
Jam 10 pagi hari ini Aulia dan Arka berangkat ke kampus bersama sama. Tak seperti biasanya jika masuk kuliah jam segitu Arka selalu berangkat dari kantor. Sedangkan sang istri di antar sopir Mama Rita atau bahkan kalau sempat juga Arka pulang dulu untuk menjemput sang istri sebelum keduanya berangkat ke kampus. Tapi kali ini Arka sengaja tidak datang ke kantor karena ingin berangkat bersama sang istri dari rumah.
Seperti biasa setiap berangkat bersama pasti Arka selalu mengantarkan sang istri sampai di depan pintu kelas.
"Sayang Mas tinggal sekarang ya, soalnya Mas ada urusan sedikit dengan kak Dewa,"ucap Arka begitu keduanya berhenti tepat di depan pintu kelas.
"Iya Mas, lagian bentar lagi kelas dimulai, ehm ya udah Auli masuk dulu ya," jawab Aulia sembari menyalami tangan sang suami dan tak lupa mencium punggung tangannya.
"Jangan nakal ya, tolong jaga hati ini buat Mas,"pinta Arka tersenyum sembari menunjuk dada sang istri dengan jarinya.
"Pastinya, Mas juga jaga hati ini juga buat Auli ya," sambung Aulia dengan melakukan hal yang sama dengan sang suami
"Selalu, hati ini cuma buat istri mas seorang bahkan sejak dari dalam kandungan Mama," Arka menggenggam tangan sang istri dan diletakkannya di dadanya lalu diciumnya punggung tangan sang istri dengan lembut. Dan hal itu membuat senyuman indah terukir dari bibir mungil sang istri.
"Jangan tersenyum seperti itu, Mas gak rela kalau sampai ada yang lihat," lanjut Arka seketika membuat bibir Aulia cemberut.
"Jangan cemberut juga, Mas gak kuat lihatnya bawaannya pengen cium kamu,"ucapnya lagi tanpa peduli dengan sekitar. Bahkan sejak tadi sedari mereka berada di depan pintu banyak sekali pasang mata yang mencoba mencuri curi pandang penasaran untuk melihat adegan romantis itu meskipun tak mendengar jelas apa saja yang diucapkan oleh pasangan itu.
"Apa sih Mas, udah sana katanya mau ketemu kak Dewa," usir Aulia untuk menutupi gugupnya setelah mendengar rentetan ucapan sang suami yang menggodanya sungguh menggelitik hati. Meskipun tak bisa dipungkiri rona merah dipipinya akan terlihat jelas oleh sang suami.
__ADS_1
"Ha ha ha, ok ok Mas pergi ya," Arka tertawa sembari mengusap pucuk kepala sang istri gemas melihat tingkah sang istri yang mengusirnya.
"I love you, cup," lanjutnya yang tiba tiba memcium kening istri tercinta yang membuat Aulia malu sehingga tanpa membalas ucapan sang suami buru buru masuk ke kelas dengan salah tingkah mengabaikan banyak mata yang melihat adegan tiba tiba yang dilakukan oleh sang suami tadi.
Sedangkan di ujung koridor kelas ada sepasang mata yang melihatnya dari tadi dengan hati yang terluka. Dia adalah Doni, laki laki yang dengan terang terangan ingin mendekati si gadis pujaan hati yaitu Aulia, dan ternyata benar apa yang diucapkan oleh gadis itu kemarin sewaktu menolaknya, bahwa Aulia telah menikah. Sakit tak berdarah itu yang dirasakan oleh Doni. Dimana saat dia jatuh cinta bahkan sekaligus patah hati untuk yang pertama kalinya selama dalam hidupnya.
Sementara Arka segera menuju ke kelasnya karena ada sesuatu yang harus dibahas dengan sahabatnya, Dewa.
Waktu pun berlalu, kini Aulia sedang berada di Masjid kampus menunggu sang suami yang katanya juga sedang menuju tempat yang sama. Namun sudah luma belas menit Arka belum juga menampakan batang hidungnya. Sementara para sahabat sudah lebih dulu ke kantin setelah melaksanakan kewajiban ibadah Sholat dzuhur tadi.
