Jangan Ambil Zeline Ku!

Jangan Ambil Zeline Ku!
Keanehan Di Kelas


__ADS_3

Padahal Darren tidak sejahat Kimberly. Bahkan, walau sudah mengeluarkan uang yang begitu banyak. Dia tidak menyentuh Amara sama sekali, bahkan ia harus mengeluarkan banyak uang agar Amara selalu di samping nya.


ekor mata Darren mencari keberadaan Amara ke sana dan kemari, walau ia sudah menggunakan pengeras suara namun Amara tidak menemui nya.


"Sudah aku katakan, tingkah mu ini menyebalkan, Tuan!" batin Dio.


Dio adalah sektaris pribadi nya Darren sekaligus sahabat nya. Namun, Dio tidak pernah mau berbicara dengan Darren jika itu tidak terlalu penting.


Darren orang yang sangat susah senyum apalagi bercanda. Dia bisa saja mematahkan tangan Dio jika diri nya merasa tersinggung.


"Di mana Amara ku? kenapa dia tidak menemui ku. Apakah dia tidak sekolah?" tanya Darren yang berkecak dengan kesal nya.


Ia ingin bertemu dengan Amara, pertemuan pertama mereka mampu membuat Darren tiada henti memikirkan Amara.


"Pertemukan aku dengan wanita ku, sekarang!" ujar Darren yang memandangi Dio. Dio pun hanya menggelengkan kepala nya, di mana ia mencari Amara dengan sekolah sebesar ini.


Amara memang tidak ingin menemui Darren, jika Amara ingin pasti ia sudah menghampiri Darren..


Di kelas yang kosong, Amara menangis meluapkan kesedihan nya. Amara ingin terbebas dari ini semua


"Mama, Amara merindukan mama dan papa. Andai saja jika Amara tidak memiliki tanggungjawab kepada Tanara. Rasanya Amara ingin ikut bersama ke dua orang tua nya di syurga.


"Mama hiks."


Tanara yang mencari keberadaan sang kakak pun mencari ke setiap kelas.


"Kakak, kakak di mana?"


Tanara tidak mengerti apa yang telah terjadi kepada kakak nya, mengapa kakak nya sangat aneh sekali.


"Tadi pagi, kak Kimmy membuat masalah dengan Kakak, sekarang pria itu."


"Kakak, kakak ada di mana?"


Amara mendengar teriakan adik nya, ia segera menghapus air mata nya lalu beranjak dari tempat duduk untuk ke luar kelas menemui Tanara.


Amara tersenyum kepada Tanara, Tanara bertanya mengapa kakak nya ada di sini.


Apalagi, itu bukan lah kelas kakak nya.


"Tidak, kakak hanya ingin menyendiri saja. Kakak begitu malu karena pria itu berteriak. Apalagi jika guru-guru tau. Mungkin Amara akan di pecat dari sekolah karena sudah membuat keributan.


Tanara melihat wajah sembab kakak nya, ia pun segera menghapus air mata sang kakak. Dan memeluk kakak nya itu.


"Kakak jangan menangis, Tanara yakin jika masalah yang kakak hadapi akan segera selesai. Walau Tanara tidak tahu bagaimana kondisi sebenarnya. Tapi, kakak nggak boleh bersedih seperti ini."


Amara pun mengangguk, ia mengeratkan pelukan nya dengan sang adik.


Saat ini, hanya Tanara yang mengerti keadaan nya. Tanara memiliki sifat yang lebih tenang dan mampu menyikapi masalah dengan baik.


***********


Aska pun kembali ke rumah nya dan melihat mami nya yang sedang menunggu diri nya.


"Ada apa mi?"


"Kenapa kamu masih saja memikirkan wanita itu."


"Apa maksud mami? Aku tidak mengerti."


"Jangan bersikap seolah kamu tidak tahu apa-apa Aska! Mami sudah muak dengan semua ini!"


"Aska memang benar tidak mengerti dengan ucapan mami. Sudah lah, Aska sangat pusing. Dan iya, Aska telah memutuskan untuk mengundurkan pernikahan Aska dengan Lee."


Xiu yang mendengar itu sontak sangat terkejut, dalam semalam anak nya bisa berubah pikiran.


"Apa maksud mu? Kau tahu undangan sudah di sebar


"


"Aska tidak perduli mi! Mami yang telah menyiapkan segala nya jadi mami yang harus mengurus nya."


"Jangan gila ya! Mau di mana wajah mami nanti di depan keluarga dan seluruh teman-teman mami."


