
"Cantik banget kak...... Auli suka kak" ucap Aulia dengan sorot mata yang berbinar setelah mengetahui isi kado dari Arka. Gadis itu lalu menatap Arka yang juga masih menatapnya dengam senyuman termanisnya.
"Makasih kak" lanjutnya lagi kemudian mengeluarkan isinya dari dalam box itu.
"Alhamdulillah, kakak senang kalau kamu menyukainya" jawab Arka.
"Sini kakak bantu pakainya" lanjutnya mengulurkan tangan untuk mengambil kalung itu dari tangan Aulia. Ya hadiah dari Arka berupa kalung cantik berliontinkan hati dengan permata putih ditengahnya. Model yang simple tapi terlihat elegan. Sungguh manisnya.
Dengan senyum manisnya Aulia menyerahkan kalung itu lalu berputar untuk duduk membelakangi Arka. Setelah kalung itu berhasil dipakaikan di leher jenjangnya oleh tunangannya itu Aulia kembali menghadap ke arah Arka.
"Gimana kak?" Tanya Aulia berbinar minta pendapat dari Arka.
"Cantik" jawab Arka sambil menatap lekat wajah tunangannya itu sambil mengarahkan ramput gadis itu ke belakang punggungnya agar tak menutupi leher gadisnya yang terlihat makin cantik dengan kalung yang menempel di sana.
"Makasih" jawab Aulia tersenyum malu-malu mendapat pujian singkat dari Arka.
Wajah Aulia nampak semakin bahagia setelah mendapat hadiah spesial dari laki-laki yang akan mengisi hari-harinya di masa depan. Gimana ga bahagia kalau mendapatkan hadiah sesuai dengan yang kita sukai.
Ternyata kalung itu adalah kalung yang disukai oleh Aulia ketika gadis itu melihat-lihat di etalase bagian kalung di toko perhiasan. Waktu mereka mau membeli cincin pertunangan tapi waktu itu ga jadi beli cincin karena Aulia menolaknya.
Karena menyadari bahwa Aulia menyukainya. Akhirnya Alka membeli kalung itu tanpa sepengetahuan dari gadis mungil yang menolak untuk dibelikan cincin untuk pertunangan mereka saat itu. Dan lebih memilih memakai cincin lama mereka.
Melihat ekspresi sang adik yang terlihat berbinar bahagia Adrian mencoba menggodanya.
"Lebay baget sih dek, kayak ga pernah pakai kalung aja" kata Adrian meledek sang adik.
"Bodo!! Ganggu aja" sewot Aulia merasa jengkel karena kakaknya merusak momen indahnya dengan selalu menggodanya.
"Kasih rantai aja Ar, palingan entar juga kesenengan tuh bocah ha ha ha" celetuk Adrian membuat raut muka Aulia berubah drastis jadi cemberut. Namun justru malah membuat semua orang tertawa lucu melihat perdebatan kecil adik kakak itu.
"Enak aja rantai-rantai, kakak tuh yang di kasih rantai biar kaya moly" tak terima Aulia malah balik meledek kakaknya menyamakan dengan moly, si guguk milik tetangga mereka.
"Ini kalung tuh udah Auli suka dari kemarin pas mau beli cincin tapi ga jadi kali kak, eh ups" lanjut Aulia keceplosan lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil melirik ke arah laki-laki disampingnya yang tak lain adalah Arka tungannya sendiri.
__ADS_1
"Kenapa di tutupin sih? Hem?" Tanya Arka sambil melepas kedua tangan gadis itu yang masih saja menutupi mulutnya.
"Maaalu kak" lirih Aulia.
"Malu kenapa?" Tanyanya Arka dengan suara dan tatapan yang lembut di kedua manik mata berwarna hitam milik gadis itu.
"Punya malu dek?ha ha ha" Ledek kakaknya yang langsung mendapat pelototan dari Aulia.
Sedangkan semua orang yang ada di sana lebih memilih diam dan melihat drama live dihadapan mereka. Dengan sesekali senyum juga geleng-geleng kepala dengan disetiap ucapan demi ucapan yang terlontar dari kakak beradik itu.
"Punya lah, emang kakak?" Lagi-lagi jawaban gadis itu sewot sambil memanyunkan bibir mungilnya yang justru mengundang senyum semua orang.
"Bodo!!" Jawab Adrian , kemudian laki-laki itu diam seolah tak pernah terjadi apa-apa dengan adiknya.
