aku tidak akan merebut apa yang sudah menjadi hak mu. Saat ini kau adalah istri ku dan sedang mengandung anak ku, namun aku mohon. Terima lah anak ku Zeline seperti anak kandung kamu sendiri! Tentang Stella, kamu jangan khawatir! Aku tidak akan menduakan kamu!"


"Namun aku masih tidak tenang Aska selama wanita itu ada di rumah kita! Kamu lupa? Bahkan kamu pernah membatalkan pernikahan kita dulu demi wanita itu. Saat dia yang memintanya?"


__ADS_2