KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.112. Ada Udang di balik bakwan


__ADS_3

"Ya benar sekali nak, cara nya benar-benar kurang tepat, bahkan hampir menjerumuskan putri sendiri untuk jadi pelakor, kamu jadi mantan calon pelakor gara-gara Papa Sayang,ha ha," ucap pak Danu demgan mentertawakan dirinya sendiri.


"Papa," ucap Melinda meneteskan air mata sembari memeluk sang Papa.


"Melinda sayang, mulai hari ini kamu bebas mau berteman dengan siapapun juga, yang penting kamu harus kenalkan teman-temanmu dengan Mama dan Papa, jadi kami bisa menilai mana teman yang baik buat kamu dan mana yang harus kamu jauhi Sayang," ucap Pak Danu lalu mencium puncak kepala sang putri dalam pelukannya.


"Iya Pa, makasih ya Pa, Mel sayang Papa" jawab Melinda bahagia.


"Iya Sayang, Papa juga menyayangimu nak," jawab Pak Danu.


"Dan mengenai Dion, kamu ajak dia bertemu dengan Mama Papa dulu baru Papa bisa tahu akan mereatui atau tidaknya hubungan kalian," lanjut Pak Danu kemudian.


"Iya Pa, Mel ngerti," jawab Melinda tersenyum.


"Ehm maaf Pak,.." ucap Arka terpotong oleh pak Danu.


"Om nak, panggil saja saya om," ucap pak Danu memotong ucapan Arka.


"Ehm baiklah Om, maaf bagaimana om Danu bisa tahu kalau kami adalah putra putri dari Papa Tara dan Ayah Restu?"tanya Arka penasaran.


"Banyak yang sudah tahu kalau nak Arka itu putra dari seorang Tara Wijaya, tapi mereka hanya berani menebak kenapa hal ini seolah dirahasiakan bahwa mungkin itulah cara orang tuamu untuk mendidik putra semata wayangnya, dengan cara mandiri dan tidak memberi fasilitas berlebihan," ucap Pak Danu.


"Ya begitulah Papa saya, Om, bahkan dari kecil saya sudah dibiasakan mengelola keuangan saya sendiri, tapi saya sangat beruntung dan berterima kasih dengan semua cara didikan kedua orang tua serta Almarhum kakek, berkat mereka hidup saya jadi lebih terencana," ucap Arka tersenyum.


Di sela-sela perbincangan mereka beberapa pelayan pun datang dengan membawakan pesanan mereka dan menatanya di atas meja hingga penuh. Setelah selesai dengan tugasnya mereka pun pamit undur diri tentunya setelah mereka mempersilakan tamu yang tak lain Arka dan yang lainnya untuk menikmati hidangan yang telah tersaji sesuai pesanan mereka tadi.


"Mari Om, Melinda, kita lanjutkan perbincangannya sambil menikmati makan siang yang tertunda ini, " ucap Arka mempersilakan sembari tersenyum.


"Baiklah mari mari," jawab pak Danu.


"Cukup mas?" Tanya Aulia sewaktu mengambilkan nasi untuk Arka.


"Cukup Yang," jawab Arka tersenyum.

__ADS_1


"Mau yang bakar apa goreng Mas?" Tanya Aulia.


"Seperti biasanya aja Yang," jawab Arka yang diangguki oleh Aulia.


Kemudian Aulia mengambilkan cah kangkung, serta sambal di pinggir nasi untuk Arka, lalu mengambil piring kosong lain lalu mengambil gurame bakar satu ekor sedang kesukaan Arka. Lalu meletakkannya di depan sang suami. Setelahnya Aulia pun mengambil nasi untuknya sendiri sama seperti untuk Arka tadi.


Semua kegiatan Aulia sewaktu melayani Arka tadi tak luput dari perhatian pak Danu, begitu telaten dan sabar sudah seperti seorang istri yang melayani suami, sungguh pasangan yang serasi, batin pak Danu, pantas saja Arka begitu terlihat mencintai calon istrinya tersebut setahu pak Danu. Bahkan mereka telah merencanakan pernikahan begitu Aulia lulus sekolah nanti. Sehingga membuatnya semakin merasa bersalah kepada pasangan muda di depannya itu. Apalagi mereka


"Kalian benar-benar pasangan yang serasi, Om jadi makin merasa bersalah melihatnya," ucap Pak Danu yang tak bisa menahan diri untuk tak mengucapkannya.