"Aska tidak ingin berdebat mi, dan Aska sudah memutuskan untuk mengundurkan pernikahan ini sampai Aska benar-benar mengetahui kebenaran yang ada."


"Kebenaran apa?"


"Tentang anak Aska mi!"


"Anak apa? Jangan ngaco! Kamu sudah tahu sendiri kebenaran nya seperti apa. Dan kamu masih mengatakan jika itu anakmu?"


"Aska juga tidak tahu pasti mi, namun Aska tidak bisa menikahi wanita lain jika memang benar anak yang di kandung Stella dulu adalah anak Aska."


"Kamu gila ya? Apa kamu berfikir jika mami tidak senang memiliki cucu? Tapi kenyataanya, kita sudah tahu jika wanita itu mengandung anak orang lain. Dia pergi meninggalkan kamu, bukan mami kan yang menjauhi kamu dari dia. Tapi, dia sendiri yang memutuskan pergi tanpa alasan."


Kenyataan memang benar, Stella pergi tanpa memberitahu siapapun dan Xiu tidak pernah mengusir Stella.

__ADS_1


Xiu terlihat sangat kesal dan melempar barang yang ada di dekat nya "Mami juga punya hati, tapi ini bukan kesalahan Lee. Kenapa kamu mempermainkan nya?"


Aska terdiam, ia juga tahu jika Lee juga tidak bersalah. Mengapa Lee yang harus menanggung kesalahan itu?


Aska begitu bingung. Tidak mungkin ia menghukum orang yang tidak bersalah, namun bagaimana jika anak Stella itu adalah anak mereka.


Lee akan semakin terluka, begitu juga dengan anak mereka.


"Jika memang anak nya itu anak kamu, keturunan kita. Kita akan mengajak nya pulang ke rumah ini..Dan kamu bisa merawat nya bersama Lee."


Aska masih saja diam, ia tidak mengerti dengan hati nya. "Hukum orang yang bersalah, Stella sendiri yang memilih meninggalkan mu jika benar itu anak kamu, berarti dia yang kejam memisahkan kita dari keturunan kita. Pewaris keluarga Lesham Shaenette!"


Aska tidak menyalahkan ucapan ibunya Karena ia merasa jika apa yang mamanya katakan itu memanglah benar, bagaimana bisa Stella menjauhkan dirinya dari keluarga dan anak dari bapaknya sendiri. Aska sudah mau bertanggung jawab namun secara sendirilah yang memilih keputusan itu dan ini bukanlah kesalahan Lee


"Jangan mengambil keputusan yang salah, Lee wanita yang baik. Dia tidak pernah menghasutmu untuk membenci Stella atau memaksa mu untuk menikahi nya. Dia menemani mu dengan sabar, walau saat itu kau berada di titik terlemah. Sekarang, saat kau memiliki segala nya kau melupakan Lee? Atau mungkin, wanita licik itu sengaja membuat rencana ini agar kau merasa goyah dalam pernikahan ini."


Aska menatap tajam ke arah mami nya. Bagaimana pun ia tidak bisa menerima jika ada orang yang menghina Stella.


"Begini saja, kita akan kerumah nya dan bertemu dengan anak itu lalu melakukan tes DNA. Jika benar, dia anakmu, maka Kita akan mengambil hak asuh nya." ujar Xiu


Xiu melihat ke arah anak nya yang tidak memutuskan apapun. "Apa yang kau pikirkan lagi? Kau memikirkan anak itu bukan? Kita bisa merawat nya bersama Lee. Jangan jadikan ini sebagai alasan mu membatalkan pernikahan mu dengan Lee! jangan membuat mami dan Lee malu di hadapan semua orang!"


Aska pun mengangguk, menyetujui ucapan mami nya.


"Jika memang dia anakku, aku akan mengambil nya dari mu sebagai mana kau menjauh kan ku dari anakku selama bertahun-tahun." ujar Aska yang menggenggam tangan nya.


Aska tidak akan pernah memaaf kan Stella jika dia melakukan kejahatan seperti itu.


*******


Perasaan Stella tidak tenang, entah mengapa ia merasa gelisah. Stella pun mengambil ponsel nya menghubungi Tanara.


