
Hari demi hari mereka lewati dengan penuh semangat. Persahabatan antara Aulia dan ketiga gadis itu semakin hari semakin akrab bahkan sudah seperti saudara. Hingga tak terasa sebentar lagi mereka hampir menghadapi ujian semester pertama tahun ajaran ini.
Begitu juga hubungan Aulia dan Arka yang semakin dekat, tapi sayangya sampai saat ini belum ada yang menyatakan perasaan satu sama lain, entah sudah saling jatuh cinta atau hanya belum menyadari saja, yang pasti mereka punya komitmen yaitu menikah hanya sekali seumur hidup, jadi mereka berjanji akan selalu setia satu sama lain dan saling terbuka dengan masalah apapun yang mereka hadapi, agar tak pernah terjadi salah paham diantara keduanya sehingga hubungan mereka baik-baik saja.
Malam ini keluarga inti mereka berkumpul di ruang tamu rumah keluarga Wijaya untuk membahas masalah pesta pertunangan Aulia dengan Arka yang tak lama lagi akan dilaksanakan. Keduanya tampak duduk menyimak semua yang dibahas oleh orang tua mereka.
Semua kebutuhan juga pernak pernik acara pesta pertunangan akan diatur oleh orang tua mereka, karena kedua remaja itu harus fokus menghadapi ujian semester yang akan berlangsung seminggu lagi. Sementara pesta pertunangan itu akan di laksanakan saat libur tiba , dengan tujuan seluruh keluarga besar dapat menghadirinya.
Orang tua kedua belah pihak nampak bahagia dan semangat dalam membahas acara yang akan berlangsung tak lama lagi itu. Terutama kakek Wisnu , pria yang tak lagi muda itu terlihat yang paling antusias. Apalagi cucu yang sangat disayanginya dapat menerima perjodohan ini. Bahkan tanpa ada drama penolakan sedikitpun.
Tepat jam 10.00 malam nampak kedua remaja itu mengantuk namun seolah orangtua mereka tak memperdulikan hal itu. Terbukti mereka lupa waktu dan tak henti-hentinya membahas acara yang sudah mereka nantikan sejak Aulia dalam kandungan bunda Risa saat telah diketahui bahwa kelamin anak dalam kandungannya itu perempuan.
Nampak Aulia mengedip-ngedipkan matanya untuk menahan rasa kantuknya. Bahkan saat menguap saja dia tahan dengan memasukkan bibirnya ke dalam mulutnya.
"Udah ngantuknya?" Tanya Arka yang menyadari bahwa tunangannya itu berusaha keras menahan kantuknya.
"Iya kak" bisik Aulia menganggukkan kepalanya.
"Bobo di kamar kakak aja gih, nanti kalau udah selesai kakak bangunkan" lanjut Arka tak tega melihat gadis cantik di sebelahnya.
"Ga usah kak, Auli bisa tahan kok, ga enak masak yang lain masih di sini Auli malah bobo" jawab Aulia dengan lesu.
"lagian besuk kan libur, Auli bisa bangun siang" lanjutnya disertai senyum menyeringai.
"Tapi kakak gak tega lihat kamu gitu" kata Arka.
"yaudah sini sandaran di bahu kakak aja, toh mereka juga ga butuh pendapat kita soal ini" lanjutnya lagi karena heran kenapa mereka harus ikut duduk berlama-lama sementara kehadiran mereka seolah tak ada gunanya.
Auliapun mengangguk dan tanpa pikir panjang dia segera menyandarkan kepalanya di bahu Arka, dan tak lama kemudian diapun tertidur.
Malam makin larut bahkan tanpa sadar Arkapun juga ketiduran dengan kepala berada di atas kepala Aulia yang menyandar di bahunya dan telah tertidur sejak jam 10 tadi.
__ADS_1
Menyadari tak ada pergerakan dari kedua remaja itu kakek Wisnu menolah ke arah keduanya. Dan mendapati bahwa cucu dan cucu menantunya itu telah tertidur.
"Lihat, mereka sampai ketiduran" ungkap kakek itu saat melihat sepasang remaja yang ketiduran bahkan dengam posisi seperti orang yang saling mencintai.
Mendengar ucapan kakek itu kedua pasang orang tua itupun menoleh ke arah dua remaja yang sedang tertidur pulas tak peduli meskipun dengan posisi duduk.
