KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.52. Hak Suami


__ADS_3

WARNING !!! Hanya untuk 17+


Harap bijak dalam membaca yaa readers tersayang. Dalam episode kali ini agak bikin merinding karena khusus untuk usia 17+. Meskipun masih dalam batas yang wajar karena Aku ga berani nulis yang terlalu vulgar alias cerita yang khusus untuk 21+. Di cerita ini si tokoh utama sudah sah menjadi suami istri jadi sudah halal untuk melakukan hal yang lebih dari sekedar bergandengan tangan. Maka dari itu aku mencoba menuliskan kata-kata yang agak berani menurutku.


Terimakasih🙏


SELAMAT MEMBACAđź“–


Tiba-tiba Arka membenamkan bibirnya di bibir sang istri. Yang membuat Aulia segera menutup matanya. Jantungnya semakin melompat-lompat seakan ingin keluar. Meskipun tak mendapat respon dari sang istri Arka tetap ******* lembut bibir Aulia. Ya, untuk pertama kalinya Arka mencium bibir Aulia. Tepat di malam pertama mereka menjadi sepasang pengantin baru.


Setelah merasa cukup Arka melepaskan bibirnya dari bibir sang istri lalu mengelap salivanya yang tertinggal dibibir sang istri dengan tangannya. Kemudian tersenyum lembut pada sang istri yang sudah membuka matanya lagi.


"Maafin kakak kalau buat Auli kaget" ucap Arka lirih sambil merapikan rambut Aulia yang menutupi wajah cantik sang istri. Dan hanya mendapat respon anggukan kepala dari sang istri yang masih terkejut dengan apa yang dialaminya.


"Kita udah halal Yang, makanya kakak berani mencium Auli" sambil mengusap-usap lembut pipi sang istri. Arka menjelaskan pada Aulia agar istri polosnya itu tak salah paham. Lagi-lagi Aulia hanya merespon dengan anggukan kepala namun kali ini Aulia menambahkan dengan senyuman. Setelah bisa menguasai diri dari keterkejutannya.


"Auli gak marah sama kakak kan Sayang?" Tanya Arka pada sang istri.


"Auli gak marah kak" akhirnya sang istri bersuara juga.


"Auli tahu apa aja kewajiban seorang istri untuk suaminya?" Tanya Arka berbisik di telinga Aulia yang membuat bulu Aulia makin meremang.


"Iya kak, bunda sih udah kasih tahu, tapi Auli ada yang ga tahu maksud bunda apa" lagi-lagi jawaban polos yang keluar dari mulut sang istri.


"Nanti lama-lama Auli juga tahu" jawab Arka sambil tersenyum.


"Kak, boleh Auli tanya?"

__ADS_1


"Tentu saja boleh, mau tanya apa Sayang?" Jawab Arka penasaran. Lagi-lagi tangannya tak berhenti menyentuh seluruh wajah sang istri yang membuat Aulia merasa tegang.


"Kata bunda, kalau Auli jangan hamil dulu, tapi kalau kakak minta hak kakak sebagai suami Auli harus memberikan hak kakak itu" Aulia menjeda sebentar ucapannya.


"ehm... emang yang dimaksud bunda apa sih? apa hubungannya sama hamil?" Tanya Aulia polos.


Memang sebelum gadis itu menjalani pernikahanya dengan Arka. Malam harinya sang bunda memberikan pesan-pesan untuk bisa jadi istri yang baik dan soleha. Tapi karena Aulia gadis yang polos, maka tak semua pesan sang bunda dapat dia mengerti. Termasuk yang ditanyakan pada sang suami kali ini.


"Kakak belum akan meminta hak itu Sayang, nanti kalau Auli udah mengerti dan siap kakak baru akan memintanya" jawab Arka sambil tersenyum. Rasanya heran sekaligus senang mendapat istri yang begitu polos dan menggemaskan seperti Aulia.


"Gimana Auli mau ngerti dan siap kalau yang dimaksud bunda aja Auli ga tahu" jawab Aulia cemberut karena tak mendapat jawaban sesuai yang dia inginkan.


