KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN

KOMITMEN CINTA dalam PERJODOHAN
Eps.102. InsyaAllah siap menunggu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Arka segera bersiap karena mumpung sedang liburan. Jadi hari ini dia harus pergi ke kantor sang Papa untuk bekerja. Sesuai rencana awal agar bisa irit bensin bahwa Arka akan nebeng sang kakak ipar dan menjadi sopir sang kakak.


Begitu selesai bersiap, Arka segera menghampiri Aulia yang sedang meringkuk di atas tempat tidurnya.


"Sayang, kalau kakak tinggal kerja gapapa kan?" Tanya Arka sembari menepuk pelan bahu sang pujaan hati yang sedang meringkuk menahan rasa sakit.


"Hemm," jawab Aulia dengan deheman.


"Baiklah, kakak ke bawah dulu mau sarapan nanti kakak masih ke kamar lagi setelah sarapan,"pamit Arka.


"Oh iya nanti sebelum kakak berangkat kakak minta Bunda buat bikinkan minuman herbal lagi buat yang siangnya, jadi jangan lupa di minum ya Sayang,"ucap Arka kemmudian berlalu meninggalkan sang pujaan hati ke meja makan dengan membawa mangkok bekas sup Aulia tadi.


"Selamat pagi semua, maaf menunggu lama," ucap Arka begitu sampai di meja makan seluruh keluarga ternyata sudah berkumpul.


"Pagi," jawab semuanya serempak.


"Gak lama kok nak, ini bundamu juga baru selesai menghidangkan sarapan buat kita," lanjut Ayah restu menanggapi permintaan maaf dari sang menantu.


"Iya Yah," jawab Arka sembari tersenyum lalu meletakkan mangkok yang dibawanya tadi ke tempat cuci piring di dapur sebelum kemudian duduk di salah satu kursi yang biasa ditempatinya ketika menginap di rumah Ayah Bunda.


"Gimana kondisi Aulia nak?" Sambung Bunda Risa bertanya begitu Arka telah bergabung duduk di meja makan.


"Udah mendingan sih Bun, tadi habis makan sup langsung tiduran lagi," jawab Arka.


"Gak ada mual kan dia?" Lanjut Bunda bertanya karena biasanya saat kondisi Aulia seperti ini setelah selesai makan pasti merasa mual-mual, bahkan kadang sampai muntah juga.


"Alhamdulillah engga Bun," jawab Arka.

__ADS_1


"Memang Auli kenapa Bun?" Tanya Ayah Restu yang memang tak tahu menahu apa yang terjadi dengan putri kesayangannya.


"Biasa Yah, kedatangan tamu bulanan," jawab Bubda Risa.


"Oh, Ayah kira Auli hamil kok ada kata mual-mual segala. Ternyata baru dapat tamu tak diundang to," jawab Ayah Restu terkekeh sendiri setelah berucap yang membuat istri, anak serta menantunya pun ikut terkekeh.


"Ayah ini anak lagi sakit malah dibuat becandaan, lagian ya, kata Ayah anaknya jangan dibikin hamil dulu" Protes Bunda Risa setelah mengakhiri tertawanya.


"Ha ha iya juga ya, tapi bukan begitu maksud Ayah bun, Ayah cuma kasihan aja lihat muka menantu kita tegang gitu menghadapi istrinya yang lagi sakit, baru sakit begitu aja dah tegang, gimana kalau beneran hamil ya, ha ha" jawab Ayah Restu menggoda Arka.


"Bukannya Ar tegang Yah, tapi Arka cuma gak tega aja lihat Auli yang kesakitan gitu, ehm emang kalau orang hamil lebih sakit dari datang bulan ya Bun?" jawab Arka membela diri.


"Iya Ayah ih, lagian ya Yah gimana gak tegang coba Yah, kalau melihat kondisi istrinya seperti itu, kayak Ayah gak tegang aja pas awal-awal Auli dapat tamu tak diundangnya, bahkan Ayah paling heboh suruh bawa Auli ke rumah sakit segala kalau perlu opname, Ayah lupa kejadian itu?" protes sang Bunda membela sang menantu. Padalnya dulu Ayah Restu juga seperti Arka saat ini. Bahkan lebih parah.