"Jam berapa ini?" Bertanya pada diri sendiri sambil melihat jam yang melingkar di tangan kanannya.
"Pantas saja mereka sampai tertidur, sekarang sudah jam 11.25 " kata kakek Wisnu seolah memberitahu ternyata sudah larut malam.
"Kasihan pasti mereka kelelahan" kata mama Rita.
"Iya saking senangnya sampai kita tak mempedulikan mereka" kata kakek di iringi dengan tertawa kecil, menyadari kekonyolannya bersama kedua pasang orang tua itu. Dan di jawab anggukan semua juga tertular ikut tertawa.
"Sudah malam lebih baik kalian menginap saja" lanjutnya.
"Gimana bun? Mau pulang apa nginap? " tanya Ayah Restu kepada istrinya.
"Udah ga usah mikir lagi, mendingan nginap aja" sahut papa Tara.
"Iya lagian kasihan Auli kalau harus dibangunkan" kata mama Rita.
"Jangan, kasihan kalau harus dibangunkan" jawab kakek cepat "mending tuh Arka di bangunkan trus suruh angkat Auli ke kamar atas " lanjut kakek. Dibalas anggukan mama Rita.
"Ar, sayaang bangun" bisik bunda ke telinga Arka agar tak mengganggu Aulia.
"Ar... bangun sayang " lanjutnya yang kemudian ada pergerakan dari putranya menandakan kalau dia sudah terbangun.
Arka pun mengerjab-ngerjabkan matanya. Sebelum akhirnya terbangu dan menyadari ternyata dia masih tertidur di ruang tamu.
"Maaf , Arka tertidur" kata Arka begitu menyadari semua telah memandang ke arahnya. Dan di sambut senyum oleh semua.
__ADS_1
"Gapapa Ar, udah angkat Auli pindahkan dia di kamarnya" sahut kakek.
"Iya kek" jawab Arka yang kemudian mengangkat Aulia. "Malam semua, kami tidur duluan" pamitnya.
"sudah larut malam, sebaiknya kalian tidur" kata kakek yang kemudian berjalan menuju kamarnya yang di lantai bawah dekar ruang keluarga.
"Kalian tidur di samping kamar kakek yaa Ris"kata mama Rita.
Bunda Risa pun mengangguk dan "iya Rit, ayo yah," jawabnya beranjak dari duduknya kemudian mengajak suaminya.
"yaudah ayo tidur, selamat malam semua" kata papa Tara mengakhiri perbincangan malam ini.
\=\=\=\=\=\=
Seminggu telah berlalu kini semua siswa SMA sederajat menghadapi ujian semester. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh ketegangan. Berharap mendapatkan hasil terbaik setelah belajar selama 1 semester. Bahkan ada juga sebagian siswa yang mengamalkan belajar SKS ( Sistem Kebut Semalam) karena selama proses belajar mengajar terlalu santai dalam belajar.
Tak terasa ujian telah berakhir. Masih dengan harap-harap cemas sebelum pengambilan rapor saat ini SMA KEBANGSAAN sedang melaksanakan classmeeting. Saat-saat yang ditunggu untuk melepas lelah selama belajar di sekolah.
Hingga akhirnya saat penerimaan rapor pun tiba. Dengan hasil yang memuaskan Arka mendapatkan juara umum di sekolahnya. Sementara Aulia dan sahabatnga masuk sepuluh besar. Merupakan hal yang membanggakan buat orangtua mereka karena putra putri mereka bisa mendapatkan hasil yang terbaik sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dan hari libur yang di tunggu keluarga yang telah merencanakan sebuah pesta itu akhirnya datang juga. Hari pesta pertunangan kedua remaja yang dijodohkan itu telah ditentukan dilaksanakan hari Minggu.
Hari pertunangan itu dilaksanakan di awal liburan semester, jadi banyak sekali keluarga yang datang sekalian menikmati liburan bersama.
○●●●○
Terima kasih telah meluangkan waktu buat baca tulisanku, jangan lupa klik favorit ♥️ agar bisa mengikuti terus kelanjutan kisah Aulia dan Arka.
Jangan lupa juga like sama vote buat mendukung cerita ini. Untuk hasil cerita yang lebih baik lagi boleh lo kalau ada yang mau kasih ide-ide atau masukan. Tulis aja di kolom komentar ya.
Ditunggu krisannya🙏
__ADS_1