Di tempat lain ada dua orang laki laki yang sedang berbicara serius, merwka adalah Arka dan Doni. Ya tadi saat berjalan menuju ke Masjid kampus Doni menghampiri Arka dan mengajaknya berbicara.
"Ada apa ya?" Tanya Arka setelah keduanya duduk di salah satu kursi taman dekat Masjid.
"Iya benar, kenapa ya?" Jawab Arka sekaligus melontarkan pertanyaan.
"Gapapa kak, saya kira kak..," ucap Doni terpotong oleh Arka.
"Arka, nama saya Arka," potong Arka sekaligus mengulurkan tangan untuk berjabat tangan yang disambut baik oleh Doni.
__ADS_1
"Saya Doni kak, teman satu kelas Aulia, istri kak Arka," ucap Doni dengan perasaan sakit hati saat mengucapkan kata istri.
"Saya kira Aulia itu adiknya kak Arka dan dia bohong bilang kalau sudah menikah, ternyata benar ya Aulia udah nikah dan kak Arka adalah suami Aulia," Lanjut Doni sementara Arka hanya mendengarkan dan menyimak ucapan dari laki laki yang sudah pernah menyatakan cinta pada istrinya.
"Iya memang benar Aulia istri saya, memangnya ada apa ya Don?" Tanya Arka basa basi seolah belum tahu tentang laki laki di depannya itu.
"Saya mau minta maaf sama kakak karena sengaja atau tidak saya sudah mengusik ketenangan rumah tangga kakak, jujur saja saya suka sama Aulia, istri kakak. Saya juga pernah menyatakan cinta tapi ditolak oleh Aulia, sekali lagi maafin saya ya kak karena gak semudah itu saya bisa melupakan cinta pertama saya, jadi mohon ijin untuk tetap mencintai istri kakak, dan selamat atas pernikahan kalian semoga kalian bahagia," ucap Doni sembari mengulurkan tangannya.
"Terima kasih ya Don, saya hargai kejujuran kamu, tapi satu hal yang perlu kamu tahu, saya sangat keberatan ada pria lain yang mencintai istri saya. Tolong belajarlah untuk melupakan istri saya dan bukalah hatimu untuk cinta yang lain. Pasti akan ada wanita yang lebih baik untukmu, tapi itu bukan Aulia istri saya, semua demi kebahagiaan Aulia dan juga kamu sendiri saya yakin kamu pasti bisa," ucap Arka tegas.
"Sama sama kak, saya juga terima kasih atas kebaikan kakak dan gak marah sama saya, baiklah saya akan mengusahakannya, tapi saya tidak bisa janji kapan bisa melupakan Aulia," ucap Doni.
"Baiklah itu hak kamu, yang penting jangan pernah mengusik kebahagiaan kami, maaf saya harus pergi karena istri saya sudah menunggu lama," pamit Arka sembari menepuk bahu Doni dan berlalu meninggalkan laki laki yang telah berani mencintai istrinya.
"Assalamualaikum, Sayang maaf ya Mas lama,"ucap Arka begitu sampai di serambi masjid tempat Aulia menunggu.
"Waalaikumsalam, Iya gapapa Mas, tapi maaf ya Auli udah Sholat duluan habisnya nungguin Mas lama banget sih," ucap Aulia.
"Iya gapapa, justru Mas yang harusnya minta maaf, ya udah kamu tunggu dulu ya, Mas Sholat dulu, nanti ada yang mau Mas ceritain sama kamu kenapa Mas sampai telat ke sininya,"ucap Arka yang dijawab anggukan kepala oleh sang istri kemudian berlalu meninggalkan Aulia di serambi masjid.
__ADS_1
Tak lama kemudian Arka pun selesai melakukan kewajibannya. Dan sesuai ucapannya tadi Arka pun menceritakan semua yang terjadi saat pertemuan tak sengajanya dengan Doni tadi kepada sang istri.
○●●●○