Melihat bibir sang istri yang cemberut. Semakin membuat laki-laki yang baru siang tadi menjadi seorang suami itu merasa ingin sekali lagi mencicipi bibir mungil nan menggemaskan milik sang istri.


"Yakin Auli mau tahu jawabannya sekarang?" Tanya Arka mencoba mengalihkan pikirannya.


Sebagai laki-laki yang normal, Arka tak bisa menahan hasratnya untuk tidak melakukan apa yang dia inginkan saat ini. Tangan kanannya segera masuk ke belakang leher sang istri untuk memegang tengkuk Aulia.


Kemudian dengan penuh hasrat Arka mem***t bibir sang istri yang membuat Aulia terkejut dan reflek memejamkan matanya. Arka mel***t bibir sang istri sehingga tanpa disadari Aulia melenguh menikmati ciuman sang suami yang semakin menuntut.


Arka menggigit kecil bibir bawah Aulia sehingga tanpa sadar gadis itu membuka mulutnya. Tak mau melewati kesempatan Arka segera menjelajahi mu**t sang istri. Tapi tiba-tiba Arka tersadar dengan apa yang telah dilakukannya.


Dia tak mau terbawa suasana sehingga melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman. Sehingga mengotori pikiran polos sang istri. Kemudian Arka menghentikan aktivitasnya melepaskan pa**tan bibirnya dari bibir sang istri.


"Udah malam, lebih baik kita bobo" ucap Arka sambil sambil menghapus bibir sang istri yang masih basah dengan tangannya. Kemudian membenarkan posisi tubuhnya menjadi telentang.


Aulia hanya mengangguk karena masih berusaha menguasai diri dari perasaan yang aneh setelah kejadian beberapa detik yang lalu.

__ADS_1


"Kak kok malah bobo sih, katanya mau jawab pertanyaan Auli" ucap Aulia ketika teringat dengan pertanyaannya tadi yang belum mendapat jawaban. Aulia cemberut karena kecewa dengan jawaban Arka yang malah mengajaknya tidur.


"Bobo sini" bukannya menjawab Arka malah merentangkan tangan kirinya dan menepuk bahunya supaya dijadikan bantal buat istri kecilnya.


"Gak mau" ucap Aulia yang masih kecewa dengan sang suami.


"Apa mau kakak..."


"Jangan!!" Teriak Aulia memotong ucapan sang suami saat Arka kembali memiringkan tubuhnya dan memegang tengkunya. Aulia sudah tahu apa yang akan di lakukan oleh suaminya.


"Itu tadi juga hak kakak sebagai suami Sayang" jawab Arka yang membuat wajah Aulia langsung merah seperti kepiting rebus.


"Maksud kakak?" Tanya Aulia yang belum paham.


"Hak suami itu banyak Sayaang, kalau dijelasin ga akan kelar semalam, makanya kakak kasih tahu sedikit demi sedikit. Termasuk yang tadi" lagi-lagi Arka berbisik di telinga sang istri yang membuat Aulia merinding.


"Dan ini juga salah satunya lo, jadi yakin masih ga mau bobo di sini? Katanya mau jadi istri soleha" Mencoba menjelaskan dengan cara yang bisa dipahami oleh istri polosnya lalu menepuk-nepuk bahunya lagi sambil menggoda sang istri dengan menaik turunkan alisnya.


"Ya mau lah jadi istri soleha" jawab Aulia malu-malu dengan cepat menjadikan lengan sang suami sebagai bantalnya.


"Ini hak suami juga Yang" ucap Arka saat memiringkan tubuhnya dan tangan nya memeluk tubuh mungil sang istri.


Setelah mendapat anggukan dari sang istri. Arka membawa Aulia dalam dekapannya. Hingga saat ini posisi tidur mereka saling berhadapan dan saling memeluk. Jangan ditanya gimana perasannya. Yang pasti saat ini jantung sepasang pengantin baru itu sedang berlomba-lomba menabuh gendang. Bahkan Aulia bisa mendengar debaran jantung sang suami yang begitu kencangnya. Begitu juga sebaliknya Arka bisa merasakan debaran jantung sang istri yang berada dalam dekapannya.


â—‹â—Źâ—Źâ—Źâ—‹


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2