KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.18. Sunrise


__ADS_3

Seperti rencana semalam bahwa pagi ini mereka akan menikmati sunrise. Setelah melaksanakan Sholat Subuh di kamar dengan Ninda, mereka berdua memutuskan untuk langsung menghampiri kamar kedua sahabatnya.


Tapi saat keduanya hendak keluar kamar mereka dikejutkan oleh Arka yang dudah berdiri di depan kamar mereka dengan tersenyum manis.


"Pagi Sayang..." sambut Arka sambil tersenyum begitu melihat Aulia keluar dari kamarnya diikuti Ninda.


"Pagi, kok kakak di sini , mau ngapain kak?"Tanya Aulia.


"Loh katanya mau lihat sunrise, gimana sih, lupa ya?" Jawab Arka yang balik bertanya.


"He he kirain kakak ga mau ikut" jawab Aulia dengan senyum canggung.


"Yaudah klian duluan aja aku ke kamar Mita sama Sari dulu ya" sela Ninda tak enak mengganggu keduanya.


"Emang gapapa Nin? Kenapa ga bareng aja sih?" Tanya Aulia polos. Ga tau kalau temannya kasih kesempatan berduaan.


"Gapapalah, duluan aja, lagian belum tentu mereka udah bangun, kalo belum kan jadi lama kamu nunggunya" jawab Ninda mencari alasan.


"Oiya juga ya, yaudah ayo kak kita duluan aja" kata Aulia kemudian.


"Yaudah yuk" jawab Arka.


"Kita duluan ya Nin" pamit keduanya bersamaan.


"Ok siap" jawab Ninda sambil mengangkat tangan dengan menyatukan jari telunjuk dengan jempolnya membentuk O sebagai tanda OK.


Kemudian Ninda berjalan menuju kamar sahabatnya. Sementara sepasang remaja itu berjalan menuju pantai. Tak berapa lama keduanya sampai di bibir pantai. Matahari belum menunjukakan tanda-tanda kemunculannya karena masih terlalu pagi.


Sambil menunggu matahari manampakkan wajah hangatnya, Keduanya berjalan menyusuri bibir pantai sambil bergandengan tangan dan juga ngobrol ringan yang sesekali diselingi tawa keduanya. Tanpa mereka sadari dari kejauhan sepasang mata menatap iri keduanya.


"Enak banget tu cewek bisa dengan mudah dapatin kak Arka, jangan harap kalian akan bahagia" gumam cewek itu yang tak lain adalah Maya. Kemudian dia kembali ke Villa dan tak jadi melihat sunrise, karena tak tahan harus melihat laki-laki yang dicintainya bersama gadis lain.


"Lihat kak, kayaknya mataharinya hampir terbit deh, MasyaAllah indah banget" kata Aulia mengagumi indahnya biasan cahaya yang muncul sambil menunjuk ke arah timur.


"Iya, tunggu bentar lagi makin indah Yang" jawab Arka yang senang melihat gadisnya bahagia.


"Kakak lebih suka sunrise daripada sunset" lanjutnya.


"Kenapa kak? Bukannya Sunset juga indah ya?" Tanya Aulia mengerutkan keningnya.


"Kalau sunrise selain kita bisa menikmati udaranya yang segar, Sinar matahari yang terpancar saat sunrise lebih hangat dan durasi penyinarannya lebih lama. Sinar matahari dipagi hari sangat bagus untuk kesehatan kita. Tapi kalau Sinar matahari saat sunset lebih cepat menghilang karena matahari sudah tenggelam." Sahut Arka menjelaskan


"Iya juga ya kak, kak lihat mataharinya sungguh indah, benar-benar sempurna" kata Aulia memberitahu Arka.


Kemudian gadis itu berlari kecil lalu merentangkan kedua tangannya dan mendongakkan wajahnya menikmati segarnya udara pantai dan hangatnya cahaya matahari yang menyentuh tubuhnya di pagi hari.

__ADS_1


Arka hanya tersenyum melihat tingkah gadisnya itu. Kemudian dia mengambil HPnya lalu mengabadikan Aulia dengan posenya yang masih menikmati sunrise yang baru pertama kali ia rasakan.



Setelah merasa puas dengan apa yang dilakukannya kemudian gadis itu kembali berjalan menghampiri Arka. Kemudian mereka kembali berjalan berdua menyusuri pantai sambil menikmati hangatnya sinar matahari pagi.


"Kakak benar, walaupun sama-sama indah, tapi sunrise ternyata lebih menyenangkan, Auli suka" kata Aulia dengan ceria begitu berada di dekat tunangannya.


"Kakak juga senang lihat Auli suka" jawabnya sambil meraih tangan kanan Aulia kemudian berjalan menyusuri pantai.


"Kapan-kapan kalau liburan kita ke pantai lagi yuk kak" kata Aulia semangat.


"Boleh siapa takut"jawab Arka.


"Janji ya kak" kata Aulia sambil mendekatkan jari kelingkingnya ke Arka agar Arka menautkan jari kelingkingnya untuk membuat janji layaknya anak kecil.


"InsyaAllah" jawab Arka sambil tersenyum tapi tetap menautkan jari kelingking mereka. Yang disambut senyum bahagia di wajah tunangannya itu. Yang membuat Arka gemas hingga mencubit hidung gadisnya lalu berlari menghindari bapasan dari gadisnnya itu.