"Terima kasih Om, tapi saya rasa om gak perlu merasa bersalah, kami tahu maksud Om demi kebaikan Melinda sebagai putri Om, Om kan tidak tahu kalau saya sudah bertunangan denga kekasih saya, Aulia. Jadi kami tidak apa-apa kok Om, iya kan Sayang?" Jawab Arka yang tersenyum meminta persertujuan dari sang pujaan hati, Aulia.


"Iya om, benar apa yang dikatakan mas Arka, Om gak perlu minta maaf kepada kami," sambung Aulia tersenyum.


"Baiklah terima kasih karena kalian sudah memaafkan Om, Om do'akan semoga hubungan kalian bahagia dan langgeng sampai tua nanti," do'a pak Danu tulus.


"Aamiin," jawab Arka, Aulia dan Melinda dengan serempak.


"Ihh kalian so sweet banget sih, kompak terus," ucap Melinda terpana dengan kekompakan Arka dan Aulia. Yang direspon dengan senyuman oleh sepasang remaja itu.


"Mari Om, kita makan dulu," ucap Arka setelah tersenyum menanggapi ucapan Melinda.


"Oh ya mari mari,selamat makan" jawab pak Danu.


"Selamat makan," ucap Arka, Aulia dan Melinda sebelum akhirnya mereka mulai makan.


Kemudian mereka sibuk dengan makanan di piring masing-masing. Sesekali nampak sepasang bapak anak itu melirik interaksi antara Arka dan Aulia yang saling perhatian. Melinda bersyukur papanya tidak bersikeras dengan keinginannya untuk menjodohkannya dengan Arka. Dan juga mau mengerti dan menerima soal perasaannya terhadap kekasihnya. Sungguh Melinda sangat berterima kasih kepada pasangan di depannya ini yang tak lain adalah Arka dan Aulia.


Tak lama kemudian semua telah menyelesaikan makan masing-masing. Kemudian Arka segera berpamitan kepada pak Danu untuk segera kembali melanjutkan kegiatannya sendiri. Dan pak Danu pun mengiyakan. Ternyata beliau juga masih harus kembali ke kantornya.


"Oh ya jangan lupa nanti undang Om di pernikahan kalian,"ucap Om Danu ketika bersalaman dengan Arka.


"InsyaAllah Om," jawab Arka tersenyum. Kemudian mereka pun berpisah. Arka melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah karena sudah tak ada pekerjaan lagi di kantor.

__ADS_1


"Sayang, maafin Mas ya karena gak kasih tahu kalau kita mau ketemu klien Papa," ucap Arka di saat mobil yang dikendarainya sedang melaju.


"Mas takutnya kalau kamu gak mau ikut, padahal Papa sama Ayah yang mengharuskan Mas ajak kamu untuk dikenalkan pada pak Danu sebagai calon istri Mas,"lanjut Arka saat Aulia masih menunggu dirinya melannjutan ucapannya.


"Iya gapapa Mas, Auli ngerti kok," jawab Aulia tersenyum.


"Sekarang Mas baru tahu kenapa Papa sama Ayah begitu ngotot supaya ajak kamu, ternyata mereka sudah menyadari sikap pak Danu kalau ada udang dibalik bakwan, ha ha," ucap Arka terkekeh sendiri dengan perumpamaan yang diucapkannya.


"Dikira gorengan apa Mas, pakai bawa-bawa udang dibalik bakwan segala, he he," celetuk Aulia terkekeh mendengarnya.


"Ya biar keren aja Yang," jawab Arka tersenyum.


"Mau mampir kemana dulu gak Yang?" Tanya Arka selagi masih di jalan siapa tahu sang istri butuh sesuatu.


"Engga deh Mas, Auli capek banget," jawab Aulia manja.


"Ya udah langsung pulang aja ya," tawar Arka yang diangguki oleh sang pujaan hati.


"Ngantuk?" Tanya Arka menoleh sekilas.


"He em," jawab sang istri mengangguk.


"Ya udah bobo aja dulu, nanti Mas bangunin kalau udah sampai, lumayan lah Yang masih sekitar 25 menitan lagi baru sampai rumah,"ucap Arka yang diangguki oleh Aulia kemudian memejamkan matanya yang memang terasa ngantuk berat. Mungkin efek kelelahan dan juga kenyang, tak lama kemudian terlelap sudah gadis itu dalam tidurnya terbukti dari nafasnya yang sudah terdengar teratur.


Hingga akhirnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka pun sampai di rumah. Kini Arka menghentukan mobilnya di depan rumah tempat biasa dirinya memakirkan mobilnya sebelum masuk ke garasi.


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘⚘


@rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2