"Malu kenapa sayang?" Lagi-lagi Arka bertanya demikian karena belum juga mendapat jawaban dari Aulia sambil menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah mungil gadisnya itu di telinganya.
"Gapapa kak" jawabnya lirih malu karena ia merasa pasti Arka melihat saat dia begitu mengagumi kalung itu saat di toko perhiasan. Lalu membelinya pikir gadis itu. Tapi suara gadis itu masih terdengar oleh Arka. Yang membuat Arka gemas dan mencubit mesra kedua pipi tunangannya itu.
"Iiiih.... gemesin banget sih Sayangnya kakak" kata Arka yang membuat kedua pipi yang dicubitnya langsung merona bak kepiting rebus.
"Ehm eehm....Mesraa teruuus"
"Mupeng nih"
"Jiwa jombloku meronta-ronta nih"
Celetuk-celetuk dari sahabatnya yang membuat gelak tawa semua orang yang masih saja menikmati kebersamaan malam yang indah ini.
"Udah-udah dari pada mupeng mendingan kita istirahat di kamar masing-masing, tadi kakek udah minta tolong buat booking kamar buat kita semua" kata kakek menyudahi kebersamaan mereka. Justru makin membuat semua tertawa memdengar ucapan kakek meniru kata-kata anak muda.
"Mas Arman tolong bagikan kunci kamar masing-masing ya" kata papa Tara.
"Baik pak" jawab Arman.
__ADS_1
Kemudian melaksanakan tugas dari papa Tara untuk menyerahkan kunci kamar kepada seluruh anggota keluarga sesuai yang sudah permintaan kakek Wisnu tadi sebelum dia membooking kamar itu.
"Kalau buat kakek biar kuncinya saya bawakan, mari kek biar Arman yang antar" kata Arman hormat pada kakek yang telah mengangkat derajat keluarganya. Karena kakek telah membiayai sekolah juga kuliahnya hingga bisa bekerja di perusahaan milik kakek Wisnu.
"Loh kok kak Adri ga dapat kuncinya mas?" Tanya Aulia saat Arman telah memberikan semua kunci tapi laki-laki itu sama sekali tak menyerahkan kunci itu kepada kakaknya ataupun juga kakak iparnya.
"Iya mba, sesuai permintaan kakek pak Adrian tidak saya bookingkan kamar" jawab Arman sopan.
"Oh, yaudah maaf mas, Aku ga tahu" jawab gadis itu.
"Kakak ga nginep di sini?" Lanjutnya bertanya langsung pada Adrian.
"Nginep dong, udah dari kemarin-kemarin malah" jawab Adrian santai lalu berdiri dari duduknya.
"Ooo jadi kemarin tu kakak bukan balik kerja, tapi di sini?" Tanya Aulia polos
"Eh bentar-bentar, berarti kakak juga terlibat buat ini semua dong?" Tanya Aulia terharu pada kakaknya.
"Iya" jawab Adrian singkat.
"Aaaa kakaaaak... Auli makin sayaaaang deh sama kakak." Sahut Aulia memeluk kakaknya.
"Kakak juga sayang Auli, emuah" kata Adrian mencium puncak kepala adiknya lalu menghapus airmata di pipi gadis mungil itu.
"Udah yuk istirahat udah malem" ajak Adrian mengakhiri drama sedih adiknya.
"iya kak" jawab Aulia. Gadis itu menurut aja apa yang dikatakan sang kakak.
Aulia kemudian mengajak ketiga sahabatnya.
Mereka semua menginap di hotel tempat diadakan acara surprise buat tuan putri mereka malam ini. Semua mendapat bagian kamar satu pasangan satu kamar. Termasuk bi Karti juga pak Gito. Kecuali Aulia, gadis itu tentunya satu kamar dengan ketiga sahabatnya. Tak mungkin kan dia sama Arka, kan belum sah jadi suami istri, jadi belum boleh satu kamar. Sementara Kakek, Arman juga Arka mereka di kamar sendiri-sendiri.
Akhirnya kini semua kembali ke kamar masing-masing. Dengan Aulia yang kerepotan membawa kado-kado dari seluruh keluarganya. Tapi tentu saja di bantu oleh ketiga sahabat rasa saudaranya itu dan juga Arka sang tunangannya.
__ADS_1
○●●●○
Terimakasih atas dukungan berupa like, komen, juga vote para readers semua🙏