"Ish kakaaak" teriak Aulia lalu mengejar Arka layaknya pasangan yang lagi jatuh cinta di kebanyakan film.


"Ayo Sayang kejar kakak" teriak Arka yang sudah lumayan jauh di depan.


"Kakak curang" teriak Aulia masih mengejar.


Karena tak tega akhirnya Arka menghentikan larinya dan menunggu gadisnya. Tak lama Aulia datang dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Kasian Sayangnya kakak, mpe keringetan gini" kata Arka sambil mengusap keringat di kening Aulia.


Aulia hanya tersenyum bersyukur dengan yang dilakukan Arka terhadapnya, ternyata laki-laki pilihan orangtuanya sungguh sangat perhatian padanya, bahkan sepertinya sangat menyayanginya, meskipun Aulia belum tahu pasti apakah mereka sudah saling jatuh cinta atau belum, yang pasti saat ini mereka salinv menyayangi satu sama lain.


"Masih capek? " tanya Arka membuyarkan lamunan Aulia.


"Masih kak" jawabnya mengangguk.


"Sini kakak gendong kita gabung yang lain, tuh di sana" kata Arka sambil menunjuk keberadaan keluarga juga sahabat Aulia.


"Emang kakak kuat?" Tanya Aulia.


"Mana kakak tahu kalau ga dicoba?"Arka balik bertanya. Kemudian jongkok di depan Aulia.


"Naik" suruh Arka. Tanpa pikir panjang Auliapun menaiki punggung Arka lalu digendonglah gadis itu oleh Arka.


"Iih hebat kakak kuat loh gendong Auli" sorak Aulia kesenengan.


"Dasar manja" jawab Arka sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Biarin, manja-manja gini kakak juga mau" jawab Aulia tak mau kalah dari Arka.


Tak lama mereka sampai di tempat keluarganya berkumpul. Seperti biasa mereka langsung mendapat godaan usil dari keluarganya yang membuat wajah gadis itu memerah menahan malu.


\=\=\=\=\=


Tak terasa dengan menikmati waktu bermain-main bersama keluarga juga sahabat, waktu berjalan begitu cepat. Saat ini mereka sama-sama berkumpul di painggir pantai untuk menikmati sunset bersama.


Untuk menghormati keluarga besar mereka, sepasang remaja yang baru bertunangan itupun ikut serta berkumpul, meskipun rencananya mereka ingin menikmati berdua lagi seperti tadi pagi.


Berbagai obrolan dan juga candaan mereka lontarkan menemani sore ini untuk mengantarkan sang mentari kembali keperaduannya. Kebersamaan yang indah dari keluarga besar kedua belah pihak bisa bergabung untuk berbagi kebahagiaan.


Hingga akhirnya perlahan-lahan matahari menyembunyikan diri dan siang pun berganti malam. Setelah itu mereka kembali ke kamar masing-masing untuk menunaikan kewajiban sebagai umat muslim yaitu Sholat Magrib.


Setelah Sholat magrib mereka masih dikamar masing-masing sambil menunggu Sholat Isya baru mereka akan makan bersama. Dan setelah makan mereka bebas mau melakukan apa aja.


Ketiga sahabat Aulia kini telah berkumpul dengan Aldo, Bella, Chintya juga Maya. Mereka menikmati alunan suara gitar Aldo sambil bernyanyi bersama. Sedangkan para orang tua mereka menikmati acara masing-masing yang entah apa.


Berbeda dengan Aulia dan Arka, mereka memanfaatkan waktu berdua duduk di ayunan taman villa sambil menikmati udara malam di pantai yang diiringi deburan ombak yang menenangkan.


"Sayang, janji sama kakak harus kita hadapi bersama apapun usaha orang lain buat pisahin kita ya" kata Arka tiba-tiba.


"Kenapa tiba-tiba kakak bilang begitu?" tanya Aulia heran.


"Kakak cuma jaga-jaga aja, apapun yang terjadi kita harus saling jujur, terbuka dan kita akan lewati bersama apapun rintangannya, Auli mau kan?" tanya Arka.


"Iya kak, Auli mau" tanpa mau bertanya lagi akhirnya Aulia menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Arka meskipun dalam hatinya masih bingung maksud dari perkataan Arka.


"Kak, kita gabung ke sana yuk, kayaknya seru deh " ajak Aulia saat melihat sahabat juga sepupunya bernyanyi bersama.


"Ok ayok" kata Arka berdiri lalu menggandeng tangan Aulia.


"Seru nih kayaknya" kata Arka begitu keduanya sampai.


"Eh kak, iya lah seru, makanya sini gabung jangan berduaan muluk" kata Aldo sembari menggoda.


"ya emang ini mau gabung, makanya ke sini, ya ga Yang? " kata Arka mempinta pembelaan gadisnnya.


"Iya, tahu ni Aldo" jawab Aulia mengangguk.


Akhirnya mereka bernyanyi bersama-sama hingga larut malam, mumpung bisa bertemu dan berkumpul. Kemudian kembali ke kamar masing-masing lalu tidur karena besuk setelah sarapan mereka akan kembali lagi melakukan perjalanan panjang untuk pulang.


○●●●○


Maaf karena ada acara jadi baru sempet Up lagi, Terima kasih yang sudah berkenan membaca ceritaku, juga yang udah kasih dukungan berupa like, rate maupun Vote.

__ADS_1


Ditunggu krisannya di kolom komentar yaa


__ADS_2