Assalamualaikum, Tanara ~Stella


Walaikumsallam kak, kak maaf Tanara dan kak Amara belum pulang sekolah. Jadi nya, Tanara belum menjemput Zeline. ~Tanara


Tidak apa, Tanara. Kakak yang akan menjemput nya dan mengambil card penjemputan wali di sekolah kalian.~ Stella


Maafkan Tanara kak, kakak menjadi repot seperti ini karena tanara. ~Tanara


Tidak masalah, adik. Kakak akan segera bersiap ke sekolah kalian. Assalamualaikum ~Stella


Walaikumsallam ~Tanara


Panggilan Terputus.


Amara pasti tidak mau ke luar sekolah, pasti akan bertemu dengan CEO tersebut.


Tanara pun memutuskan untuk tetap menemani sang kakak hingga pria itu benar-benar pergi.


"Jika kamu mau menjemput Zeline. Pergi lah! jangan khawatir, kakak baik-baik saja di sini. Setelah pria itu pergi, kakak akan segera pulang." Amara memegang bahu Tanara. Tanara menggeleng, ia mengatakan jika diri nya tidak akan meninggalkan Amara sendirian di sini.


"Tidak kak, kak Stella yang akan menjemput Zeline. Sebelum itu, Kakak akan mengambil card penjemputan wali untuk menjemput zeline. Tanara akan menemani kakak di sini sampai kakak benar-benar mau pulang."


"Terimakasih, kamu memang adik tersayang ku."


Tanara pun tersenyum dengan hati yang tulus, ia berjanji akan menjaga kakak-kakak nya seperti kakak kakak nya menjaga mereka.


Kita akan menjalani ini semua sama-sama kak!


Tanara menatap Kakak nya dengan tatapan teduh nya.


Amara mengintip ke arah jendela, melihat apakah Darren sudah pergi. Namun, tidak! Darren masih di bawah dengan di lingkari kerumunan orang.


Kapan dia akan pergi?


Amara begitu kesal, mengapa pria itu begitu gila dan tidak waras. Ia bisa menghubungi Amara tanpa harus menemui di sekolah.


Tanara pun mengatakan kepada kakak nya akan pergi ke kantin untuk membelikan Amara makanan dan minuman. Amara mengangguk, ia berpesan kepada adik nya jika ada yang bertanya keberadaan nya bilang saja jika Tanara tidak melihat nya.


"Jika ada yang bertanya keberadaan kakak, katakan saja jika Tanara tidak tahu, oke?"


"Iya, kak. Tanara akan mengatakan jika Tanara tidak melihat kakak."


Amara tersenyum, adik nya sungguh sangat manis dan penurut.


Amara beruntung memiliki adik semanis Tanara.


Tanara pun pergi ke kantin untuk membelikan makanan dan minuman untuk kakak nya.


"Tanara, Tanara!" panggil seseorang, Tanara menghentikan langkah kaki nya, menoleh ke belakang. Seorang wanita berlari ke arah nya dengan napas yang ngos-ngosan.


"Kau dari mana saja? Aku mencari mu sedari tadi."


"Ada apa?" tanya Tanara yang begitu dingin, ia tahu jika ini pasti akan membahas tentang kakak nya.


Wanita itu menoleh kanan dan kiri, mencari seseorang. Sebelum dia bertanya kepada Tanara, Tanara pun memilih pergi menjauh dari teman nya itu.

__ADS_1


Tanara memesan makanan dan minuman kesukaan Amara, kakak nya.


"Tanara, mengapa kau meninggalkan aku?"


"Kau mau apa?" tanya Tanara dengan dingin.


"Di luar sana ada,"


"Aku sudah tahu!" belum sempat teman nya itu melanjutkan pembicaraan nya, Tanara sudah memotong pembicaraan nya duluan "Lalu, di mana kakakmu?"


"Aku tidak tahu." Tanara membayar makanan yang ia pesan, Tanara memesan dua porsi makanan untuk ia dan sang kakak. "Lalu, mengapa kau Memesan makanan sebanyak itu?


Tanara pun langsung membalikkan tubuh nya membawa makanan itu "Aku lapar, tolong jangan ikuti aku!"


Teman nya itu pun tidak berani mengikuti Tanara lagi, Tanara bernafas lega karena ia tidak di ikuti lagi.


"Syukur lah jika dia tidak mengikuti ku lagi hutf!"


Tanara berjalan menemui kakak nya di salah satu kelas yang tiada penghuni nya. Kelas itu memang kosong semenjak beberapa tahun kemudian. Entah mengapa, kelas itu tidak pernah di gunakan lagi.


Tanara memberikan makanan yang ia beli kepada Amara "Ayo kak, kita makan dulu. Kakak pasti lapar."