"Ah Bunda gak asyik ah, kenapa pakai bongkar-bongkar masa lalu Ayah aja sih, Ayah kan jadi malu tadi udah meledek Arka," ucap Ayah Restu sok-sokan ngambek namun justru malah membuat semua terkekeh mendengarnya.


"Bukan sakit gitu nak, cuma kalau di awal bulan kehamilan biiasanya ibu hamil mengalami yang namanya morning sick, suka mual-mual bahkan yang parah bisa sampai bad rest. Tapi kamu jangan khawatir kalau kalian sabar dan merencanakan kehamilan saat usia Aulia sudah cukup untuk hamil insyaAllah semua akan baik-baik saja, karena dalam sejarah keluarga kita gak ada yang sampai bad rest, paling cuma mual-mual di pagi hari," jawab Bunda menjelaskan agar sang menantu bisa lebih menyiapkan diri dan tak terburu-buru ingin memiliki momongan.


"Aamiin semoga kalau sudah saatnya nanti kami di beri momongan Auli akan baik-baik saja ya Bun,"jawab Arka mengaminian doa yang tersirat dalam penjelasan sang Bunda.


"Memangnya kalian ada rencana punya anak kapan?" Pertanyaan sedikit konyol keluar dari sang Ayah.


"Nanti Yah, kalau Auli udah siap, untuk saat ini prioritas Arka adalah Auli bisa menikmati masa sekolahnya tanpa terbebani kalau kami sudah menikah, Ya paling tidak setelah Auli lulus sekolah dan sudah diadakan resepsi pernikahan kami sesuai rencana keluarga kita Yah," jawab Arka berterus terang tentang rencananya.


"Jangan bilang kalau kamu belum menyentuh Auli sama sekali nak?" Tanya Ayah membuat semua menatap ke arah Arka.


"Kalau untuk yang satu itu jujur Ar belum berani Yah, Auli masih belum paham hal itu, jadi Ar gak mau nanti kalau Aulia sampai ketakutan dan membuatnya jadi trauma, insyaAllah Ar bisa nunggu sampai Aulia siap,"jawab Arka jujur.

__ADS_1


"Ayah bangga sama kamu nak, gak salah kakek kalian menikahkan kalian sebelum beliau pergi," ucap Ayah Restu menepuk punggung Arka.


"Tapi kalau untuk yang lain kamu udah coba kan?"


Blush pertanyaan Ayah Restu yang berniat menggoda sang menantu membuat pipi sang menantu memerah karena malu.


"Ih Ayah pakai tanya macam-macam segala, kasian tuh nak Arka pipinya sampai merah gitu," protes Bunda Risa yang justru membuat Arka semakin malu.


"Iya Ayah kepo ih, ya sudah ayo sarapan dulu, kapan sarapannnya kalau Ayah sama Bunda berdebat mulu," sela Adrian yang mengalihkan pembicaraan karena selain kasian pada Arka dia juga sudah tak sabar ingin segera sarapan.


"Iya ya, ya sudah ayo makan semuanya," ucap Bunda mengakhiri perdebatan tak penting pagi ini.


Akhirnya semuanya sarapan dengan tenang. Karena harus segera melanjutkan aktivitas masing-masing. Ayah Restu, Adrian dan Arka pun harus segera berangkat bekerja.


"Bun, Arka minta tolong nanti siang buatin minuman herbal seperti yang Ar buat tadi ya, jangan lupa gak usah pakai kunyit,"ucap Arka setelah menyelsaikan sarapannya.


"Iya nak, kamu yang tenang, fokus kerja aja, Aulia biar Bunda yang urus," jawab Bunda tersenyum.


"Makasih bun, ya udah Ar ke atas dulu mau pamit Auli," ucap Arka yang diangguki sang Bunda, kemudian kembali ke kamar untuk pamit kepada sang istri.


○●●●○


Bersambung.....


⚘⚘⚘⚘⚘


IG: @rahmahpratiwi85

__ADS_1


__ADS_2