Tanara langsung duduk di samping kakak nya, ia melihat kakak nya hanya melamun. Tanara berfikir jika kakak nya itu pasti sedang memikirkan kejadian hari ini.


"Kak sudah lah, kakak jangan seperti ini. Ayo kita makan,"


"Tanara." panggil Amara yang tiba-tiba berada di depan pintu kelas, sontak membuat Tanara terkejut melihat kakak nya yang berdiri di depan kelas.


Jika kakak nya ada di depan pintu kelas, lalu siapa yang ada di samping nya dan ia ajak bicara? Tanara menelan ludah nya dengan kasar, ia pun memberanikan diri untuk menoleh ke arah samping nya. Namun, tidak ada orang.


Tanara semakin kaget histeris saat tiba-tiba kakak nya ada di hadapan nya saat ia ingin beranjak pergi.


"Astaghfirullah!" Tanara menutup mata nya seakan ia tidak berani membuka mata.


Amara memegang bahu adik nya dan bertanya ada apa "Tanara, ada apa?"


"Ka-kakkak, ini beneran kakak?"


Amara begitu bingung dengan sikap adik nya. Jelas-jelas ini memang diri nya namun Tanara menanyakan hal yang tidak masuk akal


"Iya ini kakak, Tanara. Tadi kakak begitu kebelet pipis sebab itu kakak keluar sebentar ke toilet. Dan saat kakak kembali, kamu sudah ada di sini. Ohiya, tadi kamu kenapa bicara sendiri dik?"


"Tidak apa-apa kak, lupakan saja. Ay-ayo kita makan kakak pasti lapar."


Amara mengangguk dan duduk di samping adik nya, Tanara masih mengingat kejadian tadi apakah diri nya berhalusinasi?


Amara membuka makanan yang di beli oleh adik nya, dan melahap nya. Tidak membutuhkan waktu lama, Amara sudah menghabiskan makanan nya. Namun Tanara tidak menyentuh nya sama sekali.


"Dik, kenapa Tanara nggak makan?"


Tanara masih melamun memikirkan kejadian tadi, ia pun tak berani memberitahu kakak nya. Tidak lama kemudian, Tanara di kaget kan oleh suara ponsel nya.


Terlihat nama kakak nya Stella di layar ponsel, Tanara pun mengangkat telepon itu.


Panggilan Terhubung


Assalamualaikum dik, kakak udah sampai di sekolah. Sangat ramai sekali sekolah kalian seperti nya kedatangan tamu. ~Stella


Walaikumsallam kak, i-iya kak seperti nya ada tamu penting yang datang. Kak bisa kah kakak saja yang naik ke atas? ~Tanara


Bisa, baiklah kakak akan ke atas. Tanara ada di mana? ~Stella


Tanara ada di lantai Tiga kak, kelas paling ujung ~Tanara


Baik lah, kakak akan segera ke sana. Kakak tutup dulu telepon nya, assalamualaikum ~ Stella.


Walaikumsallam kak ~ Tanara


Panggilan Terputus.


Amara bertanya kepada Tanara mengapa ia menyuruh Stella ke atas.


"Jika Tanara menyusul ke bawah, pasti banyak orang yang melihat Tanara dan bertanya kakak ada di mana. Pria itu akan tahu jika Tanara adalah adik nya kakak. Tapi, tidak semua yang tahu jika kak Stella adalah kakak kita." Amara pun memikirkan ucapan adik nya ada benar nya iya, Tanara mengambil minuman yang di beli oleh adik nya dan meneguk minuman tersebut.


"K-kak, setelah kak Stella ke sini. Sebaik nya kita kembali ke kelas kakak atau ke kelas Tanara saja. Pasti yang lain sudah pulang atau fokus dengan om itu."


"Di sini akan aman Tanara, tidak akan ada yang mengetahui keberadaan kita. Dan orang sangat jarang melewati lorong ini."


"Kak, Tanara mohon!"


Amara menghela nafas nya dengan kasar, ia pun setuju dengan ucapan sang adik.


"Baik lah, kita akan pindah ke kelas lain. Sudah, jangan tegang seperti itu!"


Tanara pun mengangguk kepada kakak nya, bulu kuduk nya masih merinding. Ia mengamati setiap sudut ruangan dan benar saja suasana jelas itu begitu senyap dan sepi.


Gerak aneh Tanara membuat Amara merasa curiga, ia mengatakan akan bertanya kepada Tanara saat nanti di rumah saja.

__ADS_1


Saat ini ke dua nya sudah sebagai buronan yang bersembunyi.


